Episode 113. Panggilan Sayang

96 5 0
                                        

Beberapa saat kemudian ...

"Ehm, sebenarnya istrinya pak Taehyung yang mana sih, dia seperti apa? kok sepertinya aku penasaran sekali dengannya. Jika Pak Taehyung aja setampan ini pasti istrinya juga cantik kan. Kenapa rasanya aku sebel gitu ya saat membahas tentang istrinya? masa iya sih aku suka sama bosku sendiri? tapi bener juga sih, selama aku bekerja dengan Pak Taehyung aku merasakan kenyamanan dan ketenangan di dekatnya, meskipun posisi kami hanyalah sebagai atasan dan bawahan ...,"

"Tapi dengan perasaanku ini sepertinya aku harus memupuknya dalam-dalam. Pak Taehyung sudah memiliki istri. Bagaimana bisa aku menyukai orang yang sudah punya istri? bukankah rasa-rasanya aku akan jadi pelakor jika tetap mempertahankan perasaanku ini? huh, tapi aku tidak semudah itu untuk melupakan perasaanku. Aku setiap hari selalu bersama dengan Pak Taehyung, setiap hari aku selalu melihat wajahnya dan bahkan tidak sekali dua kali aku ke ruangannya. Bagaimana bisa aku melupakannya jika setiap hari saja aku selalu berada di dekatnya ...,"

"Apa yang harus aku lakukan? sejak dulu aku tidak pernah mengalah soal cinta dan perasaan, tapi aku juga tidak ingin menjadi pelakor dalam rumah tangga orang lain, terlebih itu adalah bosku sendiri. Bukankah reputasi ku akan hancur setelah aku melakukan itu? huufftt ... entahlah, jalani saja apa yang ada. Jika pak Taehyung jodohku pasti akan kembali padaku, jika bukan ya sudah tidak apa-apa. Lagi pula aku juga belum yakin dengan perasaanku ini. Semoga saja perasaan ku ini salah. Ya ... semoga aku tidak benar-benar menyukainya." batin Jennie sembari memfokuskan pandangannya ke arah berkas-berkas di mejanya dan ia memeriksanya satu persatu.

Sejak tadi pikiran Jennie selalu terarah kepada Taehyung, memikirkan tentang dirinya dan juga perasaannya yang ia rasa mulai tumbuh kepada bosnya sendiri. Jennie terus memupuk perasaan itu karena menjadi pelakor seperti ini bukanlah dirinya. Memang sejak dulu Jennie tidak pernah mengalah soal cinta dan perasaan, baginya dalam cinta tidak ada yang salah, namun ini bosnya sendiri, bukankah akan sangat tercela tindakannya jika ia tetap melakukannya?

Kepalanya serasa pusing memikirkan semua itu, berharap itu semua tidak benar-benar terjadi ataupun tidak benar-benar ia rasakan. Semoga saja perasaannya ini salah.

............................................

Sementara itu di apartemen Jisoo dan Taehyung, tampak Jisoo tengah sibuk mengganti popok Hyun Woo. Saat itu, popoknya terasa basah karena beberapa saat sebelumnya saat Jisoo sedang mandi, Hyun Woo tanpa menangis mengompol. Anak laki-lakinya terlihat begitu baik dan jarang menangis belakangan ini, namun kebiasaannya yang tidak menangis meskipun sudah mengompol atau buang air besar membuat Jisoo agak kesulitan dalam mendeteksi keadaan anaknya.

Ia bisa tahu jika anaknya mengompol ataupun buang air besar saat ia berada di dekatnya dan mencium aroma-aroma itu.

"Nah, selesai. Anak Mama pinter banget deh nggak nangis. Besar nanti jadi orang sukses ya nak, Mama akan selalu doain kamu dan dukung apapun keputusan kamu. Mama yakin di masa depan nanti kamu akan jauh lebih baik dari mama ataupun papa dan kamu pasti bisa menjadi orang besar seperti impian kita. Mama sayang banget sama Hyun Woo. Sehat terus ya, nak. Cepat tumbuh besar, rasanya Mama nggak sabar banget nunggu kamu besar ...,"

"Ehm, lucu banget deh anak mama ini. Gemesin. Muahh ... Muahhh ... Muahhh .." Jisoo melanjutkan doanya untuk anaknya, menyampaikan impian-impian positif yang ia miliki untuk Hyun Woo di masa depan. Setelah itu, ia mengakhiri ucapannya dengan memberikan kecupan hangat di pipi dan kening Hyun Woo, yang direspon dengan celotehan lucu dari sang anak.

Jisoo tersenyum dan memeluk Hyun Woo dengan penuh kasih sayang. Kehadiran Hyun Woo menjadi sumber kebahagiaan baginya. Sebelum menikah dengan Taehyung, Jisoo merasa terpuruk dan hidupnya terasa hampa. Namun, sejak kehadiran Taehyung dan Hyun Woo, hidupnya menjadi sempurna. Semua masa lalu yang kelam tidak pernah lagi terlintas di pikiran Jisoo sejak mereka hadir dalam hidupnya.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang