Episode 68. Ketika Kehancuran dan Karma Menyergap

112 3 0
                                        

Sontak semuanya pun terkejut selepas mendapati ekspresi terkejut di wajah Jisoo saat mendengar nama anak itu. Di sana mereka mendapati Jisoo sangat begitu terkejut dan tak mampu mengatakan sepatah katapun. Jisoo terus terdiam, hingga beberapa saat kemudian, Jisoo dengan langkah perlahan menuju sofa tempat ayahnya duduk, dan dengan hati yang masih berdebar, ia duduk di sampingnya.

Jisoo seketika menundukkan wajahnya, seolah tenggelam dalam lautan pikiran yang mendalam. Entah apa yang melintas dalam benaknya, hingga beberapa saat berlalu, Jisoo perlahan mengangkat wajahnya kembali. Namun, ekspresi penuh pemikiran masih terpancar dari matanya, mencerminkan betapa dalamnya proses berpikir yang sedang dia lalui.

"Nak, dia itu sebenarnya siapa sih? kok kayaknya kamu kaget gitu saat dengar nama anak itu? Dia kenalanmu ya atau temanmu dulu sewaktu sekolah?" tanya Suzy sembari beranjak mendekati tempat Jisoo duduk, diikuti oleh Taehyung yang berada di belakangnya. Mereka berdua ada duduk di sebelah Jisoo, memandangnya dengan tatapan penuh rasa penasaran yang mendalam.

Lalu Jisoo yang saat itu masih tampak berpikir langsung mengalihkan perhatiannya ke arah Taehyung dan Suzy kemudian menganggukkan kepalanya lemah. "Iya Bun, aku kenal sama dia, dia dulu adalah temanku di kantor dan juga sahabat dekatku. Bisa dibilang kita dulu saling mencintai, namun posisi kita yang nggak memungkinkan untuk kita bisa bersama, kita pun lebih memilih untuk bersahabat daripada menjalin hubungan yang serius. Bun, dulu dia pernah mengantarkanku pulang dari kerja dan sempat bertegur sapa dengan kalian. Dia anaknya baik dan juga ramah. Tapi, memang dulu dia hanya datang sebentar, jadi mungkin itulah sebabnya kalian bisa lupa padanya...,"

"Oh iya Bun, tadi yang ngirim paketnya siapa, kurir atau orang asing?" tanya Jisoo kemudian.

Lalu Min Ho yang saat itu melihat paket yang sebelumnya dikirim untuk Jisoo berada di atas meja di sebelahnya. Tanpa ragu, dia segera meraih paket tersebut dan dengan penuh antusiasme menyerahkannya kepada Jisoo.

"Ini paketnya, kamu buka aja," setelah menerima paket itu Jisoo pun langsung beranjak membukanya dan mendapati ada begitu banyak barang di dalamnya.

Paket itu mungkin terlihat sederhana, namun saat Jisoo membukanya, dia langsung terkejut dengan banyaknya isi di dalamnya. Tidak disangka, ada sebuah bingkai foto yang begitu akrab baginya, membuatnya terkejut tak terkatakan.

Dengan hati yang berdebar, Jisoo segera meraih bingkai itu dan memandanginya dengan tatapan yang penuh makna. Dia dengan lembut mengusap foto di dalam bingkai tersebut, sambil tersenyum dengan kehangatan yang tak terbendung.

"Ehm, tadi kurir sih yang ngantar dan namanya pengirimnya pun bukan Jaehyun, tapi orang lain. Oh iya sayang, kamu kayaknya deket banget ya sama dia sampai tersenyum gitu lihat fotonya," balas Suzy.

"Kamu balik lagi ya? Sebenarnya beberapa tahun ini kamu pergi ke mana sih, aku dulu sangat merindukanmu, aku sudah mencarimu kemana-mana, bahkan juga mendatangi rumahmu. Aku sudah mencari kamu kemana-mana, tapi tak juga menemukanmu. Jae, Sebenarnya kamu ke mana, dan apakah benar yang mengirim paket ini adalah kamu?" batin Jisoo sembari terus menatap kearah bingkai foto di tangannya dan tersenyum kearahnya. Lebih tepatnya senyum yang menggambarkan sebuah kerinduan yang mendalam.

Sementara itu, Taehyung merasa hatinya terbakar melihat ekspresi ceria di wajah Jisoo. Rasa cemburu yang tak terbendung melanda dirinya saat melihat Jisoo begitu bersemangat menerima paket yang dikirim atas nama Jaehyun. Namun, dalam senyuman Jisoo terpancar kerinduan yang mendalam, mengisyaratkan bahwa ada lebih banyak rahasia yang belum terungkap tentang pria itu.

"Aku tentu aja senang Bun, soalnya dia itu seperti kakak buat aku. Ya memang sih dulu kita pernah saling mencintai, tapi setelah aku memahami perasaan itu, akhirnya aku pun mengerti jika sebenarnya rasa itu bukanlah rasa saling mencintai antara lawan jenis, tapi rasa sayang sebagai seorang adik ke kakaknya. Aku menyayanginya seperti aku menyayangi Kak Yoongi. Jadi setelah aku mendapat paket kiriman ini atas nama dia tentu aja aku merasa senang. Karena sudah lama sekali aku merindukannya, rindu dengan dia yang setiap pagi selalu memberiku pesan semangat dan juga voice note dengan suaranya dia yang begitu lucu," sahut Jisoo. Setelah mendengar semua itu Taehyung merasa begitu lega. Dia merasa senang karena ternyata perasaan Jisoo pada Jaehyun itu bukan perasaan antara lawan jenis tapi perasaan seorang adik ke kakaknya.

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang