Kapal Pecah

891 80 7
                                        

Natalie sibuk menggendong Winter yang sedari tadi rewel. Ruanth juga sudah menyelesaikan masakannya dan juga menu mpasi untuk Winter yang sudah di tempel menunya di kulkas oleh Wilana.

Winter, Winter little star

How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky

Winter, Winter little star
How I wonder what you are

Suara Natalie mengalun dari pelan hingga ke nada speedup hingga membuat Winter tidak lagi menangis.

"Good job Bunda" Ucap Ruanth mengusap kepala Natalie.

"Kenapa mukanya gitu?" Ucap Ruanth

"Stop! Jangan deket - deket" Ucap Natalie

"Tutupin tanda yang di leher kamu" Bisik Ruanth

Natalie melihat lehernya di cermin.

"Ckk, kak Jun nakal" Ucap Natalie menatap Ruanth tajam.

"Nyanyanyahhh mamamam" Celoteh Winter

"Winter laper ya sayang sini sama uncle Ru kita makan" Ucap Ruanth mengambil Winter dari Natalie secepat kilat dan berlari membuat Winter tertawa karena merasa seakan terbang.

"KAK JUN SIALAAAAAAN!" Ucap Natalie berteriak membangunkan semua orang disana dan segera keluar kamar. Sedangkan Ruanth asik dengan menyuapi Winter.

"Kenapa Nat?" Ucap Martin.

Namun Natalie tidak menggubris pertanyaan Martin ia dengan kesal masuk ke kamarnya setelah Yerima, Gianna dan kakaknya Katrina keluar membanting pintu dan menguncinya.

"Ru bisa jelasin?" Ucap Martin.

"Enggak kenapa kenapa dia kesel Winter gue rebut" Ucap Ruanth.

....

Wilana dan Jaendra sedang dalam perjalanan pulang setelah mengambil kebaya miliknya dan beskap milik Jaendra dari tukang jahit tak lupa gaun mungil milik si kecil Winter serta batik seragam untuk yang lainnya dan mereka juga sudah mengecek segala perlengkapan acara memastikan bahwa acara pernikahan bisa berjalan lancar

"Happy banget mama Wila" Ucap Jaendra

"Iya dong siapa yang gak happy Wila yang comblangin Mas Tian sama mbak Seola berhasil sampe pelaminan" Ucap Wilana.

"Yaudah nanti kita sampe pelaminan juga biar kamu tambah senang" Ucap Jaendra.

Wilana tersenyum.

Jaendra menggemgam tangan Wilana, menatap gadis itu saat lampu merah.

"Sabar ya sebentar lagi, kita akan resmi" Ucap Jaendra dan dapat anggukan dari Wilana.

"Winter gimana ya udah bangun belum ya Pa?" Ucap Wilana.

"Udah kayaknya deh, gausah telfon yang di rumah bentar lagi juga kita sampe" Ucap Jaendra saat Wilana ingin menghubungi Ruanth.

Jaendra dan Wilana tiba di rumah. Wilana langsung saja masuk ke dalam rumah, sedangkan Jaendra memarkirkan mobilnya dan membawa barang bawaan mereka.

Never GoodbyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang