Episode 92. Keajaiban setelah Kemalangan; Jisoo hamil

86 7 0
                                        

Hai semuanya kembali lagi dengan aku hehe. Maaf ya jika aku telat updatenya dan terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca ceritaku. Oh ya untuk kalian yang bingung dan bertanya-tanya padahal mereka itu orang Korea tapi kok latarnya di Indonesia sekali lagi ingin ku tekankan kalau aku pribadi tinggal di Indonesia. Aku tidak tahu latar Korea seperti apa jadi aku terpaksa memakai tempat di Indonesia padahal mereka orang Korea. Oke segitu saja dari aku dan selamat membaca 😊😊

..................................................

Lalu beberapa saat setelah Taehyung meninggalkan ruangan dengan langkah-langkah yang berat, Jisoo dan keluarganya terdiam sejenak, membiarkan keheningan mengisi ruangan. Namun, dalam diam mereka, api kemarahan masih membara di hati mereka terhadap Tzuyu. Mereka tidak bisa memahami bagaimana seseorang bisa melangkah sejauh itu, bahkan menembak Jisoo, hanya demi mendapatkan cinta Taehyung.

Hye Kyo, yang telah mengenal Tzuyu sejak lama, memiliki pemahaman yang mendalam tentang sifat asli gadis itu. Mereka selalu terlihat bersama, berbagi tawa dan cerita, meskipun pada awalnya mereka tidak terlalu akrab. Namun, seiring berjalannya waktu, ikatan di antara mereka semakin kuat, dan mereka mulai terlibat dalam percakapan yang panjang dan penuh makna. Meski terkadang Hye Kyo merasa ada ketidakcocokan di antara mereka, ada juga saat-saat dia merasa terpesona oleh Tzuyu yang memiliki sifat yang mirip dengannya.

Namun, di detik ini, Hye Kyo dan keluarga Jisoo masih terkejut dan tidak bisa mempercayai bahwa Tzuyu akan melangkah sejauh ini hanya demi mendapatkan seorang lelaki. Sifat serius Tzuyu dan keinginannya yang harus segera terpenuhi membuat Hye Kyo merasa geram. Tidak pernah terpikir oleh Hye Kyo bahwa gadis seperti Tzuyu akan melakukan tindakan sebesar ini. Perasaan kecewa dan kebingungan melanda hati mereka, karena mereka tidak pernah menduga bahwa seseorang yang mereka kenal dengan baik dapat melakukan hal sebegitu ekstrem untuk mencapai keinginannya.

Dalam keheningan yang menggantung di udara, Jisoo dan keluarganya mencoba mencerna semua yang telah terjadi. Mereka merasakan kekecewaan yang mendalam dan juga kekhawatiran yang melanda hati mereka. Bagaimana mereka bisa memahami dan menerima tindakan yang begitu drastis ini? Apa yang ada di benak Tzuyu sehingga dia rela mengorbankan segalanya hanya demi cinta?

"Nak, bagaimana bisa sih kamu bertemu dengan Tzuyu, apakah sebelumnya kamu tidak curiga dengan orang yang mengirim kotak itu? nak, mulai sekarang kamu lebih berhati-hati ya, jangan mudah mempercayai seseorang meski orang itu menunjukkan kebaikan sama kita. Dia yang terlihat baik di depan belum tentu baik juga di belakang. Seperti saat kamu menemui orang yang kamu bilang teman lamamu itu, belum tentu dia itu teman lamamu yang kamu maksud. Bisa saja dia orang lain yang memiliki tujuan untuk jahatin kamu dengan menyamar menjadi teman lamamu seperti ini ...,"

"Sayang, kamu tau nggak, sewaktu bunda denger kamu di tembak kayak gini rasanya bunda pengen pingsan tau. Bunda syok sayang, bunda takut kamu kenapa-kenapa. Di pikiran bunda aja udah di penuhi dugaan-dugaan negatif soal kamu setelah tau kamu di tembak. Ehm, nak, kamu serius udah baik-baik saja kan? luka di lenganmu itu udah bener-bener nggak papa kan sekarang?" ucap Suzy dengan kekhawatiran yang terpancar dari matanya.

Sejak pertama kali datang ke rumah sakit ini hingga saat ini, Suzy tidak pernah berhenti khawatir dengan kondisi Jisoo. Kekhawatiran yang begitu mendalam telah menguasai pikirannya, bahkan membawanya ke dalam gelapnya dugaan-dugaan negatif tentang kondisi Jisoo. Ketakutan yang terus menerus menghantuinya, membuatnya merasakan beban yang begitu berat di dadanya. Namun, seiring berjalannya waktu, Suzy mendengar kabar baik bahwa Jisoo baik-baik saja. Rasa khawatirnya mulai mereda, dan dia merasa sedikit tenang.

Beberapa saat setelah perbincangan yang penuh dengan kecemasan dan kekhawatiran, pintu ruang rawat Jisoo terbuka, dan masuklah dokter dan beberapa suster. Dokter dengan penuh perhatian memeriksa kondisi Jisoo, sementara suster-suster diarahkan untuk mengambil beberapa barang yang dibutuhkan oleh dokter dari ruang obat. Suzy melihat suster-suster itu pergi meninggalkan ruangan Jisoo dan menuju ruang obat untuk mengambil keperluan tersebut.

Sementara itu, dokter bernama Shin Haram dengan penuh kehati-hatian menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada keluarga Jisoo, termasuk Jisoo sendiri. Suzy memperhatikan dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut dokter itu. Dokter memberitahukan bahwa kondisi Jisoo sudah mulai membaik. Luka di lengannya akibat tembakan tidak seburuk yang dikhawatirkan. Dokter berhasil membersihkan peluru yang menancap di lengan Jisoo melalui operasi kecil. Sekarang, luka-luka tersebut sudah mulai sembuh dan bekas memar di tubuh Jisoo mulai memudar. Jisoo sedang dalam masa pemulihan yang baik. Namun, dokter menemukan sesuatu yang membuatnya terdiam dan menghela nafas.

"Kenapa dok, putri saya baik-baik saja kan?" tanya Suzy dengan kekhawatiran yang jelas terpancar dari wajahnya. Dia melihat dokter menghela nafas dan kembali memeriksa berkas-berkas hasil pemeriksaan Jisoo. Setelah beberapa saat yang terasa seperti berjam-jam, dokter akhirnya menatap ke arah Jisoo dan keluarganya dengan ekspresi yang sama.

"Bu, sebenarnya kondisi Mbak Jisoo sudah dalam keadaan baik. Luka di lengannya akibat tembakan sudah kami bersihkan dan kami telah memberikan perawatan yang diperlukan. Namun..." dokter itu terdiam sejenak, menghela nafas dengan berat.

Dag ... Dig ... Dug ...

Jantung mereka semua, termasuk Jisoo, berdetak begitu keras ketika mendengar dokter yang mulai terdiam dan mengucapkan kata "tapi". Awalnya, mereka merasa lega mendengar bahwa Jisoo dalam keadaan baik-baik saja setelah insiden penembakan, tetapi kata-kata "tapi" dari dokter itu membuat mereka semua merasa ketakutan. Ketakutan bahwa mungkin ada penyakit lain yang timbul akibat penembakan tersebut.

"Tapi selamat ya, Mbak Jisoo. Saat ini, Anda sedang hamil," ucap dokter dengan suara yang penuh kehati-hatian. Kondisi kehamilan Jisoo sedang sangat lemah, sehingga dia perlu menjaga tubuhnya dengan baik dan menghindari kelelahan. Dokter menjelaskan bahwa dia belum dapat memprediksi berapa lama Jisoo telah hamil, karena informasi tersebut baru terungkap saat pemeriksaan terakhir. Namun, yang jelas, kehamilan Jisoo masih dalam kondisi yang sangat rapuh.

Berita ini membuat semua orang, termasuk Jisoo, terkejut. Mereka tidak pernah menduga bahwa dalam situasi yang sulit seperti ini, Jisoo juga harus menghadapi tantangan kehamilan yang tak terduga. Perasaan campur aduk dari kebahagiaan dan kecemasan melingkupi mereka. Kebahagiaan karena Jisoo sedang mengandung kehidupan baru, namun juga kecemasan karena kondisi kehamilannya yang lemah.

Dokter melanjutkan penjelasannya, memberitahu mereka bahwa Jisoo perlu menjaga diri dengan baik dan menghindari kelelahan. Dia juga menyampaikan bahwa beberapa suster akan datang untuk memberikan obat-obatan yang diperlukan bagi Jisoo, serta resep-resep obat yang harus mereka beli sebelum Jisoo bisa pulang. Setelah memberikan informasi ini, dokter mengatakan bahwa dia harus pergi, meninggalkan mereka dalam keadaan campur aduk.

Setelah dokter keluar dari ruangan Jisoo, keheningan melanda ruangan. Semua orang masih terkejut dengan berita yang baru saja mereka terima. Perasaan campur aduk memenuhi hati mereka. Jisoo merasa takut dan khawatir tentang kondisi kehamilannya yang lemah. Keluarga Jisoo merasa cemas dan bertanya-tanya bagaimana mereka dapat menjaga Jisoo dan calon bayi dengan baik di tengah situasi yang sulit ini.

"A-aku hamil? bagaimana bisa aku hamil, bukankah pernikahanku dengan Taehyung masih berjalan beberapa hari? apakah karena kita sering bermain dan kondisi kita yang masih subur-suburnya gini yang menyebabkan aku dengan mudahnya hamil?" tanya Jisoo dengan rasa tidak percaya yang terpancar dari matanya. Dia masih sulit memahami dan menerima kenyataan bahwa dirinya sedang mengandung saat ini. Segala macam emosi dan pikiran bergejolak di dalam dirinya, menciptakan kebingungan dan kekhawatiran yang mendalam. Pernikahannya dengan Taehyung yang baru berlangsung beberapa hari membuat Jisoo tidak bisa mempercayai bahwa dia sedang mengandung buah hati mereka. Rasanya seperti sesuatu yang terlalu luar biasa untuk dipercaya, namun itulah kenyataannya. Jisoo sedang hamil saat ini, membawa dalam rahimnya harapan dan keajaiban kehidupan yang baru.

Jisoo terpesona oleh keajaiban yang terjadi. Bagaimana mungkin dia bisa hamil begitu cepat setelah pernikahan mereka? Tergolong mustahil baginya untuk memahami dan menerima kenyataan ini.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang