Episode 59. Menikmati Bakso Pedas atau Memuaskan Gairah

139 7 0
                                        

HAI, TERIMA KASIH YA SUDAH BERTAHAN DI CERITAKU. TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA DAN SELALU MEMBERIKAN VOTE UNTUK CERITAKU INI. AKU SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA KALIAN DAN MAAF KALAU SEUMPAMA CERITAKU INI KURANG SEMPURNA ATAU TIDAK SESUAI DENGAN PERKIRAAN KALIAN. SO WITHOUT ANY LONGER DOWN, ENJOY READING😘😘

.............................................

"Kenapa, Ma?"

Sesaat setelah mendengar jika Hye Kyo lah orang yang menelponnya membuat Taehyung yang semula merasa serius saat mendengarkan panggilan itu langsung saja merasa malas. Dia ada menghela nafas sebelum akhirnya menanyakan maksud mamanya menelponnya.

"Tae, maaf ya kalau seumpama mama harus ganggu kamu seperti ini. Tae, mama nelpon cuma mau menanyakan tentang adik kamu, kamu ada kabar tentang Yerim nggak? Dia tadi ada pergi ke rumah pacarnya, tapi sampai sekarang belum balik lagi. Mama khawatir banget sama dia, Tae. Dia itu baru balik dari luar negeri. Dia belum istirahat dan juga makan, tapi udah langsung aja ketemu pacarnya. Please, Tae, kasih tau mama, rumah pacarnya itu di mana. Kamu kenal kan sama papanya, jadi kamu pasti tahu rumahnya di mana. Ayolah, Tae, kasih tau mama sekarang ya biar Mama susulin dia ke sana,"

Hye Kyo memang tampak khawatir dan cemas saat itu, terdengar dari nada bicaranya jika Hye Kyo memang sangat mengkhawatirkan Yerim. Sejak dulu Mamanya itu memang sangat menyayangi Yerim. Kasih sayangnya yang tulus dan tampak berlebihan membuat Taehyung kerap kali merasa lelah saat melihat Hye Kyo yang terus-menerus mengkhawatirkan hal kecil pada Yerim. Jika hal kecil saja bisa dia khawatirkan bagaimana jika Yerim terkena hal yang besar, bukankah dia akan pingsan?

"Huufftt ... Ma, nggak usah terlalu mengkhawatirkan Yerim begitu. Dia itu sudah dewasa Ma dan sudah sepantasnya dia itu memiliki pacar seperti ini. Biarin aja dia ketemu sama pacarnya dan ngobrol sama dia, aku kenal kok sama ayahnya dan sama anaknya pun aku juga kenal. Mark itu adalah anak yang baik, dia tidak seperti ayahnya yang dulu pernah korupsi di kantorku. Anaknya itu sangat ramah, baik dan juga jago beladiri, dia juga sangat sopan pada orang yang lebih tua atau bahkan kepadaku saat kita bertemu waktu itu. Ma, Mama jangan khawatir begitu. Yerim akan baik-baik aja, Mark tidak akan melakukan apapun padanya karena aku yakin dia itu dapat menjaga yerim, setidaknya selama mereka pacaran saat ini. Sudah ya, Mama duduk tenang aja di rumah dan tunggu Yerim pulang. Bentar lagi dia pasti pulang kok dan di titik itu Mama akan nyesel karena udah terlalu khawatir sama dia. Yaudah Ma, aku tutup panggilannya ya, aku masih agak sibuk di sini,"

Setelahnya tampak Taehyung mematikan panggilan itu dan menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya. Di saat dia sudah selesai menyimpan ponselnya dan dia alihkan pandangannya ke arah Jisoo, dia pun langsung terdiam dan terkejut sewaktu mendapati atensi Min Ho dan Suzy sudah menatap tanpa berkedip ke arahnya. Mereka seperti terkejut melihatnya ataupun entah apa yang mereka rasakan saat itu.

"Ehm, kalian ngapain lihatin aku seperti itu? ada yang aneh dengan mukaku ya atau penampilanku ada yang mengganggu kalian?" tanya Taehyung sembari beranjak duduk di sebelah Jisoo, kemudian mengalihkan atensinya ke arah Min Ho dan Suzy, menunggu jawaban mereka.

Lantas Suzy dan Min Ho yang sadar jika mereka sudah terlalu kelewatan menatap ke arah Taehyung langsung saja mengedipkan matanya dan mengalihkan perhatiannya ke arah lain.

"Nggak, Tae, tadi kita cuma salah fokus aja waktu kamu ngangkat telepon. Ehm, tadi Hye Kyo ya yang nelpon kamu, dia ada nanyain apa kok sepertinya serius banget?" tanya Suzy.

"Iya, Tae, tampaknya saat kamu mengangkat teleponnya ekspresimu juga terlihat serius begitu. Kenapa, ada masalah ya di rumah?" sahut Min Ho.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang