Zean nampak kecewa setelah mendengar kabar Uncle kesayangannya akan melangsungkan acara lamaran, bahkan sejak kedatangannya di rumah Opap dan Omamnya sapaan Zean pada Suho dan Airin moodnya sudah jelek sekali.
"Ateu Kayin jahat!"
"Hush! Kakak ngomongnya!"
"Mami, Uncle Nono kesayangan Zean"
"Iya tau, tapi kan Uncle Nono pasangan ateu Kayin, kamu masih kecil belum boleh cinta - cintaan" ucap Yerima
"Tapi tidak.. tidak boleh Zean benci ateu Kayin, ateu Kayin ambil Uncle Nono Ze"
"Unclenya gak kemana - mana malah harusnya kamu seneng Ze bakal sering ketemu Uncle Nono" ucap Yerima
"Enggak! Mami sana pergi Ze sedih"
"Yaudah Mami kasih waktu buat nangis tapi nanti minta maaf sama ateu Kayin ya"
"No!"
"Sepuluh menit Mami dateng lagi, jangan bikin Mami angry ya Ze"
Benar saja sepuluh menit kemudian Yerima kembali namun tetap saja, Zean tidak mau meminta maaf pada Katrina.
"Ze denger Mami, semua orang itu memiliki jodohnya masing - masing, Ze itu masih terlalu kecil, Mami juga bingung jelasinnya ke kakak, intinya kak Ze harusnya senang karena dengan Uncle Nono mau nikah sama ateu Kayin tandanya, kesempatan Ze ketemu Uncle Nono makin banyak, Mami tanya baik tidak berbicara dengan nada tinggi seperti itu sama yang lebih tua?"
"Tidak Mami"
"Mami tau kakak Ze sedih tapi tidak berarti kakak Ze melampiaskan sedih kak Ze dengan berkata seperti itu pada ateu Kayin, Ateu Kayin juga pasti sedih dengar keponakannya ngomong gitu"
"Sini sayangnya Mami" ucap Yerima memeluk Zean
.
Di kediaman Raegan, Tiffany sibuk berkomat -kamit pasalnya baik Dimas maupun Jonas tampak santai sekali sedari tadi dan mulai sibuk saat jam sudah menunjukkan pukul tiga sore.
"Kan Mami udah bilang, jangan terlalu santai gak enak kan kalau udah telat gini"
"Mami jangan bawel deh, Jonas lagi cari kaos kaki!"
"Halah, Mami udah siapin semuanya di meja kamu masa gak ada liat pake mata! aduh Pap dasinya miring! Jian rambut kamu sisir yang rapih!"
Jaendra dan Hilmi tiba di kediaman Raegan, menyaksikan huru hara disana. Hilmi menyapa sang mertua Yuri dan Yuda berlanjut pada Dimas dan sejenak menggoda Tiffany.
"Duh Tante yang mau punya mantu semangat banget, sampe lupa lipstiknya mecong sebelah tuh!" ucap Hilmi
"Hah? Beneran kamu Mi jangan bohongin tante ya!"
"Cek dulu deh kak sana" ucap Yuri
"Om Dimas maaf ya Gianna gak bisa ikut, Alen demam soalnya" ucap Hilmi
"Iya enggak apa - apa, lagian Alen masih bayi masih rentan lebih baik jangan dulu dibawa ke tempat ramai"
"Widih cakep amat calon pengantin, udah tau mau ngomong apa depan camer?" tanya Hilmi
"Bang degdegan gue! Duh mana nge-blank otak gue ngomong apaan nanti ya?"
"Dih, tadi bilangnya kalem ah itu mah gampang bisa abang gitu doang" ucap Jian
"Jonas, ini gak main - main loh serius, kamu gak bisa lagi menggampangkan sesuatu" ucap Yuda
"Iya Pah iya Jonas ngerti"
Semua hal mengenai seserahan sudah dipersiapkan, baik Jaendra dan Hilmi membantu Jonas membawa beberapa selebihnya ada sepupu - sepupu Jonas lain dari pihak Dimas.
