Wilana sudah seperti princess dikelilingi tiga bapak dan satu bujang tampan. Bahkan Bayu tak nampak sebagai orang tua mereka. Bayu sepertinya keringatnya mengandung formalin awet muda sekali. Tidak kelihatan seperti kakek dua cucu yang kemungkinan akan bertambah Wilana dan Jaendra yang katanya berencana tiga anak dan Bian yang gencar bikin adiknya Dissa. Tinggal dari Hilmi satu bujangnya yang belum.
Mereka tiba di salah satu restoran dekat gedung EXO Entertainment. Dan kini mereka sedang menikmati makan siang yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Ketegangan terasa oleh Jaendra ketika, Ayah dan kedua abang Wilana mendadak memasang wajah serius.
"Ekhemm, Ayah gak mau basa basi jadi tujuan kalian bertemu Ayah, Bian dan Hilmi apa?" Ucap Bayu.
"Gini ayah Wila... "
Ucapan Wilana terpotong oleh Bian.
"Biar Jaendra yang ngomong" Ucap Bian.
Bayu, Bian dan Hilmi menatap tajam ke arah Jaendra.
Jaendra tiba - tiba merasa susah berbicara saat di tatap oleh tiga orang itu.
"Gini, ehm Ja.. Ehmm" Ucap Jaendra terbata
"Lo kok jadi gagu gitu Ja serius gak sih lo?!" Ucap Hilmi.
"Serius bang serius!!" Ucap Jaendra
"Yaudah ngomong yang bener jangan gagu kayak gitu" Ucap Bian
Jaendra menarik nafas lalu ia hembuskan menetralisir rasa gugupnya, jadi maksud Jaendra sama Wilana ketemu Ayah, Bang Bian, Bang Hilmi.. Jaendra mau minta ijin dari kalian bertiga untuk menikah dengan Wilana secepatnya, tiga minggu lagi liburan Jaendra habis Yah, Bang jadi Jaendra berharap dalam waktu tiga minggu Wilana sudah jadi istri Jaendra, Jaendra bakal bawa Wila sama Winter ke Jepang" Ucap Jaendra
Wilana melirik ke arah Jaendra.
"Apa engga terlalu mepet buat persiapan?" Ucap Wilana
"Engga sayang kamu sendiri udah siapin gaun yang kamu mau kan jadi tinggal cari cincin dan Jas buat aku" Ucap Jaendra
"Lagipula Jaendra enggak mau acara mewah cukup pemberkatan dan orang - orang terdekat aja yang hadir udah cukup Jaendra sama Wila udah sepakat soal itu" Ucap Jaendra
"Jaminannya apa? kamu ingat kamu sudah mengecewakan kami,Kamu menghamili anak saya dan kamu lebih memilih pergi tidak bertanggung jawab dan meninggalkan anak saya melahirkan sendirian" Ucap Bayu
"Jaendra minta maaf untuk itu, Jaendra juga merasa bersalah ninggalin Wila gitu aja, Ayah, Bang Bi Bang Hilmi... Jaendra janji enggak akan ninggalin Wilana lagi terlebih sekarang sudah ada Winter diantara kita berdua, Winter butuh saya papanya dan Jaendra akan tebus segala kesalahan Jaendra dengan membahagiakan Wila dan Winter"
"Ayah, Jaendra tahu Jaendra keterlaluan dan gak tahu diri minta ini setelah udah sakitin Wila berulang kali tapi Jaendra harap Ayah Bang Bian, Bang Hilmi ijinin Jaendra nikahin Wilana permintaan apapun dari Ayah, Bang Bian dan Bang Hilmi akan Jaendra penuhi asal Jaendra dapat restu dari kalian" Ucap Jaendra
"Papamu sudah tau?" Ucap Bayu yang lagi mode serius.
"Udah Ayah, nanti juga papa akan hubungi ayah jika Jaendra sudah dapat ijin ayah, Bang Bi dan Bang Hilmi... Papa ingin Jaendra berusaha dulu" Ucap Jaendra
Bayu menatap Bian dan Hilmi lalu menatap putri satu satunya itu, lalu tersenyum haru, ia kembali akan melepas anaknya untuk menikah namun kali ini Bayu sepertinya lebih berat karena ia akan melepas putrinya bersama laki - laki lain ini masih jauh dari bayangannya, namun Bayu harus memutuskan.
