I'm Here With You

843 69 8
                                        

Windura dan Helena pergi tergesa, setelah mendapat kabar melalui sambungan telepon dari Natalie, terdengar sangat jelas bahwa Windu mendengar teriakan Ruanth.

Nat, Ruisha suruh masuk kamar, kamu hati - hati Ruanth lagi kumat dia ga sadar ngelakuin sesuatu, oh atau gak kamu ikut masuk kamar sama Rui tunggu bang Windu sama ci Helen sampai

"Sebenernya kak Jun kenapa?" Natalie bermonolog sendiri setelah menenangkan Ruisha.

Tak lama kemudian Windu datang bersama Helena.

"Nat, udah berapa lama Ruanth kayak gini?" tanya Windu

"Sejak Nata telpon abang, kak Jun sama sekali gak buka pintunya, pintu penghubung yang di kamar juga sama kayaknya di kunci juga" ucap Natalie.

"Tau passwordnya?"

Natalie menggeleng, tadi coba tanya Ruisha tapi dianya nangis terus.

"Coba tanggal lahir Ruisha" ucap Helena

"Udah aku coba tadi tapi tetep gak bisa"

"Sorry ini gue main masuk pintunya kebuka" ucap Cakra

"Cak, bantuin gue dobrak pintu! Nat ijin masuk kamar, kalo lama - lama dibiarin Ruanth bakal lukain dirinya sendiri" ucap Windura

"Mas Windu, tenang ya jangan panik" ucap Helena

"Gak Len dia udah kambuh beberapa kali kamu inget bahkan dia gak sadar mau lompat dari balkon!" ucap Windura

"Bang Windu sebenarnya kak Jun kenapa?"

"Gangguan Psikotik ini juga masih dugaan dokternya dia gak mau terapi ke dokter lagi" ucap Windura

"Cak, Ayo!"

"Ruanth! Ini Abang buka atau abang dobrak!"

"Bang dobrak langsung aja" Cakra dan Windu  mengambil ancang - ancang setelah percobaan ke lima akhirnya pintu terbuka.

"Ru!"

"Kak Jun"

Ini pertama kalinya bagi Cakra dan juga Natalie melihat keadaan kacau Ruanth. Ruanth terduduk dengan memukuli kepalanya. Ruangan kerjanya pun sudah tidak berantakan barang - barang berserakan bahkan lemari kaca pun ikut pecah dan pecahan kacanya ada dimana - mana.

"Pergi!"

"Ru, ini bang Windu hey liat sini! Stop pukulin kepala kamu!" ucap Windu

"Kak Jun" Natalie menatap sendu Ruanth, Cakra hanya terdiam melihat Ruanth seperti itu.

"Arrggh"

"Stop Ru stop okay dia gak nyata!" ucap Windura

"Jangan gini lagi please, ya denger abang kamu gak salah kepergian Shasha itu udah takdirnya, bukan kesalahan kamu" ucap Windura

"Tenang, okay calm down"

Mata Ruanth tak sengaja bersitatap dengan Natalie. Natalie semakin sedih melihat tatapan kosong Ruanth. Namun setelahnya Ruanth tak sadarkan diri setelah Helena menyuntikkan obat penenang. Lalu akra membantu Windura untuk mengangkat Ruanth ke tempat tidur. Natalie membantu melepaskan sepatu dan mengganti pakaian Ruanth.

Setelahnya Windu, Helena, Cakra dan Natalie kini berasa di ruang tamu. Mereka nampak serius membicarakan hal yang baru saja terjadi.

"Maaf, bang Windu engga cerita sebelumnya   Ruanth selalu menyalahkan dirinya atas kematian Shasha, dan itu ternyata berdampak pada kesehatan mentalnya"

"Maksudnya?"

"Orang terakhir yang bersama Shasha itu Ruanth, hingga Agatha mamanya Shasha sempat tidak terima dan menyalahkan Ruanth. Orang tua Shasha selalu menekan Ruanth mengenai Shasha dan kamu tau sendiri Ruanth seperti apa dia akan bertanggung jawab untuk semua keputusan yang dia ambil" Windura menghela nafasnya.

Never GoodbyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang