Ketika Hati dan Logika Tak Sejalan

400 33 4
                                        

Ruanth baru saja merampungkan tugasnya, ia selesai memilah lukisan yang dibuat Shasha dan beberapa miliknya, tatapannya jatuh pada satu lukisan siluet seorang laki - laki mirip dirinya beserta catatan kecil disana

Raganya dapat ku genggam, namun hatinya sulit kuraih
Dekat, namun nyatanya jauh
Menunggu cintanya untukku hanya sebuah angan
Dihatinya hanya akan ada satu nama

Ia kembali memastikan lukisan yang lain di setiap lukisan, ada catatan kecil, sepertinya setiap perlakuan dirinya yang tidak baik Shasha menyalurkannya pada lukisan, Ruanth dapat merasakan kesedihannya, teringat di awal sebelum ada Ruisha diantara mereka. Ruanth lebih banyak mengabaikannya lebih tepatnya menganggap kehadirannya tak pernah ada.

Ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa hubungannya dengan Natalie harus berakhir saat itu dan ia harus menikahi gadis lain. Hatinya memberontak dengan mengabaikan Shasha. Rasa kecewa, marah, kesal yang menyatu sebagai dasar ia membangun benteng diri antara ia dan Shasha. Dipikirannya saat itu pernikahannya adalah hal yang paling buruk terjadi di kehidupannya, di waktu itu yang ia pikirkan hanya satu—Natalie.

Namun seiring berjalannya waktu, benteng pertahanan yang ia bangun sendiri runtuh. Hidup bersama dalam waktu yang cukup lama ditambah kehadiran Ruisha ia tak bisa mengabaikan Shasha seperti dulu. Benteng yang ia buat sendiri runtuh perlahan dengan sendirinya seiring ia menerima kehadiran Shasha dihidupnya. Ruanth masih belum paham, kepergian Shasha meninggalkan banyak tanda tanya dihatinya, perasaan yang baru ia sadari saat kini ia sudah kembali bersama Natalie. Apakah ini hanya rasa bersalah ataukah cinta yang lambat laun tumbuh tanpa ia sadari.

Ia sendiri masih belum bisa memastikan namun jika benar, ini juga tak adil untuk Natalie. Ruanth menghela nafas ya beralih mengambil telpon genggamnya,  melihat tampilan video CCTV yang sengaja ia ambil mencari kebenaran tentang siapa yang merusak lukisan itu. Dan ya Natalie tidak berbohong, Agatha memang datang ke kediaman nya dan pelakunya adalah Agatha. Ketukan pintu menghentikan ya, sekretarisnya masuk menghentikan lamunan Ruanth

"Pak Ruanth, Pak Arlan ingin bertemu dengan anda"

Arlan memang tidak bisa membiarkan dirinya bernafas dengan tenang rupanya.

"Biarkan dia masuk"

Setelahnya, pria paruh baya itu masuk dengan gaya angkuhnya duduk tanpa dipersilahkan menyilangkan tangan di dada menatap dalam Ruanth

"Papa mau minum apa? kopi atau teh?" mencoba mengabaikan intimidasi yang dibuat mantan mertua ya, sebisa mungkin menahan diri agar tidak terpancing

"Kau ingin mengundurkan diri lagi?" Basa basi dirinya tak mempan ternyata.

"Kenapa memangnya, anda takut saya membocorkan rahasia?"

"kau mencoba berbalik menyerangku?" Arlan tertawa meski menurut Ruanth tidak ada yang lucu mengenai itu

"Kau tau aku masih memegang kendali, bertahan dan nikmati penderitaanmu apapun yang terjadi atau kau mau istrimu itu yang menggantikanmu?"

"Bisakah untuk tidak melibatkan orang lain lagi jika anda ingin membuat saya menderita cukup saya, jangan libatkan orang lain lagi, apalagi Natalie saya tidak akan memaafkan anda jika terjadi sesuatu padanya"

"Wow, hebat masih angkuh menganggap diri hebat menyelamatkan orang lain nyatanya nol besar, pada Shasha saja kau tak mampu, kita lihat bagaimana caramu akan menyelamatkan wanitamu itu"

Sial Ruanth terpancing

"Apa yang sebenarnya yang anda mau?"

"Sudah kubilang, aku ingin melihatmu menderita selamanya!"

Never GoodbyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang