Wilana sedang mengobati pipi Winter, Dissa sedari tadi bersembunyi di dada Hilmi sambil sesekali melirik Wilana dan Winter sambil sesegukan habis menangis.
"Uncle adek engga apa - apa kan? Dica cuma mau pegang pipi adek" Ucap Dissa Hilmi
"Pipi adek berdarah kena kuku Dissa, engga apa - apa itu lagi diobatin sama onty nanti Dissa minta maaf sama onty sama adek ya" Ucap Hilmi
"Dica takut onty selem onty malah onty benci Dica udah bikin adek beldalah" Ucap Dissa
"Onty cuma kaget, karena adek berdarah percaya sama uncle onty pasti maafin Dissa, sekarang coba minta maaf sama onty dan adek ya" Ucap Hilmi
Hilmi menurunkan Dissa, pertama bocah itu mendekati Jaendra menoel bahunya.
"Uncle Ja"
"Hmm, kenapa sayang mau liat adek?" Ucap Jaendra
Dissa mengangguk
Jaendra membawa Dissa ke gendongannya.
"Adek, kak Dica minta maaf" Ucapnya memandang Winter mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Winter
"Adek maafin kak Dica? Kalo diem belalti iya" Ucap Dissa
Seakan mengerti Winter tiba - tiba diam.
"Telimakacih adek" Ucap Dissa
Dissa beralih pada Wilana, ia menusukkan jarinya pada pipi Wilana berulang kali
"Onty, Dica minta maaf" Ucapnya
"Hmm"
"Onty macih malah?" Ucap Dissa yang akan menangis kembali
"Onty jangan malah dica minta maaf, engga akan pegang adek lagi suwel" Ucap Dissa sambil membentuk jari huruf V
Namun tak ada respon Wilana.
"Wil, udah maafin ihh salah kita juga gak perhatiin mereka" Ucap Gianna.
"Iya onty maafin, sini peluk dulu" Ucap Wilana membawa Dissa kedalam pangkuannya.
"Nanti kalo pegang adek hati hati ya sayang, coba onty liat tangannya" Ucap Wilana
"Nanti potong kukunya ya udah panjang"
"Onty minta maaf juga udah bentak Dissa tadi" Ucap Wilana
"Tapi adek engga apa - apa?" Ucap Dissa
"Engga, cuma pipinya berdarah kena gores kuku Dissa paling ada bekasnya tapi engga apa - apa masih bisa diobatin" Ucap Wilana
"Maaf ya onty" Ucap Dissa memeluk Wilana
"Iya sayang"
Jaendra, Gianna dan Hilmi tersenyum melihat Wilana dan keponakannya itu.
"Adek gue udah sedewasa itu ternyata" Ucap Hilmi
"Wila banyak berubah" Ucap Gianna
"Gini kali ya kalo Winter punya adek, adeknya diginiin juga gak ya nanti" Ucap Jaendra
"Aduhh"
"Pikirannya udah adeknya Winter aja lamar gih adek gue" Ucap Hilmi menoyor kepala Jaendra
"Tenang bang, udah aku siapin" Ucap Jaendra
....
Martin nampak gugup.Suho, Airin dan Martin kini sudah berada di kediaman Yerima.
"Rin, tumben banget loh kalian dateng kesini ada apa sebenarnya?" Ucap Sunny pada Airin.
"Ma, Yerim mau kasih tau sesuatu" Ucap Yerima
Yerima menyodorkan hasil pemeriksaan kandungannya pada mamanya.
