Misi Winter dan Ruisha

994 60 6
                                        

Ruanth menatap kearah langit dari balkon kamar yang disediakan pasangan belum halal Jaendra dan Wilana khusus untuk pengantin baru itu. Acara resepsinya sudah berakhir dia jam lalu kini ia sudah berganti pakaian lebih santai menunggu Natalie membersihkan dirinya.

"Sha, kamu pasti udah tenang sekarang kan? Terimakasih sudah menguatkan aku, terimakasih selalu ada untuk aku dan Ruisha anak kita, kamu tahu keajaiban yang kamu katakan beneran jadi nyata, entah apa yang terjadi rasanya seperti mimpi, Natalie kembali Sha, dia sudah resmi jadi istriku sekarang, jadi kamu gak perlu khawatir aku bakal bahagia disini bersama Ruisha dan Natalie dan aku harap disana kamupun sama" Ucap Ruanth menitihkan air matanya

Shasha, memiliki tempat tersendiri untuk Ruanth, bagaimanapun awal kisah mereka yang dibilang buruk namun Shasha mampu mengisi hari - hari Ruanth membuatnya perlahan ingin melupakan Natalie meski usaha ibu anaknya itu tetap gagal.

"Sha, aku janji aku akan jaga Ruisha sebaik mungkin, aku janji bersama Nata aku bakal pastikan tumbuh kembang anak kita dengan baik, emm dan kamu gak akan cemburu kan kalo aku sama Nata kasih dia adek? Rui yang mau soalnya" Ucap Ruanth seolah sedang berbicara pada Shasha

Natalie memperhatikan pria yang kini telah menjadi suaminya itu. Awalnya ia ingin menghampiri lelaki itu, namun ia urungkan setelah mendengar Ruanth menyebut nama Shasha. Bagaimanapun Nata harus berbesar hati, Shasha pasti memiliki tempat tersendiri bagi Ruanth tidak mungkin selama hampir empat tahun bersama tidak ada benih cinta tumbuh pada Ruanth, meski sedikit pasti rasa itu ada dan bisa saja tak disadari pria itu.

Natalie akhirnya memberanikan diri mendekati Ruanth dan sedikit membuat Ruanth terkejut.

"Udah beres mandinya?" Ucap Ruanth

Natalie mengangguk

"Mau kak Jun bantuin keringin rambutnya?" Ucap Ruanth

"Engga perlu kering sendiri aja" Ucap Natalie

Natalie mendekat memeluk suaminya itu, jujur ia merindukan ini pelukan Juna-nya memang menenangkan.

"Kenapa hmm?"

"Kak Jun"

"Ya?"

"Hari ini Nata bener - bener ngerasa mimpi, yang Nata peluk beneran kak Jun kan?" Ucap Natalie

"Awww"

"Kok dicubit sih?"

"Sakit kan? tandanya kita lagi gak mimpi dan kenyataannya kita berdua udah jadi suami istri" Ucap Ruanth

"Halo suamiku"

"Halo juga istriku"

"Geli ya hahaha Nata belum biasa deh"

"Hahaha, biasain mulai sekarang berarti" Ucap Ruanth

"Kak Jun juga masih gak nyangka hal ini bakal terjadi, kamu tahu kalau misalnya kamu beneran nikah sama Cakra, kak Jun gak akan pernah nikah lagi" Ucap Ruanth

"Kok gitu kasian Rui dong?"

"Kamu bakal jadi cinta terakhirnya kak Jun, kak Jun udah bertekad satu - satunya yang berhak gantiin Mamanya Rui cuma kamu" Ucap Ruanth

Natalie merenggangkan pelukannya menatap wajah Ruanth mengukir senyuman terbaiknya, Ruanth mengulur tangannya mengusap wajah Natalie perlahan.

"Mulai saat ini Nata janji bakal jadi Bunda yang baik buat Ruisha, kak Jun gak perlu khawatir kalau nanti kita dikasih Tuhan rezeki Rui punya adik, Nata bakal berusah sebaik mungkin engga bakal bedain Rui sama adiknya, Ruisha anakku juga" Ucap Natalie

"Iya Bunda, Ayah percaya kok kamu pasti bakal sayangin Ruisha sebagai gurunya aja kamu sayang apalagi sekarang beneran jadi bundanya, dia tadi pagi masih sesegukan sekarang dia bahagia banget, bahkan nanya ke semua orang kalau kamu beneran jadi Bundanya apa enggak" Ucap Ruanth

Never GoodbyeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang