Episode 4. Menemui calon istri

496 34 0
                                        

Lalu malam harinya di rumah keluarga Jisoo yang biasanya terlihat begitu ramai karena teman teman Min ho kebanyakan datang dan nongkrong di rumahnya kini terlihat begitu sepi.

Sedari tadi Min ho asik duduk merokok di teras rumah sembari terus-menerus menatap lurus kedepan.

Pikirannya asik melayang-layang ke segala kejadian di masa lalu dan juga masalah-masalah yang datang menghampiri keluarganya.

Dari masalah yang datang kepadanya, kepada Jisoo dan juga kepergian putranya membuat Min ho perlahan-lahan meneteskan air matanya.

Dia yang sejak dulu tak pernah sedikitpun terlihat menangis kini perlahan-lahan mulai menangis. Dia merasa sedih dan kecewa dengan takdir, mengapa takdir memberikan cobaan yang begitu besar dan beruntun kepada keluarganya.

Jika dia bisa meminta pasti dia akan meminta untuk semua masalah itu datang kepadanya saja. Hanya kepadanya, tidak pada anaknya, Jisoo.

Min ho tak tega melihat Jisoo yang terus-menerus murung dan bersedih semenjak kejadian itu. Dia yang biasanya aktif di luar rumah, memiliki banyak teman, dan selalu tampak ceria, kini tidak ada lagi semua itu.

Jisoo seperti trauma akan kejadian buruk yang dialaminya itu, kejadian itu sudah berlalu lebih dari 5 tahun yang lalu, sudah lama sekali bukan?

Tapi mengapa hingga kini Jisoo masih tetap sama, mental dan psikisnya seolah terganggu semenjak dia dinyatakan hamil diluar nikah dan keguguran karena terpeleset di kamar mandi waktu akan mandi.

Sungguh, Min ho begitu kesal dengan pria yang sempat mempengaruhi Jisoo itu, dengan kemampuan intelijennya, Min ho sudah mengerahkan semua tenaganya untuk mencari pria itu.

Dari segala penjuru sudah dia telusuri, tapi hingga kini tak ada satupun tanda-tanda keberadaan pria itu di kota ini maupun di Indonesia.

Uhm, jika pria itu sudah mati pasti Min ho akan sangat senang mendengarnya. Karena baginya hanya kematianlah yang dapat menebus kesalahan pria itu pada Jisoo.

Namun jika pria itu masih hidup, dan sekarang tengah berada di negara lain pasti suatu saat Min ho akan berusaha untuk mencarinya di luar negeri.

Tak akan dia biarkan pria itu melarikan diri, walau waktu sudah lama berlalu itu tidak membuat kesalahan pria itu turut menghilang dimakan waktu.

Min ho hanya akan memaafkan pria itu jika dia sudah datang sendiri pada Jisoo dan berlutut meminta maaf padanya.

Itupun jika Jisoo masih mau menemuinya.

Lalu sesaat Min ho masih asik dengan pikirannya tiba-tiba dari dalam rumah keluarlah Suzy dengan berpakaian daster sederhana lengkap dengan rambutnya yang di kuncir di belakang.

Mukanya yang sudah bersih dari make up menggambarkan betapa cantiknya Suzy itu.

Dia datang sembari membawa sebuah kopi hangat di atas nampan dan dimaksudkan untuk Min ho. Tak lupa di sebelah nampan itu dia juga membawa sepiring kecil gorengan yang tak sengaja dibelinya sewaktu dia pulang dari toko.

"Mas, kamu lagi mikirin apa?" tanya Suzy sembari meletakkan nampan itu di sebelah Min ho duduk kemudian Ia pun juga beranjak duduk di tempat kosong di sebelah nampan itu.

Lalu Min ho yang terkejut mendapati istrinya Suzy tiba tiba berada di sampingnya pun membuatnya langsung mengalihkan atensinya ke samping ke arah Suzy kemudian menghembuskan asap rokok dari mulutnya.

Asap itu terus mengepul hingga mengenai wajah Suzy membuatnya terbatuk-batuk dan mengipasi wajahnya dengan tangannya.

"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... Mas, ih! Kok di hembusin ke sini sih, gak enak tau baunya .." ujar kesal Suzy sembari tetap terbatuk batuk dan mengipasi wajahnya dengan tangannya.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang