"Brengsek! awas aja Lo, Suho, suatu saat gue pasti akan nyariin Lo dan buat Lo menderita. Lo akan menyesal karena udah dengan berani menodai istri gue dan buat dia trauma bertahun-tahun. Lo pasti bisa gue temuin, sekalipun Lo pergi ke luar negeri yang jaraknya sangat jauh dari sini pun pasti gue akan bisa nemuin lo. Ingat ya, lo pasti akan menderita!" Taehyung tampak emosi selepas mengetahui apa alasan Jisoo jauh lebih membenci Suho daripada Sejeong maupun Sehun. Ternyata hingga detik ini pun Suho tidak juga datang untuk meminta maaf kepada Jisoo.
Laki-laki itu justru kabur entah ke mana dengan meninggalkan luka yang teramat dalam untuk Jisoo. Luka yang Taehyung sendiri tidak yakin untuk dapat mengobatinya sekalipun dia sudah mencobanya.
"Yaudah sayang kita lanjut jalan aja ya, kamu tenangin diri kamu dulu dan kamu hapus air mata kamu, biar nanti saat kita pulang ayah sama Bunda nggak curiga kalau kamu habis nangis," setelahnya Taehyung tampak menyalakan mesin mobilnya dan kembali menjalankannya menembus teriknya siang hari itu.
.............................................
Lalu setelah melewati beberapa perjalanan yang panjang, akhirnya Taehyung dan Jisoo tiba di depan Alfamart yang padat dengan pengunjung. Kendaraan bermotor berdesakan di parkiran, mencari tempat untuk berhenti. Mereka melihat kerumunan orang yang sibuk berbelanja di dalam Alfamart, dan terdengar suara riuh yang mengalun di sekitar mereka. Taehyung merasakan semangatnya membara, siap untuk menyelesaikan tugas yang ada di hadapannya dan membeli barang apa yang menjadi tujuannya datang kemari.
"Yaudah sayang, yuk kita turun, kamu mau ikut aku ke dalam atau di sini aja?" tanya Taehyung sewaktu mendapati Jisoo yang hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Dari sorot wajahnya Taehyung menduga jika Jisoo masih juga sedih dengan semua masalah yang kembali diingatnya dan diceritakan padanya beberapa saat yang lalu.
Jisoo memang tak lagi meneteskan air matanya, namun sorot wajahnya yang tampak terluka membuat Taehyung tak sampai hati untuk hanya sekedar mengajaknya keluar dan masuk ke Alfamart.
"Aku di sini aja sayang, kamu masuk aja ya, maaf aku nggak bisa nemenin kamu." ternyata benar dugaan Taehyung, Jisoo menolak untuk menemaninya masuk ke Alfamart dan lebih memilih untuk duduk menunggunya di dalam mobil.
Lalu sembari menganggukkan kepalanya, Taehyung pun menyahut, "Iya sayang, Nggak papa kok, kamu di sini aja ya dan tenangin diri kamu dulu. Aku nggak akan lama kok cuma mau beli beberapa barang aja dan itu pun nggak berat, jadi kamu nggak usah khawatir. Ya udah aku tinggal bentar ya," setelahnya tampak Taehyung melepas sabuk pengamannya dan beranjak turun dari mobil meninggalkan Jisoo yang terus menundukkan kepalanya dan tampak bersedih.
Jisoo masih juga tampak terluka meskipun ia mengatakan Jika ia sudah melupakannya dan sudah mulai ikhlas dengan semua masalahnya.
"Kenapa aku masih juga sedih seperti ini sih? Masalah itu sudah berlalu lama sekali, kenapa aku tidak juga melupakannya dan bersikap seperti dulu saat aku belum terkena masalah itu. Kenapa masalah itu terus membekas di pikiranku dan membuatku terus mengingatnya. Aku tidak ingin apapun saat ini, aku hanya ingin masalah itu menghilang dari pikiranku dan membuatku lupa akan semua masalah itu ataupun siapa yang menaruh masalah itu dalam hidupku. Aku hanya ingin bahagia, apakah itu terlalu sulit untuk kudapatkan?" batin sedih Jisoo masih dengan posisi yang sama yakni tetap menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jarinya.
...............................................
Sementara itu di dalam Alfamart tampak Taehyung tengah mencari sebuah barang yang ingin dibelinya di deretan rak di dalam Alfamart itu. Taehyung tampak memalingkan wajahnya ke sana kemari untuk mencari barang yang hendak dibelinya. Dia sudah menyusuri seisi Alfamart itu, namun barang yang ingin dibelinya tak kunjung dia temukan. Seperti sebuah barang yang langka, Taehyung tak juga menemukan barang itu sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk menanyakannya pada pelayan di Alfamart itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
