Chapter 118

983 145 60
                                        

"Aku tahu beban papi, dan aku tidak akan membiarkannya hancur sendirian."

"Kebohongan tetaplah salah, dan aku harus melindungi papa yang tersakiti."

"Kenapa rumahku hancur? kenapa kalian tidak bisa saling mencintai lagi?"

•-•

"Papi wake up.. hiks"

"Please open your eyes papi.."

Suara itu memasuki pikirannya, suara yang ntah sejak kapan dapat dia kenali hingga lancang mengusik tidurnya yang tengah lelap

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Suara itu memasuki pikirannya, suara yang ntah sejak kapan dapat dia kenali hingga lancang mengusik tidurnya yang tengah lelap. Meski hanya layar hitam yang terbentang pada mimpi tersebut, tetapi dia memilih untuk tetap terpejam dibanding harus membuka mata dan melihat kembali dunia.

Dunia?

Baginya dunia hanyalah ilusi, dunia tak seterang cahaya yang bisa dia sandingkan dengan mimpi kelam yang tengah dia rasakan saat ini. Bahkan, keduanya tak menjadi baik meski orang berkata bahwa dunia jauh lebih indah daripada mimpi di siang hari.

Dunia itu tak lain hanya fatamorgana yang ada di penglihatan, isinya hanya masalah, tak pernah ada habisnya, maka dari itu jika harus memilih maka dia tak akan mengambil dunia untuk menjadi tempat tinggal.

Akan tetapi, dunia baginya itu apa?

Dunia untuknya?

Adalah..

Seseorang seperti kekasihnya.

Namun kini dunia itu sudah pudar, dia tak bisa melihat warna selain putih lagi sekarang, jika ada mungkin hitam adalah pilihannya sekarang.

-papi please wake up hiks"

Sesuatu menyentuh hatinya, telinganya bergerak, dalam tidurnya sekalipun dia tak pernah memikirkan siapapun selain Taehyung di dunia ini. Akan tetapi, suara itu bukan berasal dari kekasihnya..

Who?

"Papi wake up~"

Buka matamu

Putramu membutuhkanmu..

Keluarga ini hancur tanpa dirimu..

Kau mengatakan jika kau akan menjadi pelindung mereka, maka lihat.. lihat tebing itu sekarang, mereka menunggu tarikan pada talinya, jika kau tak cepat sadar maka mereka semua akan terjatuh ke jurang sana.

Putraku?

-

Dalam isak tangis diiringi derai air mata, punggung remaja laki laki itu kian merosot jatuh di tepi ranjang- tepat di sisi seseorang yang masih terbaring lemah tanpa suara. Zack masih larut dalam tangisnya, dada sudah berulang kali dia pukuli saat terasa sesak, namun semua itu sia sia, sakitnya semakin menjalar ke kepala hingga tak sekali dirinya tak sadarkan diri akibat terlalu lelah menuangkan duka.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 25 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

J E O N ' S || KV 3Where stories live. Discover now