"Kak, please ya. Malam ini tinggal di rumah ini saja, lagipula kenapa kakak sama kak Taehyung harus tinggal di apartemen sih, kan di sini juga ada mama sama papa. Jadi kakak tidak akan kesepian saat kak Taehyung pergi ke kantor. Kak, maaf ya, sebelumnya aku sudah tau semua rahasia dan masa lalu kakak. Mama dan papa sudah memberitauku semuanya di grup keluarga. Jadi dengan semua rasa trauma kakak, kenapa sih kakak harus tinggal di apartemennya kak Taehyung, bukannya kalo di sana kakak akan sendirian ya? kak, please ya, tinggal disini aja," ternyata Yerim sudah mengetahui masa lalu Jisoo dan semua masalahnya. Hye Kyo dan Joong Ki sudah mengatakannya, bahkan Jisoo tak tau bagaimana mereka mengatakannya.
Takutnya jika mereka mengatakannya pada orang lain mereka akan menambah nambahkannya atau pun mengurangi beberapa fakta yang terjadi. Namun, rupanya mereka mengatakannya yang sebenarnya. Jika mereka tak mengatakannya yang sebenarnya, harusnya ekspresi Yerim tak akan seperti ini kan, dia takkan mengatakan semua ini kan?
"Yer, kalo Jisoo nggak mau tinggal di sini ya biarkan, nggak usah dipaksa begitu. Kakak iparmu itu pasti ingin tinggal berdua dengan kakakmu. Mereka kan baru menikah, jadi anggap saja bulan madu," sahut Hye Kyo. Disini Hye Kyo mencoba mencairkan suasana yang terlihat sedikit hening. Meski dengan adanya Yerim tidak begitu hening, tetap saja, Jisoo yang terus terdiam membuat Hye Kyo khawatir jika Jisoo akan menolak permintaan Yerim. Karena jika Jisoo menolaknya, itu tandanya Jisoo masih marah padanya kan? lagipula ekspresi wajahnya masih terlihat seperti itu.
Lalu Yerim pun terlihat murung setelah mendengar perkataan Hye Kyo. Dia mulai merasa bahwa ucapan ibunya mungkin benar adanya. Pasalnya, hingga saat ini Jisoo belum memberikan jawaban yang pasti. Jisoo terus diam dan bahkan menundukkan wajahnya kali ini.
"Yaudahlah, kak. Kalau kakak emang nggak mau tinggal disini ya, nggak papa. Aku nggak akan maksa lagi. Sepertinya ucapan mama ada benarnya. Kakak lagi pengen bulan madu kan sama kak Taehyung, pengen hidup berdua dengannya aja kan? Huh, sebel deh akuuh. Nggak bisa manja-manja sama kak Taehyung lagi. Sekarang kan kak Taehyung sudah menikah, jadi kakak pasti lebih manjanya sama kak Jisoo. Pasti sekarang kakak udah gak mau manjain aku," Yerim terlihat semakin cemberut setelah mengucapkan itu. Dia bahkan juga sempat melirik kearah Jisoo sebelum akhirnya ikut menundukkan kepalanya.
Hahaha ...
Disini Taehyung sempat tertawa dan dengan lembut mengusap kepala Yerim setelah mendengar ucapannya. Dia tersenyum melihat adiknya yang masih suka bermanja dengannya. Meskipun telah kuliah di luar negeri, Yerim tidak merasa bosan bahkan terlihat semakin manja. Kelakuannya yang dulu serasa tidak hilang dalam diri Yerim.
"Dek, kamu ini kok masih suka manja-manjaan sama kakak sih, kamu itu kan udah gede, udah dewasa, pacar kamu apa gak marah waktu lihat kamu manja-manjaan sama kakak? gak cemburu dia?" pertanyaan Taehyung itu berhasil menarik perhatian Yerim. Dia yang sebelumnya menundukkan kepalanya langsung menaikkannya lagi setelah mendengar ucapan Taehyung.
"Pacar? iya ya, dia kan belum ku kabari kalo aku udah balik. Astaga, kak, makasih ya udah ngingetin. Hampir aja aku lupa ngabari Mark kalo aku udah balik ke Indonesia," setelahnya Yerim terlihat meraih tas selempang miliknya dari samping tubuhnya, kemudian membukanya dan meraih ponselnya dari dalam sana. Dia ada sempat mengirimkan pesan pada seseorang sebelum akhirnya menutup ponselnya dan menaruhnya kembali di dalam tas.
"Tunggu. Mark? Mark anaknya pegawai kakak itu ya? Kalau nggak salah, ehm .. Siwon, iya Siwon yang dulu sempat kakak pecat karena korupsi. Kamu jadian sama anaknya? sejak kapan, kok kakak nggak tau?" tanya Taehyung penasaran. Disini bukan hanya Taehyung yang penasaran, tapi Hye Kyo juga. Wanita itu juga terkejut dan penasaran dengan Yerim yang ternyata sudah memiliki pacar. Setahunya sejak dulu Yerim begitu tertutup mengenai pacar. Tak pernah di temuinya anak gadisnya itu berpacaran ataupun berhubungan dengan seorang pria. Yerim begitu manja dengan kakaknya dan sifat manjanya itu lah yang Hye Kyo yakini jika Yerim tidaklah memiliki seorang kekasih.
Namun, fakta yang mengatakan jika Yerim memiliki kekasih hari ini cukup membuat Hye Kyo terkejut. Dia tak percaya jika anak gadisnya akan mengerti soal pacaran kali ini.
"Iya kak, aku sudah punya pacar. Bahkan, jauh sebelum aku kuliah di luar negeri aku udah punya pacar. Lagipula memangnya kenapa kalo dia anaknya om Siwon, Om Siwon kan korupsinya udah dari lama, sekarang Om Siwon sudah berubah kak, Om Siwon sudah membuka bisnis sendiri. Oh iya kak, barusan Mark mengundangku kerumahnya, aku boleh ya pergi ke rumahnya sebentar. Aku ingin melihatnya, sudah sejak lama sekali loh, aku tidak melihatnya. Aku merindukannya kak, boleh ya aku pergi ke rumahnya sebentar," awalnya Taehyung hanya manggut-manggut mendengar ucapan Yerim. Namun, setelah mendengar ucapan terakhirnya, Taehyung begitu terkejut. Dia tak habis pikir dengan Yerim yang akan meminta ijin padanya untuk menemui pacarnya.
Apalagi memiliki pacar seperti ini. Taehyung sungguh tak percaya jika Adiknya yang sejak dulu tak pernah terbuka soal laki-laki kini telah memiliki kekasih.
Lalu setelah beberapa pembicaraan, Jisoo pun ijin pergi ke dapur untuk sekedar minum. Ia pergi dengan sedikit lama karena saat itu ia masih juga memikirkan keputusan apa yang akan diambilnya nanti untuk merespon permintaan Yerim. Jisoo terus memikirkan itu, sampai suatu ketika ...
"Jisoo .. tunggu," Hye Kyo datang menghampiri Jisoo dan menghadang langkahnya saat itu. Dia tak hanya menghadang tapi juga mencekal lengan Jisoo agar Jisoo tidak bisa kembali.
"Kamu masih marah ya sama mama, kamu tidak bisa ya memaafkan mama untuk kali ini saja? mama kan tidak melakukan sesuatu yang berbahaya dengan Taehyung. Mama cuma memeluk lengannya saja. Lagian di luar sana juga banyak kan ibu-ibu yang suka manja seperti itu dengan anaknya. Tolonglah Jisoo, maafkan mama kali ini. Mama sudah tak kuat lagi menahan ini semua. Mama merindukan waktu-waktu bersamamu di rumah ini, please ya maafkan mama dan bersedialah untuk tinggal beberapa hari lagi di rumah ini," bujuk Hye Kyo.
"Mama bilang cuma ya, baiklah, mungkin aku tidak akan pernah memaafkan mama lagi. Mama terlalu meremehkan itu semua, mama tidak pernah berpikir bagaimana respon istri anaknya nanti saat mama bersikap seperti itu. Mama cuma memikirkan perasaan mama saja tanpa memikirkan orang lain. Mama egois dan mungkin aku akan memaafkan mama jauh lebih lama dari sebelumnya," setelahnya Jisoo melepas cekalan tangan Hye Kyo pada lengannya, kemudian berjalan melewatinya menuju keruang tamu kembali. Disini Jisoo tidak mengajak Hye Kyo melainkan mengabaikannya. Ia tak ingin setidaknya mengajaknya ataupun menggandeng tangannya seperti sebelumnya.
Perasaan kecewa sudah cukup mempengaruhinya hingga membuatnya begitu enggan bahkan malas untuk merespon ibu mertuanya lagi.
Jleb!
"A .. a-apaa ... aku egois? benarkah aku egois? apa aku terlalu mementingkan perasaanku hingga melupakan orang lain? Huufftt .. benar. Sepertinya aku memang cukup egois, aku jahat dan tidak pantas untuk Jisoo memaafkanku. Harusnya aku meminta maaf ke Jisoo untuk tak melakukannya lagi, harusnya aku tak mengatakan hal tadi biar Jisoo tidak semakin marah padaku. Harusnya aku tidak mengatakannya," Hye Kyo terlihat meneteskan air matanya saat itu. Dia merutuki dirinya sendiri dan menyalahkan dirinya atas kebodohan yang kembali di lakukannya. Kebodohan yang membuat harapannya semakin terasa jauh. Harapannya untuk Jisoo memaafkannya sepertinya akan terasa sulit sekarang. Jisoo sudah semakin marah padanya. Bahkan, terlihat enggan untuk menatapnya lagi.
"Kenapa kau begitu bodoh Hye Kyo. Kenapa kau tidak berubah, kenapa kau malah mengatakan semua hal tadi. Harusnya kau tidak menyusul Jisoo agar Jisoo tidak semakin marah padamu. Harusnya kau meminta maaf padanya dan berjanji padanya untuk tidak melakukannya lagi," lanjut Hye Kyo dalam hati.
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
