Saat senja menyapa, suasana di parkiran kantor mulai sepi setelah hari yang panjang. Di tengah keheningan, Jennie berdiri dengan tegar, menatap ke kejauhan. Di depannya, mobil Taehyung terparkir dengan anggun, menunggu momen yang tak kunjung tiba.
Waktu berlalu, dan akhirnya dari kejauhan terlihatlah sosok Taehyung yang semakin mendekat. Dengan langkah mantap, ia melangkah menuju Jennie yang tak henti-hentinya menatap ke arahnya. Dalam hati, Jennie merasakan kebahagiaan dan kehangatan saat Taehyung mendekatinya.
Tanpa banyak kata, Taehyung dengan lembut meminta Jennie untuk segera masuk ke dalam mobilnya dan mereka berdua pun berangkat.
Beberapa saat kemudian ...
"Jadi kamu suka sama aku Jen?" tanya Taehyung setelah dirinya dan Jennie tiba di taman Flamboyan dan duduk berdua di ujung taman itu.
Lalu Jennie yang gugup pun tak mampu menatap kearah Taehyung. Dia cukup takut, namun tidak dapat menutupi perasaannya.
Maka dengan penuh keberanian, dia pun mengalihkan pandangannya kearah Taehyung dan menganggukkan kepalanya.
"Iya, mas. Saya suka sama mas Taehyung. Sejak beberapa bulan ini saya kerja bersama mas Taehyung saya merasa nyaman mas. Saya gak tau kenapa tiba-tiba saya merasakan perasaan ini. Tapi mas tidak perlu khawatir. Saya akan segera melupakannya. Saya janji saya tidak akan meneruskan perasaan ini. Maaf ya mas udah bikin mas kaget dengan pernyataan saya ini." ucap Jennie masih juga dengan sorot takut dan kegelisahan yang terpancar jelas di matanya.
Entah kenapa pengungkapan perasaan ini terasa begitu mendebarkan baginya. Sebelumnya, ia tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya kepada seorang lelaki.
"Kamu tau kan aku sudah punya istri dan anak? aku mencintai mereka. Aku sayang mereka, mereka hidup dan mati aku. Tapi kamu bisa dengan mudahnya mengatakan suka sama aku. Hahaha, lucu Jen. Omongan kamu lucu banget, makasih udah ngungkapin perasaanmu." ucap Taehyung tanpa menoleh kearah Jennie, tatapannya masihlah menatap lurus ke depan.
Deg!!
Jennie sontak terkejut, hatinya serasa di tikam puluhan belati tajam. Tubuhnya hancur sudah. Taehyung mengatakan terang-terangan jika dia mencintai istrinya. Jadi dengan ini pasti pengungkapan perasaannya di tolak kan?
"Maaf ya mas, kalau pengungkapan aku ini udah buat mas kepikiran. Aku cuma gak tahan memendam ini semua. Rasanya aku ingin segera mengungkapkannya, tapi sepertinya cintaku akan bertepuk sebelah tangan ya? ehm, makasih ya mas, udah mau ngajakin aku kesini. Aku cukup lega setelah berhasil ungkapin perasaanku." ucap Jennie.
"Bertepuk sebelah tangan? siapa yang mengatakannya? aku tidak bilang aku tidak menyukaimu. Aku mencintai istri dan anakku, tapi aku juga menyukaimu Jennie. Sejak bekerja denganmu, aku merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan. Jen, aku nggak tau kedepannya akan seperti apa, tapi bisakah kita menjalin pacaran? aku janji akan bersikap adil padamu. Aku akan menyayangimu, seperti aku menyayangi istriku ...,"
"Setiap pulang ngantor kita akan pergi jalan-jalan atau kemana seperti yang kamu inginkan. Jen, maafkan aku ya, aku harus mengatakan ini. A-aku tidak bisa terus memendamnya, saat bersama istriku, aku terus memikirkanmu. Wajahmu, senyummu terus terbayang di pikiranku. Aku mencintaimu, Jen. Aku ingin kamu jadi bagian dari hidupku." syok. Kaget. Jantung serasa berhenti berdetak.
Apa yang bosnya ini katakan? apakah dia bermimpi? tidak. Ini nyata. Tapi bagaimana bisa bosnya mengatakan cinta kepadanya dan mengajaknya pacaran? apakah ini sungguhan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
