Aktifitas kembali normal sejak insiden penculikan beberapa waktu lalu. Semuanya kembali menjalankan aktifitasnya masing-masing seperti katrina yang saat ini tengah bersiap kembali ke kantornya. la sudah mengajukan surat pengunduran diri beberapa waktu lalu dan akhirnya baru disetujui, namun katrina tak bisa serta merta keluar ia diberi waktu seminggu sampai penggantinya tuba.
Pagi ini kediaman keluarga Raegan sudah ramai dengan Jonas yang bolak - balik wastafel. Lucu sekali alih - alih Katrina, justru Jonaslah yang sering mengalami mual di pagi hari alhasıl calon ayah itu lebih rewel dan manja pada Katrina
"Lemes banget"
Katrina memijat tengkuk Jonas lembut memastikan suaminya lebih nyaman.
"Kamu ada pemotretan gak hari ini?" tanya Tiffany sembari membawa gelas berisi air hangat. Jonas menggeleng bergerak mengganti posisi merebahkan kepalanya pada paha Katrina
"tapi nanti siang ada rapat internal di agensi aku harus dateng"
"yaudah kamu istirahat aja gih, aku masih bisa nyetir sendirian kok" ucap Katrina yang langsung dibantah Jonas
"No, kamu gak boleh nyetir sendirian lagi, pokoknya aku bakal anterin"
Jonas beralih memeluk perut Katrina, mencium perut istrinya itu dan memberikan usapan lembut berulang kali
"Papa gakpapa kok, tapi boleh gak pas mama kerja kamu jangan dulu rewel". Karena ia hapal sekali jika menjelang makan siang giliran Katrina yang merasakan mual itu.
"Papa percaya anak papa bisa bantu papa jaga mama selama papa gak ada, papa bakal kabulin permintaan kamu yang aneh sekalipun kalau kamu bisa bantu papa jaga mama" lanjutnya lagi
"Janji?" tanya Katrina berbinar
"Janji, mana ada ngidam kamu yang gak aku turutin?" membuat Katrina tersenyum ia bahagia dipikirkan lagi memang dirinya sering merepotkan Jonas dengan hal random namun meskipun begitu Jonas mau melakukannya meski terkadang harus menahan malu
"Gapapa, demi anak kita aku rela"
Kata dia sih mau jadi suami dan ayah yang siaga. Apa tidak makin kecintaan Katrina ini pada suaminya?
"Mami juga setuju sama Jonas, kamu gak boleh nyetir apalagi sendirian, biar supir mami yang antar kamu ke kantor bagaimana?" ucap Tiffany ikut menimpali namun sebelum katrina menjawab Jonas anak pertamanya itu lebih dulu melayangkan protes, calon ayah itu kekeh ingin mengantar sang istri bekerja meski keadaannya sendiri sedang tidak baik
"Gak, Jonas yang bakalan anter pokoknya!"
Tiffany menggelengkan kepala, putranya itu memang agak keras kepala dan ya sulit dibantah
"kamu yakin bang? nanti malah Katrina yang dibikin repot sama kamu, kalau muntah di jalan bagaimana?" ucap Tiffany berharap Jonas mengurungkan niatnya
"Hmm, gapapa kok Mi, mami gak perlu khawatir mualnya udah gak seberapa lagi, abang udah terbiasa juga, kayaknya anaknya abang kayaknya sengaja mau ngerjain papanya" ucap Jonas
"kayak kamu persis hobi ngerjain papi" ucap Tiffany
Katrina tersenyum hatinya menghangat, jadi begini rasanya menjadi ibu hamil lebih diperhatikan, dimana bahkan suaminya Jonas menjadi over protektif sejak dirinya mengandung, kadang membuatnya sedikit sebal karena terlalu berlebihan. Tapi ia benar - benar bersyukur mendapatkan perhatian yang sebegitu besarnya terlebih Tiffany, ibu mertuanya, Tiffany tak pernah absen untuk menanyakan kabar perkembangan janinnya setiap hari. Katrina tentu tidak menyangka bahwa ia sampai di titik ini, menjadi ibu adalah salah satu impiannya mengingat ia pernah divonis sulit mendapatkan keturunan ditambah tuntutan dari neneknya Jonas ibu dari ayah mertuanya dan tak jarang mendesak agar ia dan Jonas segera memiliki keturunan.
