Chapter 40: Gadis Misterius dan Archangel

82 12 0
                                    

"Hei Olivia, jangan melamun! Nanti disuruh maju ke depan sama guru galak itu loh!"

Bisikan itu masuk ke telinga kanan anak perempuan berambut pirang yang duduk di kursi tengah, menjadikannya cukup ideal untuk terlihat guru yang sedang menjelaskan di depan. Ia menoleh ke teman di sebelahnya, sosok sahabat yang selama ini bersamanya semasa SMA.

"Eh iya," ucap Olivia, menegakkan tubuhnya dan tersenyum, mengedipkan sebelah mata sebagai tanda terimakasih, dibalas sebuah senyuman manis dari temannya itu.

Olivia memang dikenal sebagai siswi yang sangat mahir di bidang akademik dan juga cukup lincah untuk kegiatan non akademik. Nilai hijau selalu tertoreh pada rapornya, dan pujian-pujian tidak kunjung berhenti menghampiri dirinya. Jadi, tidak heran kalau orang bertanya-tanya kenapa gadis yang biasanya sangat fokus belajar ini bisa melamun.

Drrrt drrrt

Olivia merasakan getaran pada kantung di roknya, kemudian diam-diam mengambil ponsel yang ia letakkan di sana. Anak itu membuka ponsel dan menurunkan brightness, membaca notifikasi yang baru saja muncul: Belle.

AAAA! Dia mengirimku pesan lagi, aduh! Aku deg-deg an, apa ya? Lalu aku harus balas apa? Ah apaan sih Olivia, bukannya wajar? Iya, iya. Aku suka dengannya, kami juga menjalin hubungan. Tapi aduh, jantungku!

"Kau ini, kenapa sih..." gumam teman di sampingnya tidak percaya, tatapannya tampak putus asa melihat sahabatnya yang sedang apa, dimabuk cinta ya namanya?

Olivia membuka pesan tersebut, kemudian membacanya. Terakhir kali mereka mengobrol adalah pukul 10 malam, ketika Olivia meninggalkan ponselnya. Lalu tadi pagi saat bangun Olivia juga mengirim pesan, namun perbedaan waktu membuat Belial telat membalas.

'Selamat pagi cantik, maaf aku baru bangun. Lagi di sekolah, ya? Ollie sudah sarapan tadi?'

Anak itu mulai mengetik dengan semangat.

'Sudah, sudah! Jaaaangan khawatir. Udah sarapan, kok! Belle juga setelah ini mandi dan sarapan bersama yang lainnya, ya! Tapi aku daritadi ngantuk, deh. Mau pulang dan tidur saja rasanya.'

'Loh, memangnya tidur jam berapa semalam?'

Olivia mengucek matanya yang terasa sedikit perih, ia tidak terbiasa dengan jadwal tidur yang terpotong. Pulang ke rumah pukul berapa ia semalam? Lebih tepatnya tadi pagi, sih. Jam 3-4, mungkin?

'Aku mematikan ponselku jam 10 malam, tapi gak bisa tidur. Belle pasti kemarin sangat sibuk, jadi aku tidak berani mengganggu.'

Terkirim.

"Serius amat, gimana keadaan pacarmu? Kasihan, kuliah di luar negeri jadi kalian LDR, deh... Beda waktu pula, pasti melelahkan," bisik gadis di sebelahnya, mendekat berusaha membaca chat Olivia dengan Belial.

Olivia menghela napasnya dan mengangguk. "Iya, nih. Dia bilang belakangan ini banyak tugas jadi harus fokus dulu." Anak itu, adalah tipe yang mudah sekali membaur dengan topik pembicaraan. Ia sempat berpikir sejenak, ternyata Asmodeus memanipulasi memori orang-orang soal Belial dengan 'pacar Olivia yang kuliah di luar negeri'.

"Hei, kalian berdua! Jangan bicara dalam kelas!"

"Ah!"

Seruan itu membuat mereka berdua kaget, guru killer yang berada di depan sekarang berjalan mendekat kedua anak itu.

"Sedang apa kalian?" tanya guru itu, menunjuk dua siswi di depannya menggunakan spidol. Olivia hanya meringis pelan, menyembunyikan ponselnya di kolong meja dan mengangguk.

Guru itu tampak sangat siap untuk menyantap mereka berdua, membuat teman Olivia menyikut Olivia sebagai kode 'woi, ngapain nih kita?!'.

Gadis itu menyadari sikutan temannya yang datang berkali-kali, memaksanya untuk memutar otak.

INFERNO: The Lost PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang