"Yah, di sana nanti bunda akan bereaksi gimana ya saat melihatku, apakah bunda akan senang saat melihatku atau justru akan marah dan langsung mengusirku saat itu juga? aku takut yah, aku takut jika bunda akan marah padaku karena aku lebih memilih meninggalkannya dan tinggal dengan Taehyung. Eum tapi apakah bunda akan benar-benar marah padaku ya?" tanya Jisoo sembari mengalihkan atensinya kearah Min ho dan Taehyung bergantian.
Di sana, mereka tampak acuh tak acuh. Min ho yang tengah fokus menyetir, dan Taehyung yang asik dengan ponselnya, sama sekali tak menyadari pertanyaan yang dilontarkan Jisoo. Mereka tidak memberikan respon atau bahkan menoleh ke arahnya. Jangankan menoleh, melirik pun tidak.
"Ih, kalian itu denger aku nggak sih, kasih respon dikit lah, kok pada asik sendiri-sendiri dari tadi. Kamu juga sayang, dari tadi ku lihat kok kayaknya asik banget berbalas pesannya. Lagi wa an sama siapa kamu, sama Tzuyu ya?" tuding Jisoo sembari menunjuk wajah Taehyung dengan telunjuknya dan menatap kesal kearahnya.
Mendengar itu, Taehyung pun langsung menutup ponselnya dan mengalihkan atensinya kearah Jisoo. Dia menatap kearah Jisoo dan tersenyum begitu manis kearahnya.
"Apaan sih sayang, aku tadi lagi balas wa bawahanku, tadi di kantor ada beberapa keluhan jadi ya ku respon dikit dikit tadi. Maaf ya, tadi aku gak ngeh waktu kamu nanya." balas Taehyung terdengar serius.
Melihat kekesalan Jisoo, Min Ho hanya mampu tersenyum dan menoleh sekilas ke arahnya. Saat ini, Jisoo duduk di sebelah Min Ho, sementara Taehyung, yang sebelumnya meminta Min Ho untuk menyetir, tampak santai duduk di kursi belakang.
Awalnya, Taehyung meminta Jisoo untuk menemaninya, namun ketika Jisoo menyatakan keinginannya untuk duduk bersama ayahnya, Taehyung tak bisa mencegahnya. Lagipula, itu adalah ayahnya. Jika bukan ayahnya, Taehyung pasti tidak akan mengizinkan Jisoo duduk bersamanya di depan.
Entah mengapa saat ini Taehyung terasa begitu protektif terhadap Jisoo. Dia tidak bisa melihat Jisoo dekat dengan pria lain, bahkan jika itu adalah ayahnya sendiri. Rasa rasanya begitu aneh melihat perasaannya terhadap Jisoo belum juga tumbuh, tapi dia tidak bisa untuk membiarkan Jisoo dekat dengan pria lain. Apakah ini efek pernikahan? Taehyung sendiri tak yakin.
Lalu setelah beberapa saat berkendara, melewati jalanan panjang yang samar-samar Jisoo ingat. Kini berhentilah mereka di depan sebuah rumah minimalis bercat krem yang di tumbuhi beberapa pohon mangga di depannya. Pintu rumah itu terbuka, dan secara kebetulan, mertua Min Ho tampak sedang menyapu di teras depan.
"Ayo yah, kita turun. Itu nenek lagi nyapu kan? pasti bunda ada di dalam, jadi ayo kita turun." ajak Jisoo.
Lalu setelah berpikir beberapa saat, dan menghela nafas berat, Min ho pun terlihat mengalihkan atensinya kearah Jisoo sebelum akhirnya beranjak membuka pintu, dan turun dari mobil.
Di belakangnya diikuti Jisoo dan Taehyung yang juga melakukan hal yang sama. Posisi mereka dari halaman rumah nenek Jisoo masih sedikit jauh. Jadi di posisi mereka saat ini belum terlalu jelas dilihat oleh sang nenek yang saat itu tengah menyapu teras depan.
Huufftt ...
Setelah menghela napas, mereka kembali melanjutkan langkah hingga masuklah mereka ke halaman depan rumah Nenek. Di sana, mereka melihat Nenek tengah memasuki rumahnya sambil membawa sapu yang baru saja digunakannya.
Setibanya di depan pintu mereka pun langsung mengucap salam, dan mengetuk pintu yang terbuka itu berulang kali.
Disini posisi Jisoo tak nampak dari depan. Ia berdiri di belakang tubuh Min ho yang saat itu terlihat begitu tegap dan gagah. Tubuhnya yang begitu besar sama sekali tak memperlihatkan keberadaan Jisoo di belakangnya. Ia memang sengaja untuk berdiri di sana, karena selain untuk memberi surprise Suzy, Jisoo juga sempat membenarkan riasan wajahnya tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
