Episode 119. Semuanya Berubah; Kenyataan yang Menyakitkan

99 6 2
                                        

"Sayang, tadi aku lihat kamu baru keluar dari ruangan Jennie kok kusut gitu mukanya, kenapa?" tanya Taehyung.

"Enggak kok, nggak papa." balas Jisoo mencoba menutupi apa yang terjadi padanya. Ia tak ingin mengatakan apa yang Jennie lakukan padanya. Karena jika ia mengatakannya pasti akan jadi hal yang membahayakan bagi Jennie.

Dia kan kerja di perusahaan Taehyung. Jika ia mengatakannya, pastilah Jennie akan kena omel Taehyung nanti.

"Serius nggak papa? kok kayak nggak semangat tadi waktu keluar, kalian nggak papa kan? nggak lagi bertengkar kan?" tanya Taehyung lagi.

"Nggak papa sayang, we are fine, jangan khawatir ya. Tadi itu cuma Jennie lagi sibuk, terus aku nggak bisa ngobrol sama dia. Jadi ya aku keluar deh. Rasanya badmood gitu." dan Jisoo berhasil menutupi perasaannya. Kata-katanya dan ekspresi mukanya berhasil mengelabuhi Taehyung dan membuatnya percaya.

"Oh, kirain kenapa. Iya, sekarang itu lagi sibuk-sibuknya banget. Kerjaan banyak, terus belum lagi besok mau ada meeting sama klien dari luar kota, jadi ya kamu tau kan riweh nya gimana. Aku kadang kasian liat dia sibuk gitu sampe malem. Tapi ya gimana itu udah jadi tanggung jawab dia. Udah, kamu nggak usah mikirin itu. Nanti kalo udah senggang pasti dia hubungi kamu kok. Ehm, kita langsung pulang aja ya, aku anterin kamu." ucap Taehyung dan Jisoo hanya menganggukkan kepalanya.

Setelah selesai membayar, Taehyung dan Jisoo pun pergi meninggalkan restoran itu dan pulang ke rumah, atau lebih tepatnya Taehyung yang mengantarkan Jisoo pulang ke apartemen. Menjelang sore itu, udara sejuk dan angin sepoi-sepoi menyapa mereka saat mereka berjalan menuju mobil Taehyung.

"Makasih udah nganterin ya sayang," ucap Jisoo sambil tersenyum manis.

Taehyung hanya mengangguk pelan, senyumnya terpancar hangat. Mereka berdua duduk di dalam mobil, suasana hening terasa di antara mereka. Taehyung memandang Jisoo dengan penuh perhatian, matanya terpesona oleh kecantikan gadis itu.

"Kamu tahu, sayang, aku senang bisa mengenalkanmu pada karyawanku hari ini. Rasanya bangga saat mengenalkanmu pada mereka tadi." ucap Taehyung pelan.

Jisoo tersenyum malu, "Aku juga senang, bisa mengenal karyawanmu, termasuk bertemu Jennie, ya meskipun kita nggak bisa ngobrol akrab kayak biasanya."

Mereka terus berbincang sepanjang perjalanan menuju apartemen. Taehyung merasa bangga telah berhasil mengenalkan Jisoo pada karyawannya, mengenalkan pada mereka siapa perempuan cantik yang selama ini dia puji-puji dan dia akui sebagai istrinya.

Lalu setibanya mereka di apartemen, Taehyung segera turun dari mobil dan membuka pintu untuk Jisoo.

"Terima kasih, sayang, udah nganterin. Kamu hati-hati ya balik ke kantornya." ucap Jisoo sambil tersenyum.

Taehyung mengangguk, "Iya, yaudah aku balik lagi ke kantor ya, kamu hati-hati di apartemennya. Nanti sebelum Maghrib aku pulang." ucap Taehyung sembari beranjak mengecup kening Jisoo dan mengusap kepalanya dengan lembut.

Selama beberapa saat keduanya berdiri di depan apartemen mereka, saling tersenyum dengan penuh kehangatan sebelum akhirnya Jisoo memutuskan untuk masuk ke dalam.

Taehyung tidak bisa menahan senyumnya saat melihat Jisoo berjalan masuk ke dalam apartemen. Hatinya terasa hangat dan penuh dengan kebahagiaan. Ia merasa berat untuk meninggalkan apartemennya setelah melihat Jisoo. Hari ini, istrinya terlihat begitu cantik. Wajahnya yang memancarkan kecantikan alami membuat Taehyung merasa pangling.

Setelah cukup lama terpesona oleh kecantikan Jisoo, Taehyung akhirnya membalikkan badannya, berjalan pergi  meninggalkan apartemennya dan kembali ke kantornya. Meskipun hatinya masih terpaut pada sosok istri tercinta, ia tahu bahwa ada tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Di dalam apartemen, Jisoo duduk di sofa sambil tersenyum sendiri. Dia merasa begitu bahagia memiliki Taehyung sebagai suaminya. Meskipun mereka menikah belum genap satu tahun, cinta mereka sudah berkobar dengan kuat. Jisoo merasa bersyukur memiliki Taehyung sebagai pendamping hidupnya.

Saat Taehyung tiba di kantornya, pikirannya masih terus melayang pada sosok Jisoo. Dia merasa beruntung memiliki seorang istri yang begitu cantik dan baik hati. Setiap hari bersamanya adalah anugerah yang tak ternilai baginya.

...............................................

Tepat di sore harinya, sinar matahari mulai memudar di langit, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Sejuknya udara sore yang menyapa dengan lembut membuat hati Hye Kyo berbunga-bunga saat ia melangkahkan kakinya menuju apartemen Jisoo dan Taehyung. Ia datang dengan penuh cinta dan kehangatan sebagai seorang mertua yang perhatian.

Apartment Jisoo dan Taehyung terhampar di tengah kota, dengan pemandangan megah yang menghiasi jendela-jendela kaca. Saat Hye Kyo memasuki apartemen, aroma harum bunga-bunga segar menyambutnya, memberikan sentuhan alami yang menyegarkan ruangan. Hye Kyo merasa seperti berada di taman bunga yang indah.

Di ruang tamu yang nyaman, Jisoo dan Taehyung yang saat itu sudah pulang dari kantor dengan senang hati menyambut kedatangan Hye Kyo. Mereka tahu betapa berharganya momen ini, ketika Hye Kyo datang untuk menjaga cucu mereka dengan penuh kasih sayang. Hye Kyo dengan lembut menggendong si kecil, menatap mata cemerlangnya yang penuh harapan.

Saat senja semakin mendekat, Hye Kyo dan cucunya duduk bersama di atas sofa empuk. Hye Kyo bercerita tentang kenangan indah masa kecilnya, mengisi ruangan dengan tawa dan keceriaan. Anak kecil yang polos dan riang gembira merespons setiap kata yang diucapkan Hye Kyo dengan tatapan penuh kekaguman.

Malam pun tiba, langit gelap mulai terhampar di atas kota. Hye Kyo dengan lembut menidurkan si kecil, melantunkan lagu pengantar tidur yang lembut. Suara merdu Hye Kyo mengisi ruangan, membawa kedamaian dan ketenangan. Hye Kyo dengan lembut mencium kening si kecil, memberikan kehangatan dan cinta yang tak terhingga.

...........................................

Keesokan harinya, di depan meja riasnya, Jennie masih terhanyut dalam kenangan yang begitu jelas. Bayangan saat dimana Taehyung memperkenalkan Jisoo sebagai istrinya terpatri dalam pikirannya. Hatinya terasa hancur ketika menyadari bahwa pria yang dia sukai selama ini adalah suami dari temannya sendiri.

Jennie merasa tidak bisa menerima kenyataan ini. Bagaimana mungkin Jisoo bisa menjadi istri Taehyung, sementara dia sendiri merasa begitu dekat dengan Jisoo? Mereka bahkan pernah berbagi cerita dan bercanda bersama. Tapi sekarang, semuanya berubah.

Saat ini, Jennie duduk di depan meja riasnya, mencoba untuk mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor. Namun pikirannya terus menerus melayang pada Jisoo. Dia tidak pernah menghubungi Jisoo sejak kejadian itu. Bahkan untuk meminta maaf karena telah membentaknya, Jennie tidak bisa melakukannya.

Hati Jennie terasa begitu berat. Dia merasa seperti terjebak dalam labirin emosi yang rumit. Di satu sisi, dia merasa marah dan kecewa pada Jisoo. Namun di sisi lain, dia juga merasa bersalah karena tidak bisa menerima kehadiran Jisoo sebagai istri Taehyung.

Jennie merasa seperti dalam keadaan yang sulit. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi. Apakah dia harus meminta maaf pada Jisoo dan mencoba mengubur perasaannya? Ataukah dia mulai menjaga jarak dan memperjuangkan cintanya seorang diri?

Dengan hati yang berat, Jennie akhirnya bangkit dari kursi riasnya dan memutuskan untuk pergi ke kantor. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi kenyataan ini, meskipun sulit baginya. Dan mungkin, di tengah perjalanan yang panjang ini, Jennie akan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantuinya selama ini.

"Nggak tau lah bakal gimana nanti. Bodo amat, mending aku ke kantor aja. Udah mepet banget, semoga nggak telat deh." ucap Jennie sembari cepat-cepat mengambil tasnya dari atas nakas, lalu bergegas keluar dari apartemennya.

Bersambung  ...


Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang