Episode 32. Kenangan yang tak terlupakan; Kepergiannya yang menyisakan luka

156 10 0
                                        

Deg!

Jantung Jisoo pun langsung berdebar begitu kencang selepas mendengar perkataan bundanya mengenai Yoongi. Ia tak pernah menduga bahwa kakaknya akan pergi meninggalkannya untuk selamanya. Awalnya, Jisoo berpikir bahwa Yoongi pergi bekerja ke kota dan lupa dengan keluarganya. Ia menduga bahwa Yoongi telah sukses dalam pekerjaannya dan melupakan keluarganya di rumah.

Perkiraan awal Jisoo seperti itu. Namun, setelah mendengar semua ini, ia pun begitu tak percaya jika mimpinya kemarin pagi akan menjadi kenyataan. Kemarin pagi saat Jisoo terlelap ia sempat bermimpi bertemu kakaknya di alam mimpi. Di sana mereka tak melakukan banyak hal, mereka hanya saling memeluk dan merasakan kerinduan yang mendalam satu sama lain.

Yoongi juga tak mengatakan banyak hal pada Jisoo, dia hanya mengatakan rasa sayangnya pada Jisoo dan minta maaf padanya atas banyak hal. Dia minta maaf karena tidak bisa menjaga Jisoo dan juga merawat Jisoo di saat kondisinya seperti ini. Penyesalan Yoongi begitu ngena di hati Jisoo. Ia tak bisa menahan perasaannya dan langsung menangis saat itu juga.

Dalam pelukan hangat kakaknya Jisoo pun menangis dan meluapkan apa yang dirasanya selama ini setelah kepergian kakaknya. Di sisi ini keduanya sama-sama menangis, mereka tak ingin melepaskan pelukan mereka sampai Yoongi yang sadar jika waktunya sudah berakhir pun langsung mengurai pelukan itu.

Pada awalnya dia begitu berat untuk berpisah dengan Jisoo walau dalam mimpi. Yoongi ingin menatap wajah Jisoo lebih lama dan memeluknya lagi seperti dulu. Dia begitu merindukan momen-momennya bersama Jisoo dulu sewaktu dia masih ada di dunia. Namun, takdir yang ternyata menyiapkan jalan ini untuknya pun tak bisa melakukan apapun selain pasrah dan menerimanya.

Kini Yoongi terlihat kembali memeluk Jisoo kemudian mengecup keningnya dengan lembut. Kecupan itu terasa begitu tulus dan ngena di hati Jisoo. Hampir beberapa saat lamanya kecupan itu berlangsung sampai Yoongi yang sadar jika waktunya sudah berakhir pun langsung menyudahi kecupannya itu.

Dia sempat mengusap pipi Jisoo sebelum akhirnya beranjak pergi dari sana. Memang berat langkahnya kali ini karena sesaat dia akan pergi Jisoo langsung mencekal lengannya kuat-kuat dan sama sekali tak ingin melepaskannya. Tangisannya pun terdengar begitu pilu saat itu tapi Yoongi yang memang sadar jika waktunya berada di dunia sudah berakhir pun langsung saja melepas cekalahan tangan Jisoo itu dan beranjak pergi meninggalkannya.

Selangkah dua langkah hingga punggung Yoongi sudah tak lagi nampak oleh pandangan. Di sini Jisoo langsung jatuh terduduk ke tanah dan menangis tersedu-sedu. Ia begitu meratapi kepergian kakaknya dan sama sekali tak ingin kehilangannya.

Kesedihan Jisoo begitu mendalam hingga akhirnya ia mulai terbangun dari tidurnya dan begitu lega karena ternyata itu hanyalah sebuah mimpi. Namun, apa yang dianggapnya hanya sebuah mimpi ternyata memang benar-benar terjadi.

"Kakak ... kakak nggak mungkin meninggal bunda. Kakak masih hidup, dia nggak bisa ninggalin Jisoo gitu aja. Bunda .." kini Jisoo terlihat menangis bahkan tangisannya terdengar begitu pilu.

Sembari mendekap erat tubuh bundanya Jisoo pun mulai menumpahkan tangisannya di sana.

"Nak, sudah jangan menangis lagi. Iklaskan kakakmu ya, dia sudah tenang di alam sana. Dia akan bertambah sedih setelah melihatmu seperti ini. Sudah ya, tenangkan dirimu, jangan menangis lagi." ucap Min ho sembari beranjak mendekat ke arah Jisoo dan mengusap punggungnya dengan lembut.

Kini semua orang yang berada di sana telah larut dalam kesedihan. Mereka semua turut menangis, bahkan Taehyung yang jarang menunjukkan air matanya, kini terlihat menangis. Meski air matanya tidaklah sebanyak Jisoo, dan tangisannya juga tidaklah sekeras dia. Taehyung begitu sedih dan turut merasakan apa yang Jisoo rasakan.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang