Chapter 104

2.1K 188 243
                                        

Apa yang tuan Jeon Zack makan hingga dia bisa tumbuh seperti sekarang?

Mereka menjalani pelatihan yang ketat, bahkan ada banyak kasus yang telah mereka selesaikan?

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Mereka menjalani pelatihan yang ketat, bahkan ada banyak kasus yang telah mereka selesaikan?

"Kau harus belajar banyak Aizen, terutama tentang keluarga sir Jeon. Kau akan aku ajari, maka jangan mempermalukan aku, aku tidak akan segan melatihmu."

Aizen mengangguk, masih terbesit dalam pikiran tentang seberapa mengerikan pria Jeon ketika berbicara. Bahkan berada satu udara dengannya saja sampai membuatnya tak bisa berbicara, aura yang dimiliki oleh ayah tiga anak itu bukanlah hal biasa.

"Aku bisa melihatnya." Aizen bermonolog dan Jaehyun mengikuti arah pandangan miliknya menuju kolam renang "Fisik mereka yang berbicara."

Keduanya memperhatikan bagaimana para penerus keluarga Jeon saling bercanda gurau di area kolam, tak bisa dipungkiri — bahwa latihan fisik mereka menunjukkan hasil dari kerja keras ketiganya. Jaehyun mengangguk "Kau mungkin lebih tua darinya, tapi aku yakin pukulannya tak akan bisa kau tangkis dengan mudah."

Aizen menelan ludah, dia tidak pernah merasa gugup seperti ini sebelumnya. Kehidupan yang sebelumnya sudah sangat membawanya penderitaan, Aizen telah lama berdamai dengan hal itu, dan dia tidak pernah berpikir untuk mencapai sebuah kebahagiaan.

Dia terlalu naif

Mungkin ketua benar, dia bisa membandingkan antara fisiknya dengan para putra Jeon yang tak sebugar mereka. Terlebih anak dengan postur paling tinggi, Zack— kepalan tangannya bahkan ada banyak bekas luka, tampak kasar dan juga kuat.

"Sesulit apa latihan yang diberikan oleh sir Jeon pada mereka? hingga mereka bisa seperti sekarang.."

Jaehyun tersenyum tipis, menghela napas lalu menepuk bahu Aizen "Sangat sulit, bahkan terparah yang tak bisa kau percayai. Mereka telah melewati ini sejak usia masih kecil, dan kau baru saja akan dimulai. Jadi Aizen, waktumu tidak banyak untuk belajar, di sini tak ada kenyamanan, dirimu aman saja sudah bagus."

"Ketua, saya tidak mengerti bahasa asing. Sedangkan mereka hampir berinteraksi dengan bahasa itu."  bahu Aizen menurun, lalu Jaehyun sekali lagi menepuknya "Naikkan semangatmu, aku akan mengajarkanmu Aizen. Jangan lemah, rumah ini tidak diisi oleh orang orang sepertimu."

Jaehyun menyemangati, teringat bagaimana dulu ketiga anak itu perlu beradaptasi ketika berbincang dengan sang papa. Taehyung tidak handal dalam berbahasa, hanya kepada sang ayah mereka dapat berbicara bahasa lain— dan jika itu kembali pada Taehyung, mereka perlu menyesuaikan.

Namun seiring berjalannya waktu, kemampuan Taehyung dalam memahami berkembang pesat. Dia banyak belajar semenjak menikah dengan sang majikan, tanpa sadar sudut bibir Jaehyun tersenyum.

Dia akan selalu mengingat nya

•—•

Hari semakin gelap diiringi tiupan angin malam menerpa jalanan yang ada, senja hampir punah, menelan langit jingga yang perlahan habis oleh kegelapan. Malam ini tampak cerah, meski sudah sepekan jalanan kota diguyuri hujan semalaman. Layaknya mendapat keajaiban — seluruh orang menghabiskan waktu di luar.

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now