Episode 53. Pengakuan yang Tak Terduga

144 8 7
                                        

"Apa aku keterlaluan ya? apa semua tindakan dan ekspresiku pada Mama terlalu berlebihan? Aku cukup emosi saat mengatakannya, dan tidak melihat kepada siapa aku mengatakannya dan bagaimana ekspresi lawan bicaraku itu. Aku memang seperti ini dari dulu, selalu mengatakan apa yang kurasa dan tidak melihat bagaimana ekspresi lawan bicaraku nanti.   Sebenarnya aku marah dan kecewa dengan apa yang Mama lakukan pada Taehyung, aku ingin melupakan semua itu dan memulai lembaran Baru. Aku ingin setidaknya memaafkan mama dan melupakan semua itu. Tapi kenapa semuanya terasa sulit bagiku, kenapa hanya sekedar memaafkan rasanya sulit sekali? padahal dia adalah mertuaku sendiri, harusnya aku tidak mengapa saat dia bermesraan dengan Taehyung, toh Taehyung itu anaknya kan? Tapi kenapa aku merasa sangat begitu kesal saat melihatnya bermesraan dengan Taehyung? Rasanya aku tidak terima. Huufftt ... Mungkinkah perasaanku pada Taehyung sudah mulai tumbuh sekarang? Kurasa saat aku mengatakannya tadi di apartemen Taehyung, aku tidak benar-benar mengatakannya. Kurasa semua itu hanyalah omong kosong biasa. Tapi setelah apa yang Mama lakukan pada Taehyung kenapa aku merasa cemburu? Astaga, Jisoo. Sepertinya kau akan jatuh cinta lagi sekarang," gumam Jisoo di tengah langkahnya menuju ke ruang tamu.

Di posisinya sekarang Jisoo berhenti di jalan belokan menuju ke ruang tamu, ia memikirkan semua perilaku dan ucapan yang ia katakan kepada mamanya apakah keterlaluan atau tidak. Karena setelah dipikirkan baik-baik entah kenapa Jisoo merasa jika semua perkataannya terlalu berlebihan. Ia tidak memikirkan apakah perkataannya itu pantas untuk dikatakan ataukah tidak. 

Karena saat mengatakannya, Jisoo sangat emosional dan hanya ingin melepaskan semua yang ada di benaknya. Dia tidak memikirkan bagaimana lawan bicaranya akan merespons dan apakah mereka akan tersinggung atau tidak. Kekurangan Jisoo adalah dia tidak memikirkannya terlebih dahulu, dan hal inilah yang menjadi kelemahannya.

Lalu setibanya Jisoo di ruang tamu, ia pun kembali duduk di tempatnya semula dan ikut bergabung ke dalam pembicaraan Taehyung dan Yerim. Saat itu mereka tengah membahas kehidupan Yerim di luar negeri dan juga bagaimana kuliahnya setiap hari. Mereka terlihat begitu asik layaknya adik dan kakak. Bahkan, kini Jisoo melihat Taehyung sudah berpindah duduk di sebelah Yerim dan suaminya itu saat ini tengah merangkul mesra bahu Yerim. Di sini Jisoo tak melihat Yerim seperti dia melihat Hye Kyo. Jika saat melihat Hye Kyo bermesraan dengan Taehyung, Jisoo akan cemburu dan marah. Itu sangat berbeda jika saat Taehyung bermesraan dengan Yerim.

Entah kenapa, Jisoo sama sekali tidak cemburu ataupun marah melihat kemesraan mereka. Justru yang dirasakannya sekarang adalah sebuah kegemasan dan kekaguman melihat tingkah laku mereka. Terlebih lagi, sejak dulu Jisoo tak memiliki seorang adik perempuan, jadi saat melihat Yerim, entah kenapa Jisoo ingin sekali memiliki adik perempuan sepertinya.

Sifat ceria Yerim dan senyuman indah yang dimilikinya membuat Jisoo begitu iri. Ingin sekali ia menjadi seperti Yerim, seperti pribadinya yang ceria dan seperti tidak mempunyai beban. Rasa-rasanya hidup Jisoo sejak dulu tidak pernah seceria dia, rasanya netral-netral saja bahkan jauh sebelum masalahnya terjadi Jisoo merasa jika kehidupannya tidaklah sebahagia dan seceria Yerim.

"Sayang, Mama ke mana? bukannya tadi juga ke dapur ya, kalian nggak ketemu di di sana?" tanya Taehyung sewaktu melihat kedatangan Jisoo dan juga melihatnya yang terus saja menyimak pembicaraannya dengan adiknya.

Lalu Jisoo pun mulai menggelengkan kepalanya dan membuka suaranya, "Ehm, tadi Mama ke kamar mandi. Kita sempat berpapasan sebentar sebelum akhirnya aku kembali ke sini, oh ya sayang hari ini mumpung nggak ada papa aku mau mengatakan sesuatu padamu dan juga mama. Sesuatu yang sudah kupendam dan kusimpan sejak semalam. Sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini padamu semalam tapi berhubung kamu sudah terlanjur melakukan itu padaku, jadi aku menunda untuk mengatakannya,"

Kata-kata Jisoo itu mampu membuat Taehyung mengernyitkan keningnya dan membuatnya menatap ke arah Jisoo sedikit lebih lama dari biasanya. Tatapannya terlihat seperti tatapan penasaran dan juga kaget yang menyatu menjadi satu. Mungkin yang dipikirkannya sekarang adalah kata-kata apa yang ingin Jisoo katakan dan mengapa Jisoo ingin mengatakannya?

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang