"Kita berbicara soal kemampuan prima di sini. Jangan buang latihan yang telah kalian terima selama ini begitu saja," ucap Michael tegas, ia kembali menegaskan apa yang ditampilkan pada layar.
Kekuatan prima. Belial tertegun untuk beberapa saat, memikirkan berapa besar kekuatan yang ia sembunyikan selama ini—tidak lupa dengan teman-teman dan malaikat di sini. Seorang Michael baru saja menyerukan bahwa mereka akan mengeluarkan tenaga terkuat mereka, jelas sekali bahwa perang kali ini akan berskala sangat besar.
Mereka semua berada di ruangan rahasia yang berfungsi untuk menentukan strategi perang, lengkap dengan peralatan yang ada di sana. Seluruh raja, ratu, malaikat agung, dan pangeran hadir di sana.
"Aku telah menentukan peta penyerangan. Karena kalian belum ada yang pernah menginjakkan kaki di Celestial, Gabriel, tolong tampilkan geografi Celestial," panggil Jophiel, mendapat anggukan Gabriel. Segera setelah itu, sebuah gambaran Celestial muncul di hadapan mereka semua.
"Celestial terdiri dari beberapa bagian, seperti Jinnestan. Surga memiliki tujuh tingkatan, takhta Seraphim berada pada tingkat paling atas," papar Jophiel, menunjuk ke lapisan paling atas untuk diperbesar.
"Woah."
Gumaman kagum itu terdengar bertubi-tubi dari beberapa pangeran di sana, kagum melihat ilustrasi keindahan Celestial. Pegunungan, perkebunan, taman yang sangat indah, sungai susu... Semuanya tampak indah dan sempurna.
TAK. TAK.
Suara hentakan terdengar ketika Jophiel melingkari beberapa area di sana.
"Tujuh lapisan surga. Kita anggap seluruh malaikat yang ada di atas sana adalah pasukan Seraphim. Mereka tersebar luas, maka dari itu aku sudah membagi area pertempuran. Lust," panggil Jophiel, melirik pada Asmodeus yang langsung mengedipkan matanya.
"Kau dan pasukanmu akan berada lapisan ketujuh. Greed, lapisan keenam. Sloth, lapisan kelima. Envy, lapisan keempat. Gluttony, lapisan ketiga. Wrath, kedua. Aku akan tegaskan ini, TETAPLAH berada pada posisi kalian. Kekacauan apapun yang terjadi pada lapisan lain, jangan pernah angkat kaki dari pijakan kalian. Solomon, Olivia, Andreas. Warlock yang berada dalam kendali kalian akan tersebar di setiap lapisan. Lindungi Andreas dengan nyawa kalian."
Para raja dan ratu mengangguk setuju dengan penempatan itu, memahami bahwa Jophiel memiliki rencana untuk mencegat naiknya bala bantuan ke lapisan pertama untuk memudahkan eksekusi Seraphim. Satu lapisan terdiri dari pasukan satu dosa besar, dimana satu raja akan membawa minimal lima ribu ksatria perang yang mahir.
"Kemudian untuk garda utama," lanjut Jophiel, kembali membesarkan peta Celestial lapisan pertama.
"Garda utama akan terdiri atas tujuh kebajikan agung, satu raja, dan sembilan pangeran. Kalian tidak akan bertarung bersama keluarga kalian di lapisan masing-masing. Jangan merasa sombong, aku mempercayakan kemampuan raja dan ratu karena mereka cukup kuat untuk bertarung sendiri dengan pasukannya. Tapi kalian, sekuat apapun kalian sekarang, kalian akan tetap berada di bawah perintahku."
Morax mengangkat tangannya dan hendak bertanya, "strategi apa yang akan kita bertujuhbelas gunakan? Jika kita semua berada dalam satu tim, jelas sekali akan berisiko untuk gugur secara bersamaan."
"Butuh bantuan, kakak?" tawar Camael, sorot matanya sangat terbaca kalau ia ingin menjawab pertanyaan dari Morax. Jophiel tersenyum manis dan membiarkan adiknya berbicara.
"Kalian sudah mengetahui bahwa untuk membunuh malaikat, kita harus memetahkan seluruh sayapnya terlebih dahulu. Semakin sedikit sisa sayapnya, maka akan semakin tebal pula sayapnya," mulai Camael, menampilkan foto Seraphim di layar.

KAMU SEDANG MEMBACA
INFERNO: The Lost Prince
Fantasy[END; DILENGKAPI DENGAN ILUSTRASI DI BEBERAPA CHAPTER] "...Mustahil. Pangeran itu, sudah tewas ratusan tahun yang lalu!" Tidak ada yang menyangka bahwa karya wisata itu akan membawa malapetaka. Belle Vierheller, seorang murid SMA yang bisa dikataka...