Dua Kesayangan Mama Wila

1.2K 95 8
                                        

Setelah kurang lebih delapan jam Jaendra sudah tiba di Bandara Sukarno Hatta dengan senyum merekahnya menenteng dua koper ditangannya satu koper tempat bajunya, satu koper lagi dipenuhi baju milik Winter sang anak dan tentunya juga untuk Wilana.

Setelah beberapa jam menunggu Jaendra kini kembali berada di pesawat menuju Yogyakarta, memang kalau untuk ayang tidak mengenal kata capek, ia trabas dalam satu hari.

Bermodalkan alamat saat mengirimkan paket untuk Winter, kini Jaendra tiba di Bandara Adisucipto Yogyakarta

Disana ia sudah ditunggu supir Papanya.

"Tuan muda, Tuan besar bertanya apakah Tuan ingin pulang ke rumah atau menginap di Hotel?" Ucap Supir itu

"Kagak usah formal begitu deh panggil Jaendra aja" Ucap Jaendra

"Ah baik Jaendra mau ke rumah atau hotel?" Tanya supir itu

"Lo bisa anterin gue kesini?" Ucap Jaendra.

"Ini kampung halaman istri saya" Ucap supir itu

"Yaudah anterin gue kesana" Ucap Jaendra

"Jaendra yakin? Ini tiga sampai empat jam dari sini kita akan sampai malam sekali" Ucap supir itu

"No problem, gue mau segera ketemu anak gue" Ucap Jaendra.

Jaendra merebahkan punggungnya pada jok mobil ia memejamkan matanya perjalanan yang ia tempuh sudah 10 jam ditambah ini 14 jam ia tempuh untuk bertemu Wilana dan Winter.

"Berapa jam lagi?" Ucap Jaendra saat terbangun

"Ah, sebentar lagi kita sampai" Ucap supir itu

...

Akhirnya mereka tiba di desa tempat tinggal Wilana berada.

"Jaendra mobil udah gak bisa masuk lagi jadi sepertinya kita harus berjalan kaki dari sini" Ucap supir itu

"What?! Maksud lo gue jalan kaki gitu?" Ucap Jaendra

"Iya, nanti kita bisa tanya rumah yang anda tuju, biasanya jam segini masih ramai orang" Ucap

"Yaudah, koper gue lo yang bawa ya satu" Ucap Jaendra

Jaendra melangkahkan kakinya mencari rumah yang ia cari.

"Lo bener ini jalannya? Mana katanya masih rame ini udah sepi kek kuburan" Ucap Jaendra

"Biasanya juga ada orang - orang nongkrong" Ucap supirnya

"Bentar ini bukan sih rumahnya patokannya Rumah makan kan? Lagi tutup kayaknya" Ucap Jaendra

Jaendra nekat masuk ke kediaman Bi Hana
yang sedang sepi itu

"Jaendra ini kita gak sopan masuk rumah orang ini" Ucap supir

"Ini masih teras, lagian kita kesini bukan buat maling" Ucap Jaendra

Tuk tuk

Permisi

Jaendra mengecek jendela

"Kayaknya emang lagi gak di rumah"

"WOYY MAU NGAPAIN KALIAN MAU MALING YA?!" Ucap Seseorang

"Kan udah saya bilang" Ucap sang supir

"MALING MALING BU HANA ADA MALING DI RUMAH IBU" Ucap orang itu

"Cihh, ganteng gini dibilang maling" Ucap Jaendra

Warga mengerubungi Jaendra dan sang supir.

"Bapak - bapak ini salah paham saya bukan maling" Ucap Jaendra

Never GoodbyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang