"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah.
Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua hari kemudian ...
Dengan langkah santai, namun cepat seorang polisi penjaga lapas bernama Inspektur Louis memasuki lorong gelap menuju sel terakhir di lorong itu. Di dalam sel itu, terkurunglah Jennie dan beberapa napi berbahaya lainnya.
Inspektur Louis, dengan tatapan tajam dan penuh empati, menghampiri pintu besi sel tempat Jennie ditahan. Dengan kunci gede yang menggantung di pinggangnya, ia membuka pintu besi itu perlahan-lahan. Suara derit besi yang bergesekan memecah keheningan lorong gelap itu.
Jennie yang terduduk lemas di pojok sel, menatap ke arah Inspektur Louis dengan ekspresi campuran antara harapan dan ketakutan. "Jennie, kamu bebas," Jennie terlihat terkejut dengan ucapan dari polisi itu. Ia senang, tapi terkejut. Bagaimana ia bisa bebas? siapa yang sudah membebaskannya? tidak mungkin Taehyung atau Jisoo. Tapi siapa?
Dengan pandangan terkejut Jennie segera bangkit dari duduknya, berjalan keluar dari sel itu. Dengan di temani polisi tadi di sampingnya Jennie berjalan ke depan. Setibanya di depan ia mendapati adanya pria asing yang sama sekali tidak di dikenalnya.
Setelah melihat Jennie, tanpa sepatah kata pun, pria itu segera mengajak Jennie pergi, membawanya ke apartemen bosnya, Seokjin, sebagaimana perintah yang diberikan sebelumnya.
Di dalam mobil yang meluncur cepat menuju apartemen Seokjin, Jennie tak bisa menahan rasa penasaran dan kebingungannya. Dengan nada gemetar, ia mulai melemparkan pertanyaan-pertanyaan kepada pria asing yang menjadi penyelamatnya dari penjara itu. "Siapa kamu? dan kenapa kamu membebaskan ku seperti ini?" tanya Jennie dengan wajah penuh kebingungan.