Deg!
Jantung Taehyung pun langsung berdebar begitu kencang selepas dia melihat dan mengetahui jika Tzuyulah orang yang mencarinya ke rumahnya. Gadis itu saat ini tampak menatap ke arah Taehyung dengan tatapan kaget dan sama sekali tak berkedip.
Seperti kenangan lama yang kembali terukir, di sini Taehyung melihat Tzuyu seperti dirinya yang dulu. Dari penampilannya yang terlihat lebih kalem, wajahnya yang terlihat damai serta gerak tubuhnya yang lebih berbeda dari biasanya membuat Taehyung terdiam seribu bahasa.
Tatapannya masih terpaku pada Tzuyu. Namun, itu berubah di saat Jisoo mulai menepuk pundak Taehyung dan mengajaknya untuk beranjak menemui Tzuyu.
Sesampainya di sana Taehyung dan Jisoo pun mulai duduk di sofa kosong di hadapan Tzuyu. Suasana menjadi hening untuk beberapa saat, sampai akhirnya Tzuyu memecah keheningan dengan suaranya.
"Makasih ya kalian sudah mengizinkanku untuk masuk ke dalam rumah dan mengizinkanku untuk berbicara dengan Taehyung." ucap Tzuyu sembari menundukkan kepalanya.
Lalu Hye Kyo yang begitu malas duduk bersebelahan dengan Tzuyu pun langsung saja bangkit dari duduknya dan beranjak pergi dari sana. Sebelumnya dia mengatakan Jika dia ingin melanjutkan makannya lagi bersama suaminya. Namun, sorot wajahnya yang terlihat kesal langsung menunjukkan jika dirinya sangat tidak nyaman dengan kehadiran Tzuyu di rumahnya.
"Jika kedatanganmu hari ini ingin berbicara denganku, katakan apa yang ingin kau katakan. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk hanya sekedar berbicara denganmu. Aku masih memiliki banyak agenda lain di luar sana. Jadi cepat katakan apa yang ingin kau katakan." sahut Taehyung terdengar begitu dingin dan nyaris tanpa ekspresi sedikitpun.
Ucapan Taehyung yang dingin, cuek, tegas, dan tajam membuat Tzuyu menghela nafas berat. Baru kali inilah Taehyung berbicara dengannya dengan nada dan ekspresi seperti itu.
Dulu saat masih bersamanya Taehyung tak pernah menatapnya ataupun berbicara dengannya dengan nada dan ekspresi seperti itu. Taehyung selalu menatap hangat ke arahnya dan terlihat begitu mencintainya. Senyumnya yang tulus dan manis membuat Tzuyu merindukannya. Merindukan sosoknya. Namun, sepertinya itu semua hanya menjadi keinginannya saja.
Mungkin semua itu takkan bisa ia dapatkan kembali. Karena apa yang ia miliki telah ia sia-siakan dan ia hancurkan dengan kecerobohannya sendiri.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan beberapa kata padamu, yang jika dilihat mungkin tidak akan penting dan tidak akan pernah berguna untukmu. Tae, sebelumnya aku minta maaf ya atas kesalahanku dulu padamu. Maafkan aku karena dulu aku sempat berselingkuh darimu dan menyakiti hatimu. Dulu aku sangat begitu bodoh dengan berani menduakanmu dan lebih memilih laki-laki lain. Tae, aku benar-benar menyesal sekarang dan mengakui bahwa dulu aku sangatlah bodoh. Aku bodoh karena telah menyia-nyiakanmu, seseorang yang jauh lebih berharga ...
"Sekali lagi maafkan aku, mungkin aku terdengar bertele-tele tapi ini jujur dari hatiku yang paling dalam. Aku datang ke sini selain untuk meminta maaf padamu aku juga ingin mengatakan jika sebentar lagi aku akan pergi ke Australia untuk mengurus pekerjaanku di sana. Sebenarnya tidak ada gunanya juga aku mengatakan hal ini padamu karena pastinya kamu tidak akan peduli dengan diriku ataupun kepergianku. Tapi aku sangat tidak nyaman jika belum meminta izin padamu. Kamu dulu adalah hal penting di hatiku, jadi sekarang aku meminta izin padamu sebelum aku pergi. Mbak, maafkan aku ya jika sebelumnya aku sempat menyakiti hatimu. Maafkan aku karena tanpa Mbak tahu aku sudah mengatakan hal buruk tentang Mbak. Aku nggak tahu kenapa aku bisa mengatakan itu tapi yang jelas aku begitu cemburu dengan kedekatan kalian. Karena pikirku kemarin Taehyung itu milikku dan selamanya tetaplah milikku. Aku begitu marah dan nggak suka dengan mbak yang menikah dengan Taehyung. Seolah-olah Mbak sudah merebut apa yang menjadi milikku, dan berbahagia di atas penderitaanku. Seperti itulah rasa dan perasaan yang kurasakan kemarin ..
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
