"Ehm, sayang. Rumah pacarnya Yerim itu di mana sih, kok sampe gak bisa di hubungi gitu?" tanya Jisoo dengan rasa penasaran yang memuncak. Disini ia, Taehyung dan juga Hye Kyo tengah dalam perjalanan menuju ke rumah pacar Yerim berada, yakni ke rumah Mark.
Di perjalanan itu, tampak Jisoo dan Taehyung asyik bertukar cerita satu sama lain. Mereka sibuk membahas banyak hal tentang kehidupan dan juga hal-hal lain yang dirasa pantas untuk dibahas. Mereka memang tampak hangat, namun itu tidak dengan Hye Kyo. Sedari awal perjalanan hingga kini wanita itu tetap terdiam di tempatnya dan berfokus pada layar ponselnya.
Hye Kyo tak mengatakan apapun ataupun ikut bergabung dalam pembicaraan mereka. Dia lebih memilih untuk memainkan ponselnya daripada harus ikut bergabung dalam pembicaraan mereka. Selain Dia merasa tidak enak pada mereka, Hye Kyo juga masih sangat begitu bersalah pada Jisoo.
Rasa bersalah yang menghantuinya membuatnya tetap terdiam dan merasa tidak nyaman untuk bergabung dalam pembicaraan mereka atau bahkan menyapa keduanya. Hye Kyo merenung dalam diam, berharap bisa menemukan cara untuk mengatasi rasa bersalah yang terus menghampirinya. Meskipun begitu, dia tidak bisa menghilangkan perasaan tersebut dan terus merenung dalam keheningan.
"Ada di jalan Menteng Raya, Nggak jauh kok dari rumah mama. Hanya perlu beberapa meter aja. Itu pun nggak sampai lewat jalan Raya. Ehm, sayang. Coba kamu lihat ponselku dong siapa tahu Yerim sudah mengirim pesan." setelah mendengar permintaan Taehyung, Jisoo segera meraih ponsel Taehyung dari dasbor mobil dan membukanya dengan cepat. Dia berharap akan menemukan pesan dari Yerim yang sudah lama dinanti-nantikan. Mereka berdua menunggu dengan harap-harap cemas, tidak sabar untuk mengetahui kabar terbaru dari Yerim.
Awal Jisoo membuka ponsel Taehyung, ia merasa kecewa karena tidak menemukan satupun pesan dari Yerim. Namun, harapan kembali muncul saat ia membuka aplikasi hijau disana, ia menemukan rentetan pesan dari Yerim dan dua panggilan tak terjawab darinya yang telah dilakukan beberapa saat yang lalu. Jantung Jisoo berdebar kencang, dia merasa campur aduk antara senang dan cemas. Tanpa ragu, dia langsung membuka pesan dari Yerim dan membaca dengan seksama untuk mengetahui kabar terbaru.
"Kak, maaf ya aku baru bisa bales sekarang, tadi itu aku lagi fokus main game sama pacarku sampai aku lupa waktu dan lupa untuk pulang. Kak, tenang aja ya aku lagi di perjalanan pulang ini, tadi setelah aku mohon-mohon sama pacarku akhirnya dia izinin aku buat pulang dan nganterin aku pulang. Kakak jangan khawatir ya aku nggak apa-apa kok, sekarang aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Makasih ya Kak untuk perhatiannya, see you later dear brother,"
Saat Jisoo membaca rentetan pesan yang dikirim oleh Yerim, ia merasa tergelitik oleh salah satu pesan terakhir yang dikirim. Disana Yerim hanya memberitahu bahwa dia akan segera pulang dan meminta Taehyung untuk tidak terlalu khawatir, namun emoticon dan stiker yang dia berikan pada Taehyung membuat Jisoo merasa cemburu tanpa alasan yang jelas.
"Sayang, Yerim udah dalam perjalanan pulang ini. Kita nggak usah ke tempat pacarnya ya percuma, soalnya Yerim udah dianterin pacarnya pulang." ucap Jisoo setelah ia meletakkan ponsel Taehyung kembali di dalam dasbor mobil.
Lalu Taehyung maupun Hye Kyo yang mendengar ucapan Jisoo itu langsung menoleh ke arahnya. Taehyung hanya melempar pandangan singkat sebelum berfokus pada jalanan kembali. Sementara Hye Kyo, wanita itu menatap Jisoo dengan sorot terkejut dan juga senyum yang mengembang. Dia tampak bahagia setelah mendengar jika putrinya dalam keadaan baik-baik saja dan tengah dalam perjalanan pulang.
Dengan wajah penuh harapan dan senyum yang tak pernah pudar, Hye Kyo menanyakan dengan antusias, "Serius, Jis, Yerim bilang begitu? dia sedang dalam perjalanan pulang sekarang?"
"Iya, sayang, tadi Yerim ada bilang begitu?" timpal Taehyung.
Di sana tanpa mengatakan sepatah katapun, Jisoo hanya menganggukkan kepalanya dan mengiyakan ucapan mereka. Jisoo mengatakan jika Yerim ada mengatakan banyak hal pada Taehyung, namun di inti dari pesan itu mengatakan jika Yerim dalam keadaan baik-baik saja dan tengah dalam perjalanan pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
