Mengurus empat anak memang tak mudah, Yerima si anak tunggal ini kini sudah memiliki empat orang anak dan kembar, ia jadi teringat kembarannya, Yerima berandai - andai jika Yemima masih hidup mungkin hidupnya tak akan sesepi ini, meski ada Martin sang suami dan keluarganya yang sangat menyayangi dirinya, Yerima tak menyangkal iapun butuh sosok papa dan mamanya, mungkin jika Yemima masih ada Papa dan Mamanya tak akan berpisah.
Sampai saat ini komunikasi mereka belum membaik, Yerima sadar perlakuannya mungkin tak pantas sebagai anak, karena mengabaikan kedua orangtuanya. Jika ditanya rindu, tentu saja rindu bagaimanapun Henry adalah papanya dan Sunny adalah mamanya. Belum reda lukanya atas pernikahan sang ayah sebagai alasan kedua orang tuanya bercerai, kini Sunny menghubunginya, meminta ijin dirinya untuk menikah kembali. Ya, sudah bisa Yerima tebak sejak pertemuan terakhir saat pesta pernikahan Katrina.
Mama❤️
Yerima, mama tidak akan memaksamu untuk hadir, mama sudah cukup dengan ijin Yerim buat mama
Mama tau, mama udah langgar janji mama pada Yerim, tapi Yerim bolehkah mama memulai kehidupan mama yang baru?
Mama akan selalu ada buat Yerim meski mama sudah menikah lagi, dia baik Yerim tak perlu khawatir
Apa dia benar benar baik? Mama bahagia dengan pilihan mama itu?
Jika mama benar benar bahagia aku juga gak mungkin menghalangi
Yerim gak perlu khawatir, dia tau kondisi mama dan dia mau terima, kita sudah merasa cocok satu sama lain dan mama bahagia dengan pilihan mama
Baiklah, Yerim dan Martin akan datang
Yerim kasih restu mama?
Iya, bagi Yerim yang penting mama bahagia
Makasih sayang mama kirim undangannya nanti
Tentu saja Yerima tak boleh egois, Sunny berhak memilih kebahagiaannya sendiri, Yerima memang kecewa tapi mamanya pasti lebih kecewa, dikhianati oleh seorang yang dulu pernah ia cintai. Meski belum seratus persen mengikhlaskan tapi ia sadar hidup akan terus berjalan mungkin ini kehendak Tuhan kedua orangtuanya memiliki jalan bahagia masing - masing.
.
Yerima memulas wajahnya dengan makeup hari ini adalah hari pernikahan mamanya, ia menepati janjinya pada mamanya untuk datang, dan sebagai wujud restunya. Acaranya dilaksanakan di Bali, ia datang bersama Martin beserta empat anaknya. Zion dan Zean sudah siap dengan kemeja dan gaun putih sesuai tema keduanya akan mengiring sang nenek saat pemberkatan nanti.
"Yerima, terimakasih sudah mengizinkan saya menikahi mamamu" ucap Andrew calon papa tirinya
"saya tahu kekhawatiranmu, tapi kamu bisa mempercayakannya kepadaku kami sama sama pernah merasakan kegagalan pernikahan dan mungkin karena itu kami saling memahami dan menjadi dekat, hingga kami berani mengambil keputusan ini. Saya harap kamu tidak terganggu dengan kehadiran saya di tengah - tengah kalian"
"Om, papa saya cuma satu om ngerti kan maksud saya?"
"Tentu saja, om mengerti Yerima tenang saja kau bebas memanggil dengan sebutan apapun yang membuatmu nyaman"
"Terimakasih om sudah mau mengerti maaf saya bukan gak senang, tapi rasanya aneh memanggil om dengan sebutan papa atau sejenisnya"
