"Loh, tumben banget ya, bunda jadi kayak gini, ehm, apa mungkin ini karena hormon kehamilannya ya? karena biasanya kan orang hamil bisa jadi kayak gini, mereka bisa jadi pemalas atau enggak bisa jadi macam-macam tingkahnya. Jadi mungkin sikap Bunda yang berubah kayak gini itu karena hormon kehamilannya, Yah. Sebelumnya Bunda nggak kayak gini kan jadi itu sudah pasti karena kehamilannya. Yaudah, yuk kita masuk," sesaat setelah mengatakan itu, Jisoo pun beranjak membuka pintu itu perlahan-lahan dan memasukinya bersama dengan Taehyung dan juga Min Ho. Mereka terus mengekor Jisoo di belakangnya dan mengikuti langkahnya mendekat ke ranjang tempat Suzy beristirahat.
Setibanya di sana Jisoo dan semuanya melihat jika Suzy tengah tertidur saat itu. Posisinya yang saat itu terlihat membelakangi semuanya membuat Jisoo yang semula ingin membangunkannya jadi mengurungkan niatnya itu.
"Bunda tidur yah," ucap lirih Jisoo pada Taehyung dan Min Ho yang saat itu terlihat berdiri diam di belakangnya.
"Udah, bangunin aja, nggak papa kok. Tadi itu bundamu baru aja mainan HP jadi nggak mungkin bisa tidur secepat itu," sahut Min Ho.
Sesaat setelah balasan Min Ho itu, Jisoo yang ragu pun mulai beranjak menepuk-nepuk lengan Suzy untuk membangunkannya. Jisoo juga ada memanggil-manggil namanya berulang kali hingga membuat Suzy yang saat itu memang terlelap, perlahan mengubah posisi tidurnya dan memberikan respon.
"Bun, bangun Bun, ini Jisoo Bun. Jisoo udah datang, tadi bunda nyariin Jisoo kan?" ucap Jisoo masih sembari terus menepuk nepuk lengan Suzy untuk membangunkannya. Jisoo terus menepuk-nepuknya dengan lembut, tak tega untuk menepuknya jauh lebih kasar dari ini. Namun, karena bundanya itu tak kunjung terbangun, Jisoo pun dengan iseng mulai menggelitiki pinggangnya hingga membuat Suzy yang semula masih juga menutup matanya langsung saja menggeliatkan tubuhnya dan tersenyum.
"Hahaha .. udah dong, jangan digeliti terus, geli, hahaha ..." saat itu Suzy perlahan-lahan mulai membuka matanya dan beranjak bangun dari tidurnya. Matanya saat itu masih terlihat lengket, namun karena tak ingin digelitiki lagi Suzy pun mulai membuka matanya dengan paksa dan beranjak bangun dari tidurnya.
"Jisoo, kamu datang nak?" setelahnya Suzy terlihat beranjak memeluk Jisoo dan mengusap punggungnya beberapa kali.
Saat itu, setelah Suzy memeluk Jisoo entah kenapa Jisoo merasa jika aura bundanya sangat begitu berbeda saat ini. Selain terlihat lebih muda dari biasanya, Suzy juga terlihat seperti sosok yang lelah dan malas. Jika sebelumnya Suzy sangat begitu rajin dan bekerja keras, entah kenapa setelah kehamilannya ini dan Jisoo memeluknya, Jisoo merasa jika bundanya kali ini bukanlah seperti bundanya yang biasanya. Jika merasakannya Jisoo seperti merasa jika saat ini bukanlah bundanya yang dipeluknya melainkan sosok lain.
"Bun, kok Bunda tidur sih Jam segini? ini kan masih pagi Bun, nggak baik loh tidur di jam-jam segini, oh ya tadi bunda nyuruh aku datang ya, ada apa?" setelahnya Jisoo terlihat mengurai pelukan itu dan menatap lekat ke arah Suzy yang saat itu masih terlihat mengantuk. Suzy mengantuk karena tidurnya juga masih belum lama. Masih sekitar sepuluh menitan dia tidur sampai kedatangan Jisoo membangunkannya.
Huaammmpp ...
"Iya, sayang. Bunda tidur, karena entah kenapa Bunda ngerasa ngantuk banget pagi ini. Bunda juga rasanya males banget buat ngapa-ngapain, jadi tadi pagi Bunda nyuruh ayahmu buat ngelakuin semuanya, toh Bunda juga sedang hamil kan jadi dikondisi Bunda seperti ini perlu banyak istirahat. Oh iya tadi bunda nyuruh ayahmu buat nelpon kamu dan nyuruh kamu ke sini itu karena Bunda pengen banget ketemu sama kamu. Rasanya kayak ngidam deh. Soalnya entah kenapa saat keingat kamu bunda tuh pengen banget buat ngelihat kamu dan meluk kamu seperti tadi. Rasa pengen bunda ini bukan pengen biasa yang sebentar bakal hilang kalau nggak keturutan, tapi rasa pengen bunda ini kayak kalau udah pengen ya harus dituruti. Nggak bisa Bunda nerima penolakan dari permintaan Bunda itu. Ehm, apa mungkin Bunda udah ngalamin hormon kehamilan ya? Jisoo, kamu untuk malam ini dan beberapa hari kedepan tinggal di sini ya temenin Bunda. Rasanya Bunda masih belum bisa jauh-jauh dari kamu, apalagi bunda sedang hamil kan. Jadi daripada ayahmu harus repot sendiri mending kamu di sini aja temenin Bunda dan bantuin ayah, gimana sayang? kamu bersedia kan, tinggal beberapa hari di sini buat nemenin bunda?" permintaan Suzy yang terdengar seperti perintah membuat Jisoo terdiam saat itu.
Ia memikirkan baik-baik keputusan apa yang akan diberikannya untuk menanggapi permintaan bundanya itu. Karena jujur saja Jisoo bersedia untuk tinggal di sini buat menemani bundanya sekalian mengurus pekerjaan rumah, namun di sisi lain Jisoo juga memikirkan Taehyung. Jika Jisoo tinggal di sini bagaimana dengan Taehyung? Bukankah Jika suami istri harus ke mana-mana bersama ya? Taehyung bekerja di tempat yang jauh dari rumah kedua orang tuanya saat ini, dia pemimpinnya tapi jika harus absen beberapa hari itu bukankah akan sangat tidak profesional?
Jisoo tidak enak jika harus membiarkan Taehyung bolak-balik pergi ke kantor dan ke rumah ini dengan jarak yang sedikit jauh.
"Ehm, aku sih nggak papa Bun, tapi bagaimana dengan suamiku? Dia itu pemimpin di suatu perusahaan, jadi jika harus tinggal di sini terus kalau dia harus pergi ke kantor akan memakan waktu yang sangat lama. Jarak dari rumah ini ke kantor Taehyung itu sedikit lebih jauh. Aku nggak tega Bun melihat dia bolak-balik, tapi aku juga pengen nemenin Bunda. Merawat Bunda dan ngurusin Bunda, apalagi bunda sedang hamil kan sekarang, jadi akan butuh sedikit tenaga ekstra." Jisoo masih terlihat bimbang dengan keputusan apa yang akan diambilnya. Dia terus menimbang-nimbang sampai akhirnya Taehyung pun membuka suaranya, "Udah sayang, kamu nggak usah ragu gitu, kita tinggal aja di sini buat nemenin Bunda ya. Kita tinggal di sini sampai sekiranya Bunda aman untuk kita tinggal. Nggak papa, kamu nggak usah takut soal pekerjaan aku, karena di perusahaan itu aku punya beberapa orang kepercayaan yang akan bisa buat aku suruh buat nangani atau ngurus pekerjaanku untuk sementara, jadi soal pekerjaan kamu nggak usah khawatir. Kita tinggal di sini mulai malam ini,"
Mendengar ucapan Taehyung dan keputusannya yang begitu bijak membuat Min Ho, Suzy dan Jisoo langsung saja terkejut saat itu. Mereka tidak percaya jika Taehyung akan dapat memilih keputusan yang begitu bijak seperti itu.
"Serius kamu Tae? kamu bersedia tinggal disini sama Jisoo?" tanya Min Ho tak percaya.
Lalu Taehyung pun mulai mengalihkan perhatiannya ke arah Min Ho dan menganggukkan kepalanya. "Iya yah, aku serius. Aku bersedia kok untuk tinggal di sini bersama Jisoo untuk nemenin Bunda sementara waktu. Lagi pula di kantor sekarang tidak ada urusan penting yang mengharuskanku untuk datang, jadi tidak masalah jika aku harus tinggal di sini. Oh iya, tadi sebelum datang kita ada sempat membelikan Bunda beberapa makanan dan juga buah,"
Setelahnya Taehyung segera mengambil belanjaannya tadi dari atas meja di kamar itu, kemudian menyerahkannya kepada Suzy.
"Loh banyak banget Tae, makasih ya. Kamu tahu aja kalau bunda sekarang itu lagi pengen ngemil," ucap senang Suzy. Sesaat setelah Taehyung menyerahkan barang bawaannya kepada Suzy dan Suzy juga mulai membuka plastik itu, betapa senangnya dia ketika mendapati ada beragam makanan kesukaannya di dalam plastik itu.
Bahkan, bukan hanya makanan kesukaannya yang berupa camilan tapi juga ada beberapa buah yang tentu saja itu adalah buah kesukaannya. Sebenarnya Suzy menyukai buah, namun karena kemagerannya untuk membeli buah membuatnya tidak pernah terlihat memakan buah.
"Sama-sama Bun, itu tadi Jisoo yang milihin dan juga nyaranin aku buat beliin bunda martabak. Yaudah Bun, Bunda mau makan apa dulu nih? martabak, buah atau camilan?" tanya Taehyung antusias. Dia terlihat senang mengetahui Suzy begitu senang dengan bawaannya. Bahkan, tak hanya senang melainkan Ibu mertuanya itu juga terlihat meraih satu buah apel kemudian menatapnya sembari tersenyum. Taehyung merasa sedikit canggung karena ia tidak tahu harus berkata apa. Namun, senyuman lembut dari ibu mertuanya membuat Taehyung merasa lebih nyaman.
Kemudian, di saat Taehyung dan Min Ho memilih untuk keluar dari kamar itu dan mengobrol di ruang tamu membuat Jisoo dan Suzy yang saat itu berada di kamar berdua mulai membahas banyak hal. Mereka terlihat asyik membahas banyak hal termasuk kedatangan Yerim, tentang adik Taehyung yang begitu lucu dan juga ceria. Jisoo terlihat begitu asik membahas semuanya, termasuk kehidupan barunya dengan Taehyung, bahkan, saking asyiknya ia sampai lupa tentang ia yang sudah membahas tentang dirinya dan Taehyung yang sudah melakukan hubungan badan. Jisoo mengatakan semua itu dengan begitu jelas sampai membuat Suzy yang tak percaya jika Jisoo akan membahasnya langsung saja terkejut.
"Wah, Taehyung kuat sekali ya, terus itu kalian main berapa lama?" Suzy pun terlihat mengikuti alur pembicaraan Jisoo dan mengatakan begitu banyak hal kepadanya.
"Ehm, tiga jam paling lama sih Bun, dan itu kita udah beberapa kali mengeluarkan milik kita masing-masing di dalam lubang ku," sahut Jisoo.
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fan-Fiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
