Episode 121. Ayo Maju Terus, Jangan Menyerah

98 7 3
                                        

Beberapa saat pun telah berlalu, kini Jennie dan temannya, Sooyoung, tengah duduk berdua di ruang tamu apartemen Jennie

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Beberapa saat pun telah berlalu, kini Jennie dan temannya, Sooyoung, tengah duduk berdua di ruang tamu apartemen Jennie. Mereka terlihat begitu asyik dengan obrolan mereka, tertawa riang sambil saling berbagi cerita tentang kehidupan mereka.

Jennie, dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai indah, tersenyum manis sambil menatap Sooyoung dengan penuh kehangatan. Sedangkan Sooyoung, dengan rambut cokelatnya yang tergerai lembut, juga tersenyum balik sambil menatap Jennie dengan penuh keakraban.

"Lo emang mood booster gue banget deh, Sooyoung. Kalo gada Lo pasti gue nggak akan ketawa-ketawa gini nih. Gue pasti akan terus murung, sedih, mikirin kisah cinta gue yang rumit itu ...,"

"Btw, Lo kesini nggak di cariin sama pacar Lo? biasanya dia ngamuk-ngamuk kan tiap saat Lo nggak ngabarin dia waktu pergi. Dia gimana sekarang?" tanya Jennie.

"Santai aja kali, sis. Tuh cowo udah mingkem. Gue udah ngasih dia apem gue makanya dia bolehin gue pergi. Kalo aja dia nggak gue kasih servis, pasti Lo tau kan gimana dia sama gue? pasti gue udah di kurung tuh di kosan dia sampe pagi ...,"

"Oh iya, Lo bilang lo mau bahas soal cinta Lo itu ya? Lo mau gue gimana? habisin temen Lo itu biar Lo bisa dapetin suaminya, atau Lo mau gue bawa kabur tuh cowo buat Lo?" sialan, temannya yang satu ini memang pengen di sentil ginjalnya.

Dia dengan tenang mengungkapkan semua itu, yang tentu saja perkataannya membuat Jennie tak sabar untuk menahan diri agar tidak menyentil dahinya.

"Bangsat Lo ya! itu temen gue, bisa-bisanya ya mulut kotor Lo itu ngomong gitu. Mau gue cocolin sambel tuh mulut lo biar bisa di atur, hmm?" Jennie tampak merespon ucapan temannya itu dengan gelak tawa.

Dia merasa lucu, meskipun terkadang juga merasa jengkel.

"Eh, gue serius anjir. Gue beneran mau bantuin Lo kalo Lo emang pengen gue bantuin itu. Emang Lo mau gimana sekarang? Lo suka kan sama tuh cowok, ehm Taehyung, ya Taehyung. Lo mau gimana sekarang sama dia? masa Lo mau nyerah gitu aja sih? Jennie yang gue kenal itu nggak pernah nyerah kalo soal cinta ...,"

"Ayo, Lo maju terus. Jangan nyerah, jangan berhenti kalo itu cowo belom Lo dapetin." Sooyoung tampak menyemangati Jennie. Dia memang benar-benar ingin membantu Jennie, meskipun caranya ini salah dan tidak bisa di benarkan.

"Makasih banyak ya, bestie. Tapi, istri dari Taehyung itu temen gue. Temen baik gue. Lo tau kan gimana gue sama Jisoo. Gue dulu bucin banget sama dia, sayang banget. Nyakitin dia gini bukan gue banget. Gue nggak tega harus nyakitin dia dengan rebut suaminya gitu ...,"

"Please, Lo kasih saran gue dong gue harus apa sekarang. Gue pusing, gue cinta banget sama tuh cowok, tapi gue nggak enak sama Jisoo." Jennie tampak memeluk singkat Sooyoung, kemudian menegakkan tubuhnya kembali.

Dia merasa beruntung memiliki teman seperti Sooyoung yang biasanya di tempat kerja di panggil dengan nama Joy. Temannya yang toxic abis itu selalu berkata kasar padanya, sering mengajaknya minum-minum ataupun pesta sex di tempat langganannya.

Dia selalu membawa kesan buruk pada Jennie, namun Jennie suka berteman dengannya. Dia setia dan selalu bersedia membantu Jennie setiap kali Jennie memerlukan bantuannya.

Seperti hari ini, Sooyoung bersedia membantunya, meskipun ini adalah masalah yang rumit yang mungkin dirinya saja tidak mampu untuk menghadapinya.

"Bangsat, Lo jangan berhenti dong. Terus maju, jangan pikirin soal temen kalo udah bahas cinta. Lagian ini hidup-hidup Lo, Lo yang jalanin, jadi Lo nggak usah mikirin Jisoo. Udah, Lo maju terus. Rebut Taehyung dan singkirin Jisoo. Lo nggak akan bisa bahagia kalo Lo cuma gini-gini terus ...,"

"Ehm, Jen. Gue ada rencana. Gini ...," setelah itu, Sooyoung dengan lembut membisikkan sesuatu pada Jennie, membuatnya terkejut dan tidak bisa mempercayai semua kata-kata yang terucap dari mulut Sooyoung.

"Gila ya Lo! nggak bisa. Masa Lo mau gue ngelakuin itu sih? itu temen gue, Joy. Temen gue. Cari cara lain lah, jangan itu. Gue nggak enak ngelakuinnya." ujar Jennie merasa tidak setuju dengan saran Sooyoung itu yang di rasanya sangat liar dan tidak masuk akal.

"Ck, yaelah, Jen. Lo jangan ngerasa nggak enak nggak enak segala. Ngapain sih Lo! udah, Lo nurut aja kata gue, lakuin apa yang gue saranin tadi ...,"

"Ehm, Jen. Besok kantor Lo libur kan, tanggal merah? Lo ikut gue yuk, kita pesta sex di tempat biasa. Lo perlu hiburan, Jen. Perlu healing biar nggak setres. Ya, Lo mau kan? besok kita gass ke sana kalo Lo mau." ajak Sooyoung dan Jennie yang memang sudah pusing, tanpa pikir panjang langsung menganggukkan kepalanya dan bersedia ikut Sooyoung besok ke tempat biasa mereka pergi.

"Besok, kita ke bar juga ya, gue pusing banget. Kayaknya beberapa botol bagus buat hilangin pikiran mumet gue. Lo bawa cowo Lo sekalian ya, nanti kita bisa gass pesta bareng-bareng. Kayaknya bener kata Lo itu, gue perlu healing." ucap Jennie.

Tiba-tiba, dengan penuh keisengan, Sooyoung yang gemas langsung meraih kepala Jennie dengan lembut. Tanpa ragu, dia memberikan ciuman singkat di bibir Jennie, menciptakan momen yang penuh keintiman di antara mereka.

"Eh, anjrit Lo! main nyosor-nyosor aja. Kotor dah bibir gue." ucap kesal Jennie setelah mengetahui bahwa Sooyoung dengan tiba-tiba mencium bibirnya dan meninggalkan bekas yang nyata bagi Jennie.

Hahahaha ....

........................................................


Sementara itu, Jisoo yang sudah lebih dulu tertidur, tiba-tiba terbangun oleh tangisan Hyun Woo. Tanpa ragu, dia segera mengambil posisi untuk menyusui anaknya dengan penuh kasih sayang, sementara itu Taehyung masih terlelap di sebelahnya. Jisoo merasa bersyukur memiliki dua orang yang sangat dicintainya di sampingnya.

Saat Hyun Woo selesai menyusu, Jisoo memeluknya dengan lembut dan mencium kening mungilnya. Dia merasa begitu bahagia memiliki seorang anak yang begitu lucu dan menggemaskan. Hyun Woo pun mulai mengantuk lagi, dan Jisoo dengan lembut meletakkannya kembali di tempat tidurnya.

Jisoo kemudian menatap Taehyung yang masih terlelap. Dia tersenyum melihat wajah tampan suaminya itu. Meskipun mereka menikah belum genap satu tahun, Jisoo merasa selalu jatuh cinta setiap kali melihat Taehyung.

Dengan hati yang penuh cinta, Jisoo mencium bibir Taehyung yang lembut. Taehyung pun akhirnya terbangun dari tidurnya dan tersenyum manis melihat Jisoo yang berada di depannya.

"Selamat malam, sayang," ucap Taehyung sambil mengusap mata yang masih mengantuk.

"Selamat malam juga, sayang. Maaf jika aku mengganggu tidurmu tadi," ucap Jisoo sambil tersenyum.

Taehyung hanya menggelengkan kepala dan mencium Jisoo dengan penuh cinta. Mereka berdua saling bertatapan dengan penuh kasih sayang, merasa bersyukur memiliki satu sama lain.

Sementara itu, Hyun Woo kembali tertidur dengan tenang di antara kedua orang yang paling dicintainya di dunia ini. Mereka adalah keluarga kecil yang penuh cinta dan kebahagiaan, dan tidak ada yang bisa menggantikan tempat istimewa mereka di hati satu sama lain.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang