Kesempatan Kedua untuk Hilmi

410 36 2
                                        

Natalie terlihat sibuk dengan gunting, lem dan kertas kado. Dirinya tengah mempersiapkan kado untuk anak anak muridnya seharusnya minggu lalu sekolah mereka sudah membagikan hasil pembelajaran, namun berhubung dengan kejadian penculikan tempo lalu akhirnya Jaendra sebagai ketua komite memerintahkan untuk pembagian hasil belajar ditunda lebih dulu agar kondisi lebih kondusif. Kabar penculikan itu menjadi buah bibir dan pembicaraan dimana - mana, hal itu turut membuat Natalie sedikit risih, tak terelakkan banyak pesan maupun telpon dari orangtua murid menanyakan kabar tentu saja Natalie mesti menceritakannya dengan berulang sampai bosan.

Duduk di karpet bulu, tangannya sibuk membungkus satu persatu hadiah untuk anak muridnya, ada dua puluh murid termasuk Ruisha, hadiah yang ia pilih adalah hasil akhir dari perjuangannya berselancar di situs belanja daring. pilihannya jatuh pada tumbler minum dengan berbagai warna yang akan muridnya terima secara random yya kecuali untuk Ruisha, Winter dan Jeman untuk putri, keponakan serta putri sahabatnya itu diberikan previlage untuk memilih sendiri warnanya Ruisha yang memilih warna merah muda sedangkan Winter memilih warna ungu muda sedangkan Jeman menjatuhkan pilihan di warna navy. Natalie sudah terbiasa dengan ini, ini kali ketiganya melakukan ini hanya bedanya kali ini, dirinya sering mulai lelah seiring dengan perutnya yang sudah terlihat membuncit ia baru selesai mengerjakan setengahnya dibantu Ruanth dan Ruisha tentunya, namun tiba - tiba Natalie ingin makan bolu pisang karena melihat video yang baru di upload Winlalaland Bakery milik Wilana di media sosial instagram. baru saja ia ingin menelepon Yerima sang ipar, Ruanth lebih dulu menawarkan diri untuk membelinya, sambil sekalian ambil laundry selimut dan beberapa pakaian milik mereka.

Suara pintu terbuka membuat Natalie sumringah tandanya bolu pisang yang ia tunggu akhirnya tiba, suara omelan Ruanth terdengar ditelinganya membuat Natalie penasaran, Ruanth muncul dengan dua tentengan besar sedangkan Ruisha memegang kue pesanannya dengan wajah merengut dan ada sedikit bekas air mata.

"cantiknya Nda kenapa nih?"

Ruisha berlari memeluk sang bunda dan menangis seakan meminta pertolongan dari omelan sang ayah. Tangannya sigap mengambil paperbag dengan logo Winlalaland Bakery tersebut dan menaruh benda itu di sampingnya lalu membenarkan posisinya dan Ruisha untuk duduk, sedangkan Ruanth memilih menyimpan dua tentengan berisikan laundry itu di di ruang penyimpanan.

"Cantiknya Nda kok nangis, kenapa?"

Ruisha tak langsung menjawab, beberapa detik kemudian barulah gadis itu mau bicara sambil menahan air matanya ia menceritakan semuanya. Natalie menahan tawa sejak tadi Ruisha menggemaskan saat merengek seperti ini.

"Ayah nakal, Ayah marahin Rui"

"emang Rui habis ngapain sampai ayah marah?"

"Rui mau eskrim tapi tidak boleh sama ayah"

"loh emang batuknya udah sembuh? kok minta eskrim?"

"tapi Rui pengen makan eskrim, tadi Zion sama Zean makan eskrim Rui tidak boleh makan" ucap gadis kecil itu terbata - bata

"iya kan gak boleh karena masih batuk, kemarin dokter bilang apa sama Rui?"

"jangan dulu makan eskrim dan minuman dingin" jawabnya sambil terbatuk

Natalie mengelus pelan punggung sang putri memberi ketenangan agar gadis kecil berpipi chubby itu berhenti menangis.

"Rui mau dengar tidak perkataan bunda?" tanya Natalie lembut

Ruisha mengangguk pelan ia mengeratkan pelukannya pada Natalie.

"Ayah gak bermaksud buat marahin Rui kok, Ayah justru khawatir karena Rui kan masih sakit batuknya belum sembuh, Rui boleh kok kalau mau makan eskrim tapi nanti kalau batuknya udah sembuh liat barusan saja Rui masih batuk kalau tadi makan eskrim batuknya bukannya sembuh malah makin parah"

Never GoodbyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang