Jisoo masih terus terdiam dan memikirkan semua perkataan Taehyung. Memang ada benarnya juga, perubahan Tzuyu hari ini memang terlihat aneh. Jisoo sendiri tidak tahu bagaimana sifat Tzuyu sebelumnya, tapi dari perkataan Taehyung, tampaknya Tzuyu bukanlah gadis yang baik.
Dari semua cerita Taehyung, Jisoo sendiri menjadi ikut benci dan tak suka terhadap Tzuyu, meskipun dia belum pernah berinteraksi langsung dengan Tzuyu, rasa tidak sukanya semakin kuat setelah melihat sendiri bagaimana ekspresi Tzuyu dan tatapannya ketika menatapnya.
"Sayang, aku tahu kalau sebelumnya Tzuyu emang sempat melakukan sesuatu yang gak baik sama kamu. Dia pernah menyelingkuhi kamu dan membuat kamu terluka. Dia dengan teganya berselingkuh darimu dan memilih laki-laki lain. Tentu saja aku ikut sedih dan terluka mendengar ceritamu itu. Tapi itu terjadi sudah dari beberapa tahun lalu kan? harusnya kamu bisa memaafkan dirinya dan berdamai dengan rasa bencimu. Kamu tidak bisa selamanya membencinya seperti ini, karena jika kamu membenci seseorang bukan hanya rasa tak suka yang kamu rasakan saat melihatnya tapi raga dan pikiranmu pun ikut terkuras memikirkan keburukannya ...
"Sayang, aku mengatakan semua ini karena aku peduli denganmu, karena aku sayang kepadamu dan tidak ingin kamu stres karena terus memikirkan rasa bencimu. Kamu dengar sendiri kan tadi kalau Tzuyu sudah mengakui semuanya. Dia sudah meminta maaf padamu dan meminta izin padamu untuk pergi ke Australia. Jika dia sudah pergi ke Australia bukankah dia sudah berada jauh dari kita? harusnya dengan ini kamu bisa memaafkan dirinya dan mengatakan sesuatu saat dia hendak pergi tadi. Sebelumnya aku sempat menyesali keputusanku saat aku membiarkan dan mengizinkan Tzuyu untuk masuk ke dalam rumah dan berbicara denganmu. Karena setelah mendengar ceritamu, aku sama sekali tak ingin bertemu ataupun bersitatap mata dengan Tzuyu ..
"Aku membencinya bahkan, turut merasa kesal terhadapnya padahal dia sama sekali tak ada hubungan denganku. Sayang, baiklah kalau kamu emang nggak pengen maafin dia. Kamu boleh merasa kesel sama dia, marah sama dia, ataupun melakukan apapun untuk melampiaskan rasa kesalmu itu. Kamu boleh mengatakan apapun asalkan itu bisa meredakan rasa kesalmu itu sama dia dan mendinginkan hatimu yang terus membencinya. Kamu boleh melakukan semua itu, asalkan itu bisa membuatmu tidak membencinya lagi ..
"Tadi kamu bilang mau pergi ke rumah ayah sama bunda kan, ayo kita pergi." setelah mengatakan hal sepanjang itu Jisoo pun mulai bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kamar.
"Kenapa dia bisa ngomong seperti itu .." batin Taehyung setelah kepergian Jisoo.
.................................
Setelah selesai bersiap-siap, dan meraih tas serta ponselnya, kini Taehyung dan juga Jisoo terlihat tengah bercengkerama dengan Hye Kyo dan Joong Ki di depan pintu utama.
Mereka terlihat saling memeluk sebelum akhirnya beranjak menaiki mobil dan pergi dari sana.
Di sepanjang perjalanan Taehyung dan Jisoo terus bercengkrama mesra dan sesekali juga terlihat saling bertukar pandang. Mereka terus membahas banyak hal, mulai dari pernikahan mereka, kehidupan mereka, sampai anak mereka nanti pun sudah mereka bahas.
Pembicaraan mereka mungkin terdengar sensitif bagi sebagian orang. Namun, begitu mereka tiba di rumah orang tua Jisoo, pembicaraan mereka segera berakhir.
Setibanya di sana mereka mendapati pintu tengah tertutup dan kondisi rumah dalam keadaan sepi. Dulu sewaktu Jisoo masih tinggal di rumah memang rumah dalam keadaan sepi tapi pintu sama sekali tak pernah ditutup. Ayahnya bilang pintu tak ditutup agar rumah tidak dalam keadaan pengap dan bisa berganti udara.
Namun, alasan sepele itu tak terlalu Jisoo perhatikan sampai akhirnya dia melihat sendiri rumahnya dalam keadaan tertutup.
"Ayo, sayang .." setelahnya Jisoo mengajak Taehyung untuk keluar dari mobil dan berjalan menuju ke rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
