Episode 120. Keluarga yang Begitu Sempurna

89 10 0
                                        

Hari itu, Jennie tiba di kantor dengan hati yang berdebar-debar. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Taehyung, bosnya yang tampan dan karismatik. Namun, ketika dia melangkah masuk ke ruang kerja, dia melihat Taehyung sedang terburu-buru menuju ruang rapat tanpa menyadari keberadaannya.

Jennie merasa sedikit kecewa, tapi dia tidak bisa menyalahkan Taehyung. Dia pasti sibuk dengan persiapan meeting dengan klien penting dari luar kota. Jennie menghela nafas panjang dan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal itu. Dia harus fokus pada pekerjaannya hari ini.

Saat Jennie duduk di meja kerjanya, dia merasa canggung. Kemarin, dia tidak merespon Jisoo dengan baik. Dia tahu Taehyung pasti akan menanyakannya tentang hal itu. Jennie merasa bersalah karena tidak bersikap baik pada Jisoo kemarin. Rasanya ia begitu emosi hingga tidak melihat situasi.

Waktu pun berlalu dengan cepat, dan saat meeting dengan klien dimulai, Jennie mencoba untuk fokus pada presentasinya. Namun, pikirannya terus melayang pada Taehyung. Dia tidak bisa menahan rasa canggung dan gugup setiap kali Taehyung melihat ke arahnya.

Setelah meeting selesai, Taehyung memanggil Jennie ke ruangannya. Jennie merasa deg-degan saat dia melangkah masuk. Taehyung duduk di meja kerjanya dengan ekspresi serius. "Jennie, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan denganmu," ucap Taehyung dengan suara yang tenang.

Jennie menelan ludah dan menatap Taehyung dengan cemas. Dia tidak tahu apa yang akan diucapkan Taehyung. Namun, Taehyung justru tersenyum lembut. "Kerja bagus Jen, presentasimu tadi sangat bagus. Klien kita begitu bangga melihat hasil kerjamu, mereka bertepuk tangan berkali-kali. Ehm, oh iya, kemarin saat istri saya menghampiri kamu katanya kamu lagi sibuk ya?" tanya Taehyung.

Jennie merasa lega mendengar ucapan Taehyung. Dia tersenyum kecil dan menjelaskan bahwa dia hanya sedang sibuk dengan pekerjaan kemarin, pekerjaan yang menumpuk membuatnya tanpa sadar mengatakan hal itu. Jennie berulang kali meminta maaf pada Taehyung dan Taehyung yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya dan mempersilakan Jennie untuk kembali ke ruangannya.

.......................................

Sementara itu di tempat lain, Jisoo tengah duduk di depan televisi bersama bayi mungilnya yang berusia lima bulan, Hyun Woo, dan mertuanya, Hye Kyo. Mereka tengah menonton acara musik yang sedang populer saat itu.

"Ma, lihat deh, Hyun Woo sudah bisa merangkak sekarang," ujar Jisoo sambil menunjuk Hyun Woo yang sedang berusaha merangkak di atas karpet.

Hye Kyo tersenyum melihat cucunya yang lucu itu. "Dia semakin pintar ya, Jisoo. Mama yakin dia akan menjadi anak yang cerdas dan berbakat."

"Mudah-mudahan saja," jawab Jisoo sambil menggendong Hyun Woo yang mulai rewel. "Aku ingin dia tumbuh menjadi anak yang baik dan sukses."

Mereka terus mengobrol sambil menikmati waktu bersama di ruang keluarga. Hye Kyo memberikan beberapa tips dan saran kepada Jisoo tentang cara merawat bayi yang baik dan benar.

"Terima kasih banyak, Ma. Aku sangat beruntung memiliki mertua seperti mama," ucap Jisoo sambil memeluk Hye Kyo dengan hangat.

Hye Kyo tersenyum dan membalas pelukan Jisoo. "Kamu juga sangat baik, Jisoo. Mama senang melihat kamu, Taehyung dan Hyun Woo bahagia bersama."

Mereka terus mengobrol dan tertawa bersama hingga menjelang sore. Hyun Woo yang kecapean pun tertidur pulas di pangkuan Jisoo.

"Kita harus sering-sering berkumpul seperti ini, Jisoo. Mama merasa sangat bahagia bisa bersama keluarga, menjaga dan menemani cucu mama seperti ini," ujar Hye Kyo sambil menatap Jisoo dengan penuh kasih sayang.

Jisoo tersenyum dan mengangguk setuju. Mereka berdua merasakan kehangatan dan cinta yang mengalir di antara mereka. Mereka tahu bahwa keluarga adalah segalanya dan mereka akan selalu saling mendukung dan melindungi satu sama lain.

Dengan penuh rasa syukur, mereka melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati kebersamaan yang tak ternilai harganya. Mereka tahu bahwa cinta dan kasih sayang adalah kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis dan bahagia.

Dan di tengah gemerlap cahaya televisi, mereka merasa bahwa mereka adalah keluarga yang sempurna dan tak tergantikan. Mereka adalah satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan, selamanya.

"Beruntungnya aku memiliki mertua sebaik mama. Ya meskipun dulu pernah sempat menyakiti hatiku karena berhubungan dengan Taehyung, tapi sekarang mama benar-benar berubah. Aku sangat senang dan beruntung memilikinya sebagai mertuaku." batin Jisoo sembari matanya tak lepas dari Hye Kyo yang saat itu fokusnya terarah pada layar televisi.

..............................................

Suasana berganti malam ketika Taehyung pulang dari kantor. Langit sudah mulai gelap dan lampu-lampu di sepanjang jalan mulai menyala. Taehyung merasa lelah setelah seharian bekerja, namun senyumnya merekah begitu ia melihat rumahnya yang hangat dan nyaman.

Ia membuka pintu rumah dengan hati penuh kebahagiaan. Langkahnya melaju cepat menuju kamar, tempat di mana Jisoo, sang istri, dan Hyun Woo, putra mereka yang masih kecil, berada. Saat ia memasuki kamar, ia melihat Jisoo sedang menidurkan Hyun Woo di tempat tidurnya. Wajah Jisoo terlihat lelah namun penuh kasih saat ia menyanyikan lagu pengantar tidur untuk Hyun Woo.

Taehyung tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya. Ia merasa bersyukur memiliki keluarga yang begitu sempurna. Tanpa ragu, ia melangkah mendekati Jisoo dan memeluk pinggangnya dari belakang.

"Selamat malam, sayang," bisik Taehyung lembut di telinga Jisoo.

Jisoo terkejut namun segera tersenyum saat ia menyadari bahwa suaminya sudah pulang. Ia membalikkan tubuhnya dan memeluk Taehyung erat.

"Selamat malam juga, sayang. Bagaimana hari kerjamu?" tanya Jisoo sambil menatap mata Taehyung penuh cinta.

Taehyung tersenyum dan mengusap lembut pipi Jisoo. "Hari ini cukup melelahkan, tapi begitu aku melihatmu dan Hyun Woo, semua lelahku hilang."

Jisoo tersenyum bahagia mendengar kata-kata Taehyung. Mereka berdua saling bertatapan dalam diam, merasakan kehangatan dan cinta yang mengalir di antara mereka. Hyun Woo pun terbangun dari tidurnya dan tersenyum melihat kedua orangtuanya yang begitu mesra.

Malam itu, mereka berdua melangkah ke dalam dunia kebersamaan yang tak ternilai. Dalam suasana yang penuh kehangatan, mereka dengan tulus berbagi cerita tentang perjalanan mereka sepanjang hari, tertawa riang, dan memberikan dukungan yang tak terhingga satu sama lain.

Di tengah hiruk-pikuk kesibukan dan kelelahan yang melanda, mereka merasakan kebahagiaan yang begitu nyata, mengisi hati mereka dengan kehangatan dan cinta yang tak terbatas.

........................................

Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang gadis tengah duduk sendirian di sudut ruangan gelap, hanya cahaya redup dari lampu kecil yang tergantung di langit-langit yang menerangi wajahnya yang pucat. Matanya terus menatap layar ponselnya yang terang, jari-jarinya sibuk mengetik pesan singkat yang dia kirimkan kepada seseorang.

"Kamu di mana? Aku butuh bantuanmu sekarang," tulisnya dengan cepat, tanpa ragu sedikit pun. Gadis itu adalah Jennie, seorang wanita muda yang selalu terlihat begitu ceria. Sejak tadi, dia berada di ruangan itu, duduk di kursi empuk sambil menatap layar ponselnya dengan penuh perhatian. Matanya terus-menerus bergerak, membaca pesan-pesan yang masuk dengan cepat.

Entah apa yang ada di pikirannya, tidak ada seorangpun yang tahu kecuali dirinya sendiri.

"Oke, sekarang perjalananku di mulai. Setelah Sooyoung datang, aku harus segera membahas hal itu dengannya. Hanya dia yang mampu membantuku saat ini." ucap Jennie sembari mengetikkan pesan kepada temannya, Sooyoung. Setelah selesai, dia meninggalkan ruangan dengan langkah mantap, siap menyambut kedatangan Sooyoung dengan penuh harap.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang