Guys, untuk kalian yang merasa novel aku kurang pas tolong komen ya. Kasih tahu ke aku apa saja yang nggak pas di sini biar aku bisa memperbaikinya. Oke, terima kasih dan selamat membaca 😊😊
......................................................
Beberapa hari kemudian ...
Beberapa hari setelah Suzy melahirkan atau lebih tepatnya hampir berjalan satu minggu. Tampak Jisoo tengah duduk-duduk santai di atas ranjang tempat tidurnya.
Ia tengah mengusap-usap perutnya sembari bertukar pesan dengan Jennie, tidak ada hal yang dapat Jisoo lakukan selain mengabari temannya itu jika sebentar lagi ia akan melahirkan. Namun, belum saja kering mulutnya setelah mengatakan melahirkan, tiba-tiba perutnya terasa terbakar. Sebuah sensasi perih yang tak pernah ia rasakan sebelumnya melanda dirinya.
Rasanya jauh berbeda dari segala rasa sakit yang pernah ia alami sepanjang hidupnya. Dalam kebingungan dan kepedihan, Jisoo tidak bisa menahan diri lagi. Ia berteriak memanggil semua orang yang ada di rumah.
Suzy, Min Ho, Taehyung, Yerim ataupun kedua mertuanya yang saat itu memang sedang berada di rumahnya.
Mereka tengah mengobrol santai di ruang tamu, namun, ketika mereka mendengar teriakan Jisoo, semua keceriaan seketika sirna. Dalam kepanikan, mereka berlari secepat mungkin menuju tempat Jisoo berada. Dalam hati mereka, kekhawatiran dan kegelisahan bercampur aduk.
"Bun, Yah, perihh." Jisoo segera saja berjalan tertatih-tatih ke arah semua keluarganya yang saat itu mulai berjalan mendatanginya.
Lalu Taehyung yang saat itu melihat kondisi Jisoo seperti itu dan sudah jelas akan segera melahirkan, segera saja memapah Jisoo dan berencana membawa Jisoo ke rumah sakit.
Semua keluarganya yang ada membawa keperluan Jisoo dan juga apa saja yang dibutuhkannya. Lalu Suzy yang saat itu memang sudah sehat ingin sekali turut pergi bersama dengan mereka. Menyambut kelahiran cucu pertamanya. Namun, sang suami yang masih khawatir dengan kondisinya karena sehabis melahirkan beberapa hari yang lalu, tidak juga mengizinkan Suzy untuk ikut bersama dengan mereka.
Dia dengan keras melarangnya dan karena larangan itu, Suzy dengan perasaan kesal mulai menuruti perintahnya dan pergi ke kamarnya.
Di samping itu, Suzy juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga bayi kecilnya yang sangat membutuhkan kehadiran dan perawatannya sebagai seorang ibu. Dalam kondisi seperti ini, Suzy tidak diperbolehkan untuk pergi ke mana pun. Ia harus tetap berada di samping bayinya, memberikan cinta dan perhatian yang tak tergantikan.
Lalu Taehyung dan semua keluarganya yang ada segera saja membawa Jisoo menuju ke rumah sakit terdekat. Dalam perjalanan yang penuh kegelisahan, mereka terus menenangkan Jisoo yang terus merasakan sakit di perutnya. Sensasi yang melanda Jisoo jauh lebih intens daripada sekadar mulas biasa, rasanya berkali-kali lipat lebih menyakitkan.
"Nggak papa sayang, kamu tenang aja sebentar lagi kita akan sampai kok di rumah sakit." ucap Taehyung dengan penuh ketenangan, berusaha menenangkan Jisoo yang terus merintih kesakitan merasakan perutnya yang teramat sakit.
Dalam kegelisahan dan kegembiraan yang tak terbendung, bayi di dalam perut Jisoo seolah memberikan sinyal bahwa ia sudah siap untuk melangkah ke dunia ini. Ia tak sabar untuk menghirup udara segar, merasakan sentuhan rerumputan hijau yang mengundang, dan mendengar riuh suara burung-burung yang bermain di angkasa.
Lalu setelah beberapa saat perjalanan, tibalah mereka di rumah sakit Jaya Medika, rumah sakit terdekat dari kediaman Suzy.
...............................................
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
