Beberapa saat lalu Jisoo, Jennie dan Nayeon tengah sibuk memilih-milih barang di sebuah toko antik. Perhatian mereka teralihkan dengan beberapa barang lucu dan unik yang akhirnya mereka beli. Diantara pernak-pernik indah di toko itu Jennie, Jisoo dan Nayeon lebih memilih untuk membeli sebuah kalung dan juga gelang yang akhirnya mereka pakai bertiga. Gelang-gelang yang mereka beli itu merupakan gelang kembaran yang mereka panggil sebagai gelang persahabatan.
Gelangnya sih adalah gelang biasa, namun arti di dalamnya begitu dalam. Jennie lah yang memiliki ide itu dan akhirnya disetujui oleh Jisoo dan Nayeon. Mereka sepakat membeli itu karena mereka juga sama-sama tertarik pada benda yang dipilih Jennie.
Lalu, setelah mereka selesai membeli barang-barang itu, ketiganya tampak berjalan menuju ke sebuah kedai makanan yang menjual makanan khas dari daerah tersebut. Saat siang semakin mendekat, perut mereka mulai keroncongan yang membuat mereka tak sabar untuk segera membeli makanan yang lezat.
Sebenarnya makanan yang dijual di situ adalah makanan sederhana yang dalam artian adalah makanan desa, namun mereka yang sudah sangat kelaparan tak memedulikan hal itu dan langsung saja memesan dengan tergesa. Di antara yang mereka pesan ada semur ayam tenggiri kecap, jeroan sapi setan dan berapa makanan lain yang cukup disukai Nayeon. Semua yang mereka pesan cukuplah pedas karena di antara mereka sangat menyukai makanan pedas. Namun, Jisoo yang tidak suka makanan pedas hanya memesan makanan ringan yang berbeda dari mereka. Lagi pula Jisoo juga tidak sedang lapar saat ini, karena beberapa saat lalu setelah mereka selesai dari toko antik itu, Jisoo yang tanpa sengaja melihat beberapa roti kering yang dijual di suatu kedai dan lumayan menarik perhatiannya langsung saja membelinya.
Roti-roti itu terlihat begitu menggoda, dengan tekstur crispy di luar dan lembut di dalamnya. Setelah membeli beberapa, perut Jisoo saat ini lumayan kenyang, namun dia yang ingin menghormati teman-temannya yang kelaparan ikut memesan dengan mereka, meskipun itu hanyalah makanan ringan dan juga segelas air dingin.
"Jis, Lo kok cuma pesan snack doang sih? Lo nggak laper ya atau lu nggak suka sama makanan di sini?" tanya Jennie sewaktu mengetahui Jisoo memesan beberapa snack dan juga minuman dingin.
Di antara mereka berdua yang memesan makanan berat, hanya Jisoo lah yang memesan makanan ringan. Hal ini menarik perhatian mereka. Mereka bertanya-tanya mengapa Jisoo memilih makanan ringan, terutama karena sudah siang dan waktunya makan siang.
Lantas Jisoo yang mengetahui pertanyaan itu langsung saja menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke arah Jennie, "Nggak Jen. Setelah beli roti tadi gue udah lumayan kenyang. Tapi karena mau menghormati kalian yang lapar ya gue ikutan pesen walaupun cuma sekedar makanan ringan. Perut gue udah cukup kenyang Jen, nggak bisa gue buat makan lagi, apalagi makan makanan berat." sahut Jisoo sembari mengulurkan tangannya, menyentuh perutnya dan mengusapnya dengan perlahan.
"Ya ampun, Jis. Kalau lu emang kenyang ya udahlah nggak usah pesen lagi nggak apa-apa kok. Kita pesan berdua aja soalnya kan kita emang lagi laper dari tadi nggak beli apa-apa. Tapi tadi lu udah beli roti kan dan udah lu makan juga, jadi pasti udah kenyang itu. Nggak apa-apa kok kalau lu emang nggak mau pesen, kita bisa ngerti." balas Jennie.
"Iya nggak papa kok, kalau lu emang nggak mau pesen. Nggak usah dipaksa gitu juga kali. Nanti kalau perut lo jadi nggak enak karena kekenyangan gimana?" tambah Nayeon.
Kedua temannya merasa tidak enak melihat Jisoo yang sebenarnya sudah cukup kenyang, tetapi tetap ikut memesan makanan bersama mereka. Mereka terus mengatakan bahwa tidak apa-apa jika Jisoo tidak memesan makanan bersama. Mereka memahami bahwa jika mereka berada di posisi Jisoo, mereka juga akan melakukan hal yang sama. Namun, Jisoo yang sejak awal merasa tidak enak jika tidak ikut memesan bersama teman-temannya, tetap memesan makanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
