Episode 129. Jangan Gila!!

108 9 7
                                        

"Kau? apa yang kau lakukan disini dan mana kolegaku? kenapa justru kamu yang ada di sini, terus itu kenapa pakaianmu seperti itu? apa yang mau kamu lakukan?" Taehyung ingin pergi dari tempat itu. Dia berjalan mundur, namun sesaat ia mundur rupanya pintu sudah tertutup.

Saat ia menarik gagang pintu rupanya pintu sudah terkunci. Sial! sepertinya ia kena jebakan kali ini.

"Tidakkah kamu merindukanku, Taehyung sayang? aku merindukanmu. Aku tidak ada cara lain agar bisa berdua denganmu seperti ini. Lihatlah, setelah beragam cara aku berhasil menemuimu tanpa harus ketahuan Jisoo kan?" gadis itu sudah benar-benar gila. Dia dengan pakaian tembus pandang itu segera berjalan manja kearah Taehyung dan sempat menggigit bibirnya sesaat sudah ada tepat di hadapan Taehyung.

Glek ...

Taehyung langsung menelan ludahnya sesaat melihat penampilan gadis itu yang lumayan seksi. Buah dadanya yang menyembul serta miliknya yang tampak jelas membuat Taehyung menahan nafas saat itu.

Ia berulang kali mengalihkan pandangannya kearah lain guna menghindari pemandangan jelek di hadapannya.

"Apa yang kamu mau dariku, Jen? ini sudah salah. Aku kira beneran ada rapat makanya aku datang. Tapi, mengapa kamu ... ah sudahlah. Sekarang lepaskan aku, biarkan aku pergi." Taehyung dengan tegas memalingkan pandangannya kembali ke arah Jennie. Ya, Jennie. Teman lama Jisoo itu terlihat menatap tajam, namun dengan senyuman yang penuh arti mengarah ke Taehyung.

Tanpa mengindahkan ucapan Taehyung, Jennie terus melangkah maju. Tidak peduli dengan kata-kata Taehyung, Jennie tetap berjalan dengan mantap, menunjukkan betapa ia sangat mencintai Taehyung dan berani melakukan apapun untuk mendapatkan cintanya.

"Rapatnya denganku Taehyung sayang. Sudahlah, kamu jangan berkelit lagi. Disinilah denganku malam ini, tinggalkan Jisoo. Kamu tidak akan bisa puas jika hanya bermain dengan perempuan lemah seperti dia. Kamu sudah meminum obat perangsang kan? ku pastikan sebentar lagi kamu akan menjadi milikku." ucap Jennie. Dia segera saja mengalungkan tangannya ke leher Taehyung sesaat Taehyung sudah ada di hadapannya.

Namun, begitu Jennie menyentuh lehernya, Taehyung segera saja mendorong bahu Jennie hingga Jennie mundur beberapa langkah ke belakang, bahkan hampir terjatuh.

"Mati aku! jadi yang Jaemin berikan tadi obat perangsang? tunggu, apakah benar yang memberikannya itu Jaemin? sialan! awas saja kau Jaemin!" batin kesal Taehyung setelah mengingat jika sebelumnya Jaemin sempat memberikannya sebuah minuman yang setelah meminum itu Taehyung merasakan sensasi aneh di dalam tubuhnya.

Dalam benaknya, ia mencurigai bahwa Jaemin adalah orang yang memberinya minuman tersebut dan kemungkinan bekerja sama dengan Jennie. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana mungkin mereka bisa bekerja sama?

"Tae!! ayolah jangan munafik. Kamu sudah meminum itu. Jaemin yang memberikannya. Dia adalah sepupuku, sudah tentu akan membantuku, meskipun nanti pasti akan kamu pecat dari kantormu, benar kan? sudahlah. Jangan menahan-nahan lagi, bermainlah denganku. Kita hanya berdua sekarang, Jisoo takkan mengetahuinya. Ku pastikan dia atau siapapun takkan mengetahuinya ya? ayo, Tae," Jennie masih juga membujuk Taehyung yang kini pikiran dan tubuhnya semakin terbakar oleh efek obat laknat itu.

Matanya sudah terlihat sayu dan tidak stabil. Taehyung merasakan kesulitan yang luar biasa untuk keluar dari hotel tersebut setelah mengetahui bahwa ia telah meminum obat yang terkutuk itu.

"Tae," Jennie kembali mendatangi Taehyung dan meraih tangannya, namun Taehyung menolak dengan tegas, menepis tangannya dengan kuat.

"Berhenti! sudahlah jangan gila. Aku takkan pernah melakukan itu bersamamu." Taehyung terus menolak, hingga akhirnya Jennie yang sudah sangat kesal segera saja mendorong kuat bahu Taehyung hingga Taehyung terdorong mundur dan terpojok ke tembok.

Saat itu Jennie hanya menatap tajam kearah Taehyung sampai akhirnya ia daratkan sebuah ciuman ke bibir Taehyung dan sempat melumatnya.

"Eughh, Jen!" Taehyung langsung berontak. Dia mendorong kuat bahu Jennie hingga Jennie terpaksa mundur beberapa langkah ke belakang dengan cukup kuat.

"Jangan gila jadi cewek! apa yang udah kamu lakuin gak bisa di toleransi sama sekali!" Marah Taehyung. Ia hampir saja mendatangi Jennie dan menampar wajahnya, sampai beberapa saat setelahnya pintu hotel terbuka lebar dan menampakkan sesosok lelaki yang langsung saja beranjak mendatangi Taehyung dengan tergesa.

"Tae, Lo nggak papa?" tanya pria itu.

"Gue nggak papa, thank ya, Jim udah bantuin gue." balas Taehyung. Ia segera saja meraih pundak Jimin dan memeluknya.

"Iya sama-sama. Tadi gue kayak dapat sinyal gitu kalau Lo lagi kena masalah di sini. Jadi gue coba nyogok pihak keamanan disini buat buka paksa pintu hotel ini." sahut Jimin. Dia adalah sahabat Taehyung, temannya di kantor sekaligus bawahannya.

Sejak menugaskan Jimin untuk menjadi mata-matanya dan pengawalnya, Taehyung selalu merasa aman. Bahkan kini di saat Jennie dengan nekat melakukan hal gila ini, Jimin sudah dengan siap membantu Taehyung.

"Tunggu ini?" Jennie sempat bingung dengan kedatangan Jimin. Dia menatap tajam kearah Jimin karena sudah menggagalkan rencananya.

"Lo keluar aja dan buruan ke apartemen. Lo selesaiin aja kebutuhan nafsu Lo itu sama bini Lo. Soal Jennie biar gue yang urus." ucap Jimin yang langsung di jawab anggukan oleh Taehyung.

Dia dengan tubuh yang sudah tidak karuan akibat obat perangsang segera saja berlari tunggang langgang kembali ke apartemen untuk menuntaskan kebutuhannya bersama istrinya, Jisoo.

Sementara itu di hotel tadi, suasana semakin tegang. Jimin dengan tegas mengurung Jennie di dalam kamar hotel, sementara Jennie terus meronta-ronta memohon untuk dilepaskan. Namun, Jimin tidak bergeming dan memasang ancaman yang membuat Jennie semakin takut.

"Jika kamu masih terus ganggu Taehyung, jangan salahkan aku kalau aku akan kasar padamu, Jen. Ingat ya, tindakanmu ini akan segera dapat balasannya."  ujar Jimin dengan suara yang penuh ketegasan sebelum akhirnya meninggalkan kamar tersebut.

.........................................


Di perjalanan menuju apartemen, Taehyung merasakan gelombang panas yang tak tertahankan di tubuhnya akibat obat perangsang yang tanpa sengaja diminumnya. Begitu tiba di apartemen, naluri bawaannya segera menguasai dirinya dan dia langsung mengajak Jisoo untuk berhubungan intim.

Meskipun terkejut dengan tindakan tiba-tiba Taehyung, Jisoo memutuskan untuk meladeni keinginannya. Meskipun dia tidak sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi, Jisoo merasakan tubuhnya terbakar oleh gelombang panas yang tak terkendali. Dia merasa seperti terbakar hidup-hidup, namun dia tidak bisa menolak Taehyung. Ada sesuatu yang begitu memikat dalam keberanian Taehyung yang membuatnya tak bisa menolaknya.

Mereka berdua terjebak dalam gairah yang membara, tanpa bisa mengendalikan diri. Taehyung meraih tubuh Jisoo dengan penuh nafsu, menciumnya dengan ganas dan meraba-raba setiap inci tubuhnya. Jisoo merasa seperti terbang ke langit ketujuh, terbuai oleh sentuhan Taehyung yang begitu intens.

Mereka berdua terus bergulat dalam gairah yang membara, tak peduli dengan apapun di sekitar mereka. Mereka terus merayakan keintiman mereka dengan penuh nafsu dan keinginan yang tak terbendung. Meskipun awalnya terjadi karena obat perangsang, namun apa yang mereka rasakan saat ini begitu nyata dan tulus.

Setelah mereka selesai, Taehyung dan Jisoo terbaring di atas tempat tidur, napas mereka masih terengah-engah. Mereka saling menatap, masih terpaku dalam keintiman yang baru saja mereka bagikan. Meskipun awalnya terjadi karena obat perangsang, namun apa yang mereka rasakan saat ini begitu nyata dan tulus.

"Maafkan aku, Sayang," ucap Taehyung pelan, matanya penuh dengan penyesalan. "Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini."

Jisoo tersenyum lembut, mencoba menenangkan Taehyung. "Tidak apa-apa, sayang. Kita berdua terbawa arus gairah yang begitu kuat. Yang penting sekarang adalah kita saling mendukung dan saling mencintai."

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang