"Sayang, nanti selesai jemput adikmu, kamu mau ke mana lagi?" tanya Jisoo. Kini dirinya dan Taehyung sudah berada di dalam mobil Taehyung dan tengah dalam perjalanan menuju ke rumah Joong Ki. Sebelumnya, mereka telah bersiap-siap dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa.
Mulai dari Taehyung yang membawa segala benda atau hadiah yang akan diberikannya pada sang adik, juga Jisoo yang langsung berinisiatif untuk memberikan kalung masa kecilnya yang begitu indah, yang selama ini ia simpan di dalam dompet. Kalung itu sebenarnya adalah kalung kenangan dan kalung yang sangat berarti untuk Jisoo. Kalung bermata hati berwarna silver itu adalah sebuah kalung pemberian dari almarhumah neneknya dulu.
Sebuah kalung indah yang diukir langsung oleh neneknya dan diberikannya sesaat sebelum meninggalkan Jisoo dan keluarganya untuk selama-lamanya. Sebenarnya berat untuk Jisoo menyerahkan kalung itu, tapi karena Jisoo ingin memberikan sebuah benda pada adik Taehyung dan ia tidak ada benda lain selain itu maka ia pun dengan rela memberikan kalung itu kepadanya.
Lagi pula sejak dulu Jisoo tak pernah memakainya, sesaat setelah almarhumah neneknya memberikan kalung itu, Jisoo hanya terus menyimpannya tanpa sedikitpun ingin memakainya. Awalnya sih ia mengatakan Jika ia tidak suka memakai kalung dan tidak pede juga memakainya.
Namun, setelah sekian lama disimpannya Jisoo sampai lupa jika dirinya memiliki kalung itu.
"Ehm, pulang aja sih. Tapi kalau nanti dia ingin pergi membeli sesuatu atau ke mana gitu mungkin aku akan menemaninya sebentar. Kenapa, kamu ada mau nitip sesuatu?" tanya Taehyung sembari menoleh sekilas kearah Jisoo.
Lalu Jisoo menggelengkan kepalanya dan tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun. "Nggak ada sayang. Aku lagi nggak pengen beli sesuatu. Ehm, sayang .."
Di akhir ucapannya Jisoo seperti ingin mengatakan sesuatu, namun, ucapannya itu terpotong dan membuat Taehyung yang tengah fokus menyetir langsung merasa heran sekaligus penasaran dengan apa yang akan diucapkannya.
"Iya sayang? ada apa, kamu mau mengatakan sesuatu?" sahut Taehyung tanpa ragu.
Di sini Jisoo merasa grogi dan deg-degan untuk akan mengatakan apa yang dipikirkannya. Sebenarnya tidak banyak yang ingin Jisoo katakan, namun, kata-kata itu cukup membuatnya malu bahkan merasa enggan untuk mengatakannya.
"Sayang, makasih ya untuk semalam. Aku benar-benar enggak nyangka kalau kita akan melakukannya semalam. Aku sih sebenarnya nggak masalah mau ngelakuinnya kapan aja cuma semalam itu aku nggak siap bahkan juga bingung sendiri untuk akan mulai dari mana. Tapi karena kamu, karena kelihaian kamu, aku jadi bisa mengimbangi permainanmu. Aku jadi merasa jauh lebih tenang dan aman sekarang. Bahkan, rasa yang kurasakan sekarang sama sebelumnya jauh berbeda. Terima kasih ya, karena apa yang kita lakukan semalam itu membuat rasaku padamu semakin lama semakin tumbuh. Rasanya sekarang aku sudah mulai mencintaimu, sayang. Sekali lagi terima kasih ya," ucapan Jisoo itu mampu membuat Taehyung tersenyum seketika. Dia memang tidak mengalihkan pandangannya ke arah Jisoo, namun, mendengar ucapan Jisoo dan ia yang mengatakan jika ia sudah mulai mencintainya, membuat Taehyung merasa bahagia.
Sepertinya rasa dan perasaan cintanya untuk Jisoo juga sudah mulai tumbuh di hatinya. Lagi pula dulu semasa SMP Taehyung juga sempat menyukai Jisoo, walaupun ia rasa jika itu hanya cinta monyet biasa.
"Iya sayang, aku pun sama. Aku juga merasakan kedamaian dan ketenangan setelah aku melakukan semua itu denganmu. Orang-orang yang biasanya melakukan itu karena nafsu, semalam aku tidak merasakan itu sama sekali. Memang ada sedikit nafsu di dalam pikiranku, namun, semua itu hilang setelah aku menatap wajahmu dan menyadari jika sekarang aku sudah mulai mencintaimu. Sayang, beberapa hari lagi aku ada sebuah kado untukmu. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang aku yakin kamu akan begitu bahagia bahkan tidak sabar untuk segera ke sana setelah aku kasih tau nama tempatnya." Awalnya Jisoo hanya tersenyum bahagia mendengar pengungkapan Taehyung tentang perasaannya dan apa yang dirasanya setelah kegiatan mereka semalam. Namun, di akhir ucapannya, Jisoo mulai terkejut sewaktu mendapati Taehyung mengatakan tentang pemberian kado padanya beberapa hari lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
