Episode 76. Masih Mencintai dan Pengungkapan Perasaan; Rasa yang sudah mati

131 5 0
                                        

HAY GUYS. MAAF YA KARENA KEMARIN AKU BELUM BISA UPDATE KARENA PONSELKU KEMARIN BARU SAJA RUSAK DAN SEKARANG MASIH ADA DI TEMPAT SERVICE. INI SAJA AKU NULISNYA MENGGUNAKAN PONSEL ADIKKU. JADI MAAF YA KALAU SEUMPAMA KALIAN HARUS MENUNGGU SAMPAI HARI INI. SEMOGA KALIAN SUKA YA DENGAN BAB HARI INI DAN JANGAN LUPA UNTUK VOTE NYA🙏🙏

.....................................................

"Huh! bagaimana aku menghadapi bunda dan ayah sekarang? aku kesal dan marah pada mereka atas semua perilaku mereka. Sebenarnya tidak mengapa jika bunda tidak sedang hamil, namun bunda sedang hamil. Bukankah melakukan itu saat sedang hamil akan berbahaya ya?!" setelah sebelumnya pergi meninggalkan Suzy dan Min Ho ke kamarnya, kini terlihat Jisoo tengah duduk menyandar di headboard tempat tidurnya. Ia tetap terlihat merajuk dan terus mengerucutkan bibirnya semenjak ia masuk ke dalam kamarnya beberapa saat lalu.

Sebenarnya maksud Jisoo itu baik, ia tak ingin terjadi sesuatu kepada bundanya dan juga calon adiknya nanti, tapi sikap dan kemarahannya ini juga tidak bisa dibenarkan. Dengan dirinya marah kepada Suzy dan Min Ho beberapa saat lalu seperti tidak menunjukkan kesopanan kepada mereka. Memang tidak mengapa seorang anak marah kepada orang tuanya jika sikap kedua orang tuanya tidak bisa dibenarkan. Namun, ini Jisoo, sejak dulu Jisoo tak pernah terlihat marah kepada orang tuanya.

Jisoo sayang kepada mereka dan karena rasa sayangnya inilah yang membuatnya tidak sampai hati untuk memarahi orang tuanya.

"Haduh, ini Taehyung mana sih, kok dari tadi nggak balik-balik, ini udah lumayan sore loh, apa pekerjaannya di kantor terlalu sibuk sampai dia nggak  pulang-pulang?" Jisoo seketika meraih ponselnya dari samping tubuhnya, membukanya dan mengecek nomor Taehyung, apakah Taehyung ada sempat menghubunginya atau tidak.

Namun, di saat Jisoo membuka nomor Taehyung, tidak ada satupun pesan ataupun telepon dari Taehyung yang terlihat. Semuanya kosong, bahkan pesan Jisoo yang ia kirimkan hampir beberapa jam yang lalu sebelum Taehyung pergi belum juga dibaca oleh Taehyung.

"Ah, kesel amat dah. Taehyung belom balik-balik, bunda sama ayah pake main gituan lagi. Hari ini selain kedatangan Jennie bikin kesel semua." ucap kesal Jisoo. Ia masih terus kesal dan marah dengan apa yang terjadi hari ini termasuk Taehyung yang belum juga pulang.

.................................................


Sementara itu, Taehyung yang beberapa saat lalu pergi ke rumah Tzuyu untuk menemui Yoona, kini tampak telah tiba di depan rumah lama Tzuyu yang saat itu tampak dalam keadaan gelap. Tak ada satupun cahaya di sana kecuali cahaya lampu taman di sebelah rumah.

Lalu setelah Taehyung memarkirkan mobilnya dengan aman di sana, dia pun segera turun dari mobil dan berjalan dengan penuh hati-hati ke dalam lingkungan rumah Tzuyu yang ia tidak tahu siapa orang yang Yoona maksud beberapa saat lalu ditelepon.

Di titik ini Taehyung tak mendapati siapapun yang berada di dalam maupun di luar rumah itu. Semuanya tampak gelap dan hening, bahkan sewaktu Taehyung sudah tiba di depan rumah itu dia tak mendapati siapapun di sana kecuali suara beberapa langkah kaki yang mulai terdengar dari dalam rumah itu.

Di sana Taehyung mulai berjongkok dan menyembunyikan tubuhnya di sebalik dinding dan menutup mulutnya dengan rapat. Dia tidak tahu jika di dalam ada beberapa langkah kaki, diperkiraannya awal orang yang Yoona maksud hanya ada dua orang saja, namun ternyata yang terjadi lebih dari itu.

Mereka ada beberapa orang dan diantara mereka semua adalah laki-laki.  Para laki-laki itu tampak saling mengobrol dan di antara mereka Taehyung juga sempat mendengar deheman dari salah satu orang laki-laki yang dia yakini adalah orang yang sudah berumur.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang