"Ehm, sayang, tadi kamu waktu pulang kok kayak gimana gitu? kamu baik-baik aja kan? tadi kamu meeting di mana?" Jisoo teringat jika sesaat pulang tadi Taehyung tampak aneh. Wajahnya begitu memerah, denyut jantung yang berdebar kencang serta beberapa gejala lainnya yang menurut Jisoo sangat mirip dengan ... obat perangsang.
Dia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya obat perangsang. Dulu sewaktu berhubungan dengan para mantannya, mereka selalu memberi Jisoo obat perangsang sebelum berhubungan ataupun memang sengaja memberikan obat itu untuk meningkatkan gairah seksual dan keinginan untuk berhubungan seks secara diam-diam.
Kadang kala Jisoo yang mengetahui itu menolak untuk meminumnya, namun bila ia teledor ia selalu menghabiskan minuman itu hingga tidak bersisa, yang akhirnya pasti akan selalu berakhir di ranjang.
Taehyung segera menghela napas saat itu. Dia sempat memalingkan wajahnya kesana kemari untuk mengatur kata-kata apa yang hendak di ucapkannya. Dia ingin jujur namun jika ia jujur bagaimana dengan Jisoo nanti, bukankah dia akan sangat terkejut bila mengetahui semua yang terjadi? terlebih ini Jennie yang melakukannya, apa yang akan Jisoo lakukan nanti bila ia mengetahui itu?
Sembari menghela napas, Taehyung pun memulai ceritanya, "Sebenarnya tadi itu ..."
Waktu hampir tiga puluh menit lamanya Taehyung gunakan untuk menceritakan semua yang terjadi, termasuk perihal Jennie. Tentang Jaemin yang menjebaknya dan Jennie yang menyusun semuanya.
Seketika itu mata Jisoo membola sempurna, detak jantungnya berdetak kencang selepas mendengar apa yang Taehyung ceritakan. Tidak. Rasanya tidak mungkin. Bagaimana gadis sebaik Jennie bisa melakukan hal ini pada Taehyung??
Apakah cinta yang sudah membutakannya? namun, bagaimana bisa? ini sudah sangat keterlaluan. Jisoo tidak bisa membiarkan semua ini berakhir begitu saja tanpa melakukan suatu perlawanan.
"Sayang, Jennie di mana?" tanya Jisoo tajam. Matanya tidak berkedip saat itu.
"Di hotel tempat aku di beritahu buat meeting tadi. Kenapa?" tanya Taehyung. Gurat kecemasan seketika tercetak di wajahnya setelah mendengar Jisoo menanyakan keberadaan Jennie.
"Antar aku kesana, aku ingin bicara sesuatu padanya." Jisoo seketika bangkit dari duduknya, diikuti Taehyung yang setelah keduanya berdiri mereka saling bertukar tatapan dalam durasi yang cukup lama.
Kenapa Jisoo ingin menemui Jennie? apa yang dia rencanakan? seketika pertanyaan itu terlintas di pikiran Taehyung, dia ingin membalas ucapan Jisoo, sampai Jisoo menarik tangannya ke depan bibir Taehyung dan memaksa Taehyung untuk menghentikan ucapannya.
"Jangan larang aku. Aku ingin bicara saja dengannya. Ini tidak akan lama kok. Hanya beberapa menit saja. Ayo," Jisoo segera menarik tangan Taehyung keluar dari apartemen untuk pergi menemui Jennie.
Sebenarnya Taehyung ingin menolak, namun Jisoo yang sudah bersikeras membuat Taehyung bungkam hingga akhirnya menurut saja, tanpa berkomentar.
"Kamu jangan khawatirkan Hyun Woo. Dia sudah tidur tadi di kamar. Setelah kita kembali nanti dia pasti belum bangun. Hyun Woo itu anak yang baik, dia takkan rewel, jadi kita pergi saja, tak usah khawatirkan dia. Dia akan baik-baik saja." ucap Jisoo tiba-tiba. Seperti tau apa yang di pikirkan Taehyung, Jisoo segera memberitahunya perihal Hyun Woo.
Brummm ...
Setelah melewati perjalanan yang panjang, Jisoo dan Taehyung akhirnya tiba di hotel tempat Taehyung menyekap Jennie. Hati Jisoo terasa terbakar oleh api kemarahan saat ia melangkah masuk ke dalam kamar hotel yang menjadi tempat Taehyung mengurung Jennie. Ia tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut, Jennie sudah terlalu jauh dengan menggoda suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
