Episode 35. Tentang Jennie; Sosoknya yang membawa kenangan lama

312 8 0
                                        

"Sayang, tadi pagi Bogum nggak ada macam-macam sama kamu kan, dia nggak ada godain kamu kayak dulu dulu kan? kalau sampai dia berani godain kamu lagi, awas aja, pasti nggak akan aku kasih ampun dia." kini posisi mereka termasuk Min Ho sudah berada di dalam mobil Taehyung kembali. Dia yang sebelumnya meminta Taehyung untuk bergantian menyetir pun kini tengah duduk di kursi belakang dan asik memeluk Suzy sedari tadi.

Kepala Suzy yang sedari tadi asik menyender di pundak Min Ho, tangannya yang juga sudah melekat erat di tangan Min Ho membuat siapapun iri terhadap mereka. Romansa dan kemesraan mereka saat ini begitu memperlihatkan sosok pengantin baru.

Mereka seperti dua orang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Kemesraan mereka membuat Jisoo menggelengkan kepalanya sedari tadi.

"Nggak ada kok sayang. Dia cuma mau ngembaliin barang yang dia pinjam itu, ya memang sih dia ada ngobrol sedikit banyak sama aku bahas tentang gimana kondisiku, gimana kondisi Jisoo pokoknya yang biasa-biasa lah. Nggak ada dia goda-godain aku kayak dulu. Lagian dia kan juga sudah menikah, sudah punya anak dan bentar lagi bakal punya cucu. Jadi nggak mungkin lah kalau dia punya rencana buat godain aku lagi ...

"Udahlah kamu tenang aja, nggak usah khawatir gitu. Dia nggak akan macem-macem kok. Ehm oh iya Jisoo, tadi Bogum ada bilang katanya anaknya pengen banget ketemu sama kamu. Anaknya yang terakhir yang dulu sempat satu sekolah sama kamu di SMA. Kamu kenal kan sama dia, dia dulu satu kelas sama kamu dan teman baikmu juga. Sekarang anak itu sedang mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan kota dan tadi Bunda juga sudah ngomong sama ayahnya kalau kamu sekarang sudah menikah dan tinggal di kota. Jadi tadi ayahnya sempat ngasih pesan ke dia kalau sekarang kamu berada di kota yang sama dengan dia. Ehm sayang, Bunda tahu kamu pengen ngelupain masa lalumu, kamu pengen melupakan segalanya bahkan saat-saat indahmu saat kamu di SMA. Tapi kamu tahu kan kalau anak itu sejak dulu selalu menemanimu, bahkan saat masalah itu datang kepadamu dan orang-orang menganggap buruk padamu, dia selalu mendukungmu kan? Dia tidak ikut mencacimu seperti yang lain kan?

"Jadi tadi bunda udah bilang ke ayahnya kalau kamu pasti bisa menemui anaknya itu. Kamu bersedia menemuinya kan, sayang? setidaknya temuilah sebentar." Jelas Suzy. Dia begitu meyakinkan Jisoo bahwa anak dari mantan pacarnya itu adalah anak yang baik dan juga temannya yang dulu selalu menemaninya sewaktu SMA.

Memang, sejak masalah itu datang ke hidupnya, Jisoo memutuskan untuk melupakan segalanya bahkan masa-masa indahnya sewaktu SMA sebelum masalah itu terjadi ia ingin melupakannya.

Dia ingin melupakan segalanya dan memulai lembaran baru. Namun, Jisoo juga tak dapat menampik jika sewaktu SMA ada salah satu anak yang begitu dekat dan baik padanya.

Anak itu juga lumayan cantik, ceria dan selalu menjadi multivitamin untuk Jisoo. Dia selalu menemani Jisoo ke mana pun dan mensupport apa yang dilakukannya.

Jadi jika kali ini anak itu ingin kembali menemui Jisoo pasti Jisoo akan berpikir dua kali untuk menolak menemuinya.

"Tunggu Bun, maksudnya anaknya om Bogum itu, Jennie kan, adeknya Kak Kai sama Kak Joohyun, yang sewaktu SMA dulu pas aku main ke rumah Jennie mereka selalu menyambutku dengan hangat dan sering banget minta aku buat nginep di sana. Ehm, tumben banget Jennie nyariin aku, dulu aja setelah masalah itu terjadi Jennie seolah menghindari aku. Dia memang nggak kayak orang-orang yang terus mencaci maki aku dan ngomong hal buruk di belakangku, tatapannya juga tidak tajam saat menatapku. Tapi dia yang seolah menghindari aku dan tak pernah menemuiku lagi membuatku yakin jika dia sudah begitu ilfil terhadapku. Bunda, tadi Om Bogum ada ngomong hal lain lagi nggak mengenai Jennie. Kenapa tiba-tiba dia mau nyariin aku gitu, nggak ada sama sekali?" sahut Jisoo.

Sejak dulu Jennie adalah teman Jisoo yang paling baik dan pengertian sewaktu SMA. Memang dulu teman-teman Jisoo ada banyak tapi yang paling dekat dan bisa dibilang bestie-nya itu hanyalah Jennie. Hanya gadis itulah yang mampu membuat Jisoo tertawa ngakak dan merasa lucu dengan tingkahnya. Hanya gadis itulah yang selalu men-support baik apapun yang dilakukannya dan sering mengajaknya menginap di rumahnya.

Mereka bagaikan saudara yang kemana-mana selalu bersama, terlihat begitu akur dan saling menyayangi. Senyum bahagia keduanya sewaktu bertemu membuat kedua keluarga mereka begitu senang dengan persahabatan mereka.

Namun, itu terjadi sebelum masalah besar datang mengguncang hidup Jisoo. Setelah seorang pria datang ke hidup Jisoo dan merusak semua kepribadiannya membuat Jisoo berada jauh dari Jennie dan teman-temannya. Ia tak hanya berada jauh dari teman-temannya tapi pada kedua orang tuanya pun dia sudah terasa begitu jauh. Jisoo hampir beberapa minggu lamanya jarang berkumpul bersama dengan mereka. Ia selalu asik di dalam kamarnya dan tak pernah keluar dari kamarnya itu jika tak sedang makan ataupun mandi karena kebetulan kamar mandinya berada di luar di samping ruang makan.

Hampir beberapa saat lamanya Jisoo seperti itu, ia terlalu asik sama kehidupannya sendiri sampai melupakan sekitarnya.

Huufftt ...

Mengingat masalah itu membuat kepala Jisoo terasa begitu pusing. Ia sudah tak ingin lagi mengingat masalah itu. Namun, menyebut nama Jennie membuatnya kembali mengingat masalah itu dan kecerobohannya di dalamnya.

"Nggak ada sayang, tadi ayahnya cuma mengatakan itu. Dia tak mengatakan banyak soal anaknya karena setelah mengatakan itu istrinya langsung nge wa dia, katanya sih lagi ada tamu di rumahnya, jadi setelah membaca pesan itu dia langsung pulang. Ehm oh iya Bunda baru ingat, tadi sebelum pulang dia juga sempat ngomong kalau sekarang Jennie sedang tinggal di daerah kebon nanas. Dia ngekos di sana sambil terus mencari pekerjaan. Jadi kamu bisa lah untuk menemuinya sebentar saja, Karena sekarang kamu tinggal di rumah Hye Kyo kan, rumahnya itu di daerah kebun nanas juga jadi masih satu daerah lah sama kos Jennie." balas Suzy begitu panjang dan jelas. Tidak ada satupun kebohongan di wajahnya, bahkan saat menyebut nama mantan pacarnya Suzy terlihat begitu tenang.

"Ehm, Jennie ... lebih baik kutemui saja dia di kosannya atau mending nggak usah ya?" pikir Jisoo dalam hati.

...................................

Lalu setelah keluar dari daerah rumah lama Suzy kini mobil yang Taehyung kendarai tampak melaju ke arah lain. Dari arahnya seperti bukan arah ke rumah Min Ho ataupun ke rumah Hye Kyo. Mobilnya tampak melaju santai melewati tol hingga masuk-masuk ke daerah perhutanan.

Lama kelamaan jalur yang mereka lewati tampak sepi dari perumahan. Jangankan perumahan, kendaraan pun sudah tak lagi terlihat sedari tadi.

"Loh sayang, ini kita mau ke mana, kok dari jalurnya bukan ke arah rumah mama ataupun rumah ayah ya? Kamu mau bawa kita ke mana?" tanya Jisoo sewaktu dirinya menyadari jika saat ini jalur yang dilewatinya bukanlah jalur menuju ke rumah Hye Kyo maupun rumah Min Ho.

Jalurnya masih terasa begitu asing bagi Jisoo. Ia sama sekali tak mengetahui jalur ini bahkan, merasa belum pernah melewatinya sama sekali.

Lalu mendengar pertanyaan Jisoo dan ekspresi bingungnya itu membuat Taehyung tersenyum seketika. Dengan tanpa menoleh dia pun menjawab, "Ada deh, ke suatu tempat yang indah dan juga menarik. Tempat itu dipenuhi dengan beragam hal menarik yang pasti buat kamu, ayah dan Bunda senang. Sebelum pulang aku ingin membawa kalian liburan ke sana."

"Liburan lagi? ini Taehyung mau membawa kita ke mana ya, kok dari arahnya kelihatan asing gitu, aku rasa kayaknya aku belum pernah melewati tempat ini deh. Tapi aku juga begitu penasaran ke tempat apa Taehyung membawa kita nanti. Ehm, jangan-jangan surprise lagi deh kayak kemarin malam. Huufftt ... Semoga aja bener deh." batin Jisoo.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang