3 years later
Jeon Zack 15 y.o
Jeon Ethan 13 y.o
Jeon Hans 11 y.o
•
•
•
•
"Panggilkan mereka, makanan sudah siap."
Sistem keamanan terdengar berbunyi ke dalam, diikuti suara langkah masuk seseorang — di depan sana, anak laki laki tampak acuh dengan sebuah headphone terpasang di telinga. Kehadiran pria berpenampilan formal tak dia pedulikan, atau lebih tepatnya dia belum tersadar bahwa pintu kamarnya sudah terbuka lebar.
"Tuan kecil Hans." dia menepuk pelan bahunya.
Tepukan kecil itu menghentikan gerak kaki Hans yang semula tak bisa diam, begitu sentuhan dia terima, Hans lekas berbalik dan menemukan pekerja kesayangan ayahnya berada di balik punggung— tengah berdiri seolah menunggunya sedari tadi.
Bukannya menjawab, Hans malah mengerutkan kening seolah terganggu akan kehadirannya. Menaikkan dagu meminta penjelasan, Jaehyun dengan sabar membuang napas "Makan malam sudah siap."
"Hah?" Hans tak mendengar, melepas headphone miliknya berbicara memastikan "Kau akan menikah?"
Jaehyun menggeleng, sembari melenggang dia menjawab "Berhenti bercanda Hans, tuan muda dan sir Jeon sudah menunggumu di meja makan. Jangan sampai membuat mereka menunggu, kau paling muda di sini."
Jawaban itu dibalas cibiran oleh si putra bungsu, Hans paling muak jika harus diingatkan bahwa dirinya adalah yang paling muda. Lagipula dia hanya berbeda dua tahun dari Ethan bukan? umur hanyalah angka, bukan berarti dia yang paling kecil di sini.
"Kau berbicara seolah aku yang paling menyebalkan di rumah ini."
Jaehyun yang sudah berjalan keluar itu berbalik, tanpa reaksi dia mengangguk "Yes you are." lalu benar benar meninggalkan anak itu di sana.
Menyisakan kekesalan Hans yang mengejeknya dari belakang, dia tidak ingat kapan dirinya sering ditegur oleh siapapun di rumah ini. Ntah oleh saudaranya atau ayahnya, bahkan papa nya sekalipun— laki laki tampan yang selalu ingin dia peluk seharian itu tampak sudah kehabisan kesabaran menghadapi dirinya.
— tuan kecil Hans let's get down!"
Hans mengerang kesal "Comingggg~"
—
"Makan malam sudah siap."
Ethan baru saja keluar dari ruang pelatihan, shooting frame berikut sarung tangan bahkan masih terpasang apik mengartikan jika dirinya baru saja selesai berlatih. Si putra kedua menyadari kehadiran Jaehyun, dia melepas sarung tangan selagi berjalan keluar "Aku kesana, apa papi sudah menunggu?"
Jaehyun menggeleng "Belum, sir Jeon masih membersihkan diri."
"Baiklah, aku akan bergegas setelah ini."
—
Ketukan ketiga, pintu kamar milik si putra sulung pada akhirnya terbuka. Jaehyun setia menunggu di pintu, Zack baru saja kembali setelah pelatihannya bersama Jung Hoseok, anak itu lebih sering menghabiskan waktu sendiri dibandingkan bersama saudaranya semenjak usianya semakin bertambah.
Seperti saat ini, Zack sudah memiliki privasi sendiri, keamanan kamarnya telah dipasang khusus baginya untuk menyendiri. Meski pekerja seperti Jaehyun masih bisa memasukinya, namun paling tidak pria Jeon mengatakan bahwa dirinya harus meminta izin pada sang putra sebelum memasuki ruang pribadinya.
YOU ARE READING
J E O N ' S || KV 3
RomansaKisah mereka belum sampai di penghujung cerita, ada sebuah janji yang telah terikrar untuk dipertanggung jawabkan di hadapan tuhan atas nyawa seseorang sebagai jaminan Pernikahan tulus menghadirkan beberapa nyawa sebagai pelengkap hubungan, bukan ha...
