Episode 123. Kata Maaf Tidak Akan Cukup

151 10 4
                                        

Lalu Jisoo yang terkejut langsung bangkit dari duduknya. Ia mengalihkan pandangannya kearah Jennie dan temannya bergantian.

"Maksudnya ini apa, Jen? siapa yang mau kamu habisi?" tanya Jisoo gemetar.

Lalu Jennie hanya terdiam, ia tak bisa mengatakan apapun. Lantas Sooyoung yang sudah tidak tahan pun segera membuka suaranya.

"Ya Lo lah Jisoo. Lo yang mau kita habisi! Jennie itu suka sama Taehyung, suami Lo. Lo lepasin suami Lo buat Jennie gih. Lo temen baiknya kan? harusnya nggak papa lah ngalah dikit." ucap santai Sooyoung. Sementara Jennie yang mengetahui itu langsung mengalihkan pandangannya kearah Jisoo. Pandangan mereka bertemu saat itu.

Keduanya terus bertatap-tatapan dalam suasana yang tak bisa terbayangkan. "Jadi, bener Jen? Kamu suka sama Taehyung?" tanya Jisoo mencoba menahan air matanya. Merasa kecewa dengan pernyataan itu.

"Jisoo, aku..." Jennie terdiam sejenak, mencoba mencari kata-kata yang tepat. "Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku tidak pernah bermaksud untuk jatuh cinta pada Taehyung. Tapi, hatiku tidak bisa berbohong. Aku mencintainya."

Jisoo terdiam, matanya berkaca-kaca. Dia merasa seperti dunianya runtuh dalam sekejap. Teman baiknya, Jennie, mencintai suaminya. Rasanya seperti pukulan telak baginya.

Lalu tanpa diminta, Jisoo pun menangis. Ia terdengar begitu perih, sakit mengetahui kenyataan itu. Ia ingat, sebelumnya Jennie sempat cerita perihal ia yang menyukai bosnya. Dan dia yang bekerja di perusahaan Taehyung, otomatis bosnya adalah Taehyung.

Rasanya masih sulit bagi Jisoo mempercayai semuanya.

"Kau mencintainya? sejak kapan, lama ya?" tanya Jisoo sembari berlinang air mata.

Jennie hanya terdiam sembari matanya menatap lekat kearah Jisoo.

"Kenapa kau bisa mencintainya, Jen. Dia bilang sudah ada istri kan? dan istrinya itu aku. Apa yang kamu pikirkan Jen? kamu mau menghabisiku hanya demi merebut Taehyung, suamiku? jahat ya kamu Jen, jahat. Sejak dulu aku nggak pernah mengusik percintaanmu. Tapi sekarang kamu ingin merenggut kebahagiaanku, merenggut suamiku dariku. Kita sudah ada anak Jen, apa kamu nggak mikirin itu, hah?!" ucap marah Jisoo. Ia hampir saja menampar Jennie kalau saja ia tidak ingat Jennie adalah temannya.

Jennie merasa hatinya hancur saat mendengar kata-kata Jisoo. Dia tidak pernah bermaksud menyakiti temannya, tetapi perasaannya terhadap Taehyung tidak bisa diabaikan. Dia telah mencoba mengesampingkan perasaan itu, mengabaikannya, tetapi perasaan itu hanya semakin kuat setiap harinya.

"Jisoo, aku minta maaf. Aku tidak pernah bermaksud semua ini terjadi. Aku tidak pernah ingin menyakitimu," ucap Jennie, suaranya gemetar karena emosi.

"Tapi kau telah menyakitiku, Jen. Kau menyakitiku lebih dari yang bisa kau bayangkan," balas Jisoo, suaranya penuh dengan rasa sakit. "Aku percaya padamu, aku berbagi rahasia denganmu, dan beginilah cara kau membalasku? Dengan mencoba mencuri suamiku dariku?"

Jennie menundukkan kepalanya, tidak bisa bertemu pandangan Jisoo. Dia tahu dia telah membuat kesalahan yang mengerikan, tetapi perasaannya terhadap Taehyung terlalu kuat untuk diabaikan.

"Aku tahu aku membuat kesalahan, Jisoo. Aku tahu aku menyakitimu, dan aku sangat menyesal. Tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Aku mencintai Taehyung, dan aku tidak bisa mematikan perasaan itu," ucap Jennie, suaranya hampir seperti bisikan.

Jisoo menangis, rasa pengkhianatan menusuk hatinya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa sahabatnya akan menjadi orang yang mengkhianatinya dengan cara seperti ini.

"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, Jen. Aku tidak tahu bagaimana melewati ini," ucap Jisoo, suaranya terputus. "Aku mencintai Taehyung, tapi aku tidak bisa membayangkan kehilangan dia karenamu."

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang