Lalu seminggu setelah Jisoo dan Taehyung pergi bulan madu di kota Paris, kini keduanya tampak Tengah bercengkrama ringan di sofa ruang tamu apartemen mereka.
Hari ini adalah hari Minggu tepat sekali kantor tutup dan Taehyung berencana untuk berdiam diri di apartemen seharian, tanpa melakukan apapun. Ia hanya ingin fokus kepada keluarga kecilnya dan bermain dengan mereka.
Saat itu putra kecil mereka yakni Hyun Woo tengah nyaman berada dalam gendongan hangat Jisoo, menatap dunia dengan rasa ingin tahu yang tak terbatas.
Lalu, Jisoo menatap Taehyung dengan senyum lembut. "Apa rencanamu hari ini, sayang?" tanyanya sambil mengelus lembut rambut Hyun Woo.
Taehyung mengangkat bahunya sambil tersenyum. "Aku hanya ingin bersantai di rumah hari ini. Mungkin kita bisa menonton film bersama atau bermain dengan Hyun Woo di taman apartemen."
Jisoo mengangguk setuju. "Aku setuju. Kita bisa membuat sarapan bersama dan menikmatinya di balkon. Suasana pagi di sini begitu indah."
Mereka berdua pun beranjak dari sofa dan menuju ke dapur untuk membuat sarapan. Taehyung membantu Jisoo mempersiapkan makanan sementara Hyun Woo tertidur pulas dalam gendongan Jisoo.
Setelah sarapan selesai, mereka berdua duduk di balkon sambil menikmati secangkir kopi. Mereka bercerita tentang liburan bulan madu mereka di Paris dan tertawa mengingat kenangan manis yang mereka bagikan bersama.
"Sungguh, aku merasa sangat beruntung memiliki keluarga seperti ini," ucap Taehyung sambil menggenggam tangan Jisoo.
Jisoo tersenyum dan mencium Taehyung lembut. "Aku juga merasa sama, sayang. Kita harus selalu bersyukur atas segala yang kita miliki."
Mereka berdua pun menghabiskan hari itu dengan bermain bersama Hyun Woo, menonton film, dan bercengkrama ringan. Meskipun hanya di dalam apartemen, mereka merasa begitu bahagia dan damai.
Saat matahari mulai tenggelam, mereka berdua duduk di balkon sambil menatap langit senja yang indah. Mereka saling berpelukan, merasa bersyukur atas kebahagiaan yang mereka miliki.
"Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku, sayang," ucap Taehyung dengan suara lembut.
Jisoo tersenyum dan mencium Taehyung lagi. "Aku juga berterima kasih telah memilikimu, sayang. Kita akan selalu bersama, untuk selamanya."
Mereka berdua pun saling mendekatkan diri dan merangkul satu sama lain, menikmati kebahagiaan keluarga kecil mereka di apartemen yang hangat dan penuh cinta.
.........................................
Sementara itu di tempat lain, dua gadis anggun dengan pakaian tertutup tampak berdiri di depan pintu sebuah kamar di hotel, sibuk menelepon seseorang. Dengan sorot mata yang penuh misteri, salah satu dari mereka terus memandang ke sekeliling sebelum akhirnya kembali fokus pada percakapannya melalui telepon.
"Bisa bawa dia kesini? ya, pastikan dia sudah meminum minuman itu dan menemuiku di dalam kamar hotel ini. Oke, ku tunggu sekarang." setelahnya gadis itu pun menutup teleponnya dan memalingkan wajahnya kearah temannya di sampingnya, atau lebih tepatnya kakaknya.
"Sudah kan? baiklah masuklah sekarang. Sebenarnya ini bukanlah yang kita rencanakan hari itu. Tapi sepertinya ini adalah yang terbaik. Yasudah semoga semuanya berhasil ya. Aku pantau kamu dari jauh. Setelah selesai nanti kamu kabari aku saja, maka aku akan datang dan juga kamu jangan lupa buat memfoto semuanya buat ancaman. Pastikan dia berhasil menyentuhmu, oke? aku pergi sekarang. Semoga semuanya berhasil." setelah mengatakan itu, si perempuan yang satu segera pergi dari sana. Sementara perempuan yang satu lagi segera masuk kedalam kamar hotel di belakangnya, menantikan kedatangan pria yang menjadi targetnya.
Setelah memasuki kamar, wanita itu segera menuju ke kamar mandi hotel, dengan cermat mengganti pakaian lamanya dengan pakaian yang telah dipersiapkannya dengan teliti. Sebuah set lingerie yang anggun, aroma parfum yang memikat, dan aksesori lainnya telah ia siapkan dengan seksama. Setelah menyelesaikan ritual persiapannya, ia keluar dari kamar mandi dengan percaya diri yang memikat.
"Sebentar lagi pasti dia akan menjadi milikku. Lihat saja, tak lama lagi kamu pasti akan datang ke rumahku untuk melamarku dan menikahiku." ucap gadis itu penuh percaya diri. Dia dengan anggunnya segera naik ke atas ranjang dan duduk menyandar di headboard di sana, menunggu pria sasarannya tiba.
......................................
"Hahaha ..."
Suasana riang terus terpancar di ruang keluarga saat Taehyung duduk di sana, sibuk bermain dengan putra kecilnya, Hyun Woo yang baru berusia satu tahun. Tawa riang pun terdengar terus menerus ketika Taehyung mulai menggelitiki lembut pinggang sang putra, menyebabkan Hyun Woo tertawa terbahak-bahak dalam keceriaan yang tak terbendung. Istrinya, Jisoo, duduk di sebelahnya sambil tersenyum melihat kedekatan ayah dan anak itu.
"Sayang, ada telepon untukmu," kata Jisoo tiba-tiba.
Taehyung mengangkat alisnya heran. Siapa yang meneleponnya saat ini? Dia mengambil ponselnya dan melihat nama bawahannya, Jaemin, muncul di layar.
"Halo, Jaemin. Ada apa?" tanya Taehyung.
"Maaf mengganggu, Pak Tae. Tapi ada rapat mendadak di sebuah hotel dengan kolega penting dari luar kota. Mereka ingin bertemu dengan bapak secepat mungkin," jawab Jaemin.
Taehyung merenung sejenak. Dia tidak suka meninggalkan keluarganya, terutama saat sedang bersama Hyun Woo. Namun, sebagai seorang CEO yang sukses, dia juga harus memprioritaskan pekerjaannya.
"Baiklah, aku akan segera pergi," jawab Taehyung tanpa pikir panjang.
Jisoo menatap suaminya dengan ekspresi sedih. "Tapi sayang, ini sudah sore dan Hyun Woo sepertinya sangat lengket denganmu. Bisakah kamu tidak pergi?"
Taehyung mengusap lembut pipi Jisoo. "Maaf, sayang. Ini urusan penting. Aku janji akan segera kembali."
Dengan berat hati, Taehyung meninggalkan rumahnya dan menuju ke hotel tempat rapat tersebut akan berlangsung. Dia tidak tahu siapa kolega penting yang akan bertemu dengannya, namun dia yakin bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk memperluas jaringan bisnisnya.
Sesampainya di hotel, Taehyung dengan gesit melangkah menuju kamar di mana koleganya telah menunggu. Dengan percaya diri, ia tiba di depan pintu hotel dan tanpa ragu memasukinya, mengingat pesan yang telah disampaikan oleh bawahannya sebelumnya untuk langsung masuk begitu tiba di hotel.
Namun sebelum ia sempat menyentuh gagang pintu, dari belakang, Jaemin terlihat bergegas mendekati Taehyung dengan langkah cepat. Dengan cekatan, ia menyerahkan sejumlah berkas kepada Taehyung, sambil memberikan minuman yang membuat Taehyung mengernyitkan keningnya.
"Apa ini?" tanya Taehyung.
"Ehm, minuman biasa pak. Tadi saya beli sebuah jus vitamin di supermarket dan kebetulan saya mau menemui bapak di sini jadi saya sekalian memberikan bapak ini," sahut bawahannya itu sambil tersenyum ramah.
Taehyung menerima jus vitamin tersebut dengan senyum tulus, menghargai perhatian dari bawahannya. "Wah, kebetulan sekali, saya sedang kurang bertenaga saat ini. Terimakasih banyak ya," ucap Taehyung sambil menatap bawahannya dengan penuh rasa terima kasih.
Lalu tanpa ragu panjang Taehyung segera meneguk minuman itu dengan cepat, dan begitu selesai, bawahannya segera pergi meninggalkan tempat itu. Meski merasakan sensasi aneh melintas di tubuhnya setelah meminumnya, Taehyung mengabaikan perasaan itu dan melangkah masuk ke dalam kamar hotel.
Saat langkahnya melintasi ambang pintu kamar hotel, Taehyung melihat seorang wanita cantik sedang duduk di pinggir ranjang. Wanita itu tersenyum manis saat melihat Taehyung masuk.
"Selamat datang, Taehyung. Aku sudah menunggumu," ucap wanita itu dengan suara lembut.
Taehyung terkejut. Bagaimana wanita ini bisa ada di sini?
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
