Hay, guys. Yang belum membaca bab sebelumnya mohon dibaca ya, aku jamin kalian tidak akan kecewa. Oh ya untuk kalian yang masih membaca hingga sekarang aku terima kasih banyak ya dan maaf jika masih banyak kesalahan yang kubuat. So happy reading and see you😊😊
.............................................
"Aduh!" Jisoo merasakan sakit yang menusuk ketika matanya perlahan terbuka dan ia menyadari bahwa dirinya berada di dalam ruang sakit. Kejutan melanda dirinya, dan ia dengan cepat memindahkan pandangannya ke segala arah, hanya untuk menemukan bahwa ia benar-benar berada di tempat yang asing ini.
Dalam ingatannya, ia masih berjalan-jalan di sekitar taman, mencari pertolongan. Namun, tentang bagaimana ia berakhir di ruang rawat seperti ini, ia sama sekali tidak mengingatnya. Mungkinkah ia pingsan dan ada seseorang yang datang menyelamatkannya? Entahlah.
Tiba-tiba, pandangannya teralih saat pintu terbuka dan beberapa orang masuk ke dalam ruangan. Di antara mereka, terlihat Taehyung, Suzy, Min Ho, Hye Kyo, Yerim, dan Joong Ki dengan ekspresi sedih dan penuh kekhawatiran.
Salah satu dari mereka, terutama Taehyung, terlihat sangat cemas. Begitu ia mendekati tempat tidur Jisoo, ia dengan lembut menurunkan tubuhnya dan mencium kening Jisoo. Tatapan khawatir dalam matanya begitu jelas terpancar, terutama setelah melihat tangan Jisoo yang dibalut perban. Taehyung sangat khawatir, tetapi tidak tahu apa alasan Jisoo harus berada dalam keadaan seperti ini. Tentu saja, Taehyung dan semua orang tahu bahwa Jisoo telah terkena tembakan, tetapi tidak ada yang tahu siapa pelaku di balik kejadian itu.
Suasana di ruangan itu terasa tegang, penuh dengan perasaan campur aduk. Kejadian yang mengejutkan ini telah mengguncang semua orang yang peduli dengan Jisoo. Namun, di tengah kekhawatiran dan ketidakpastian, mereka bersatu untuk mendukung dan merawat Jisoo dengan penuh kasih sayang.
Jisoo merasakan kehangatan dari ciuman Taehyung dan kehadiran semua orang yang mencemaskannya. Meskipun ia terjebak dalam misteri yang mencekam, ia merasa dikelilingi oleh cinta dan perhatian yang tulus.
"Sayang, kamu baik-baik aja kan, kamu nggak ada luka yang serius banget kan sayang? aku khawatir banget sama kamu. Nggak nyangka kalau kamu bakal seperti ini. Sebenarnya kamu kenapa sih sayang, bagaimana kamu bisa terkena luka tembakan seperti ini, siapa yang udah nembak kamu? apa teman lamamu itu?" Taehyung terlihat sangat terguncang melihat Jisoo terluka akibat tembakan, dan ia mulai curiga bahwa teman lamanya-lah yang bertanggung jawab atas kejadian ini.
Meskipun Taehyung tidak tahu dengan pasti, kehadiran teman lamanya dalam kehidupan Jisoo membuatnya yakin bahwa orang itu adalah pelaku di balik serangan ini. Semua tuduhan mereka langsung tertuju pada orang itu. Namun, kenyataannya jauh dari dugaan mereka.
"Sayang, kamu gimana sampai tertembak seperti ini sih, siapa yang udah nembak kamu? bunda syok banget loh denger kamu katanya ditembak seperti ini. Kamu nggak papa kan nak, luka dari tembakan itu sudah mendingan kan?" di tengah kekhawatiran yang melanda, tidak hanya Taehyung yang merasa cemas terhadap Jisoo, tetapi juga Suzy. Perempuan itu terlihat begitu prihatin dan khawatir dengan kondisi Jisoo.
Air mata mulai mengalir dari mata Suzy, sementara tangannya dengan lembut mengusap kepala Jisoo. Ia berusaha memberikan kehangatan dan kenyamanan sebisa mungkin.
Kemudian, seperti banjir yang meluap, pertanyaan dan tuduhan langsung keluar dari mulut Taehyung dan yang lainnya. Mereka menanyai Jisoo dengan penuh rasa penasaran, ingin memastikan kondisinya. Terlihat dengan jelas kekesalan mereka terhadap keadaan Jisoo yang terluka. Mereka terus-menerus menanyakan kepada Jisoo siapa pelaku yang menembaknya, namun Jisoo terdiam dan mulutnya seakan terbungkam.
Sebenarnya, ia ingin mengungkapkan bahwa Tzuyu adalah dalang dibalik penembakan ini, namun ada sesuatu yang membuatnya ragu. Mulutnya terasa berat untuk mengucapkan kata-kata itu. Seperti ada kekuatan yang membatasi atau melarangnya untuk berbicara. Suara bisikan dalam hatinya memberikan keraguan yang membingungkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
