"Udah sekarang kamu keluar aja, nonton TV atau ngapain gitu, biar di sini Jisoo Bunda yang jagain. Kamu bukannya jagain istri kamu malah menyakitinya seperti ini. Nafsu sih nafsu ya, tapi ditahan dulu lah sekiranya sampai 1 bulan atau 2 bulanan gitu ya sampai punya kita itu terbiasa dan sembuh. Udah, kamu keluar aja lah jagain itu anak kamu di kamar bunda, tadi sih dia tidur tapi sekarang nggak tahu udah bangun atau belom. Atau malah nangis nyariin papa mamanya." Suzy tampak mengusir Taehyung dengan tegas dari kamar Jisoo, dengan alasan bahwa Taehyung harus segera menemui anaknya dan menjaganya. Meski begitu, sebenarnya Suzy merasa marah terhadap Taehyung dan ingin menjaga Jisoo dengan tangannya sendiri.
Setelah Taehyung pergi, Suzy dengan lembut meletakkan Dain di sebelah Jisoo dengan penuh kehati-hatian. Kemudian, dia mendekati Jisoo dan duduk di pinggir ranjang, tepat di sampingnya. Suzy mengusap lembut kepala Jisoo, mendekatkan wajahnya dengan penuh kasih sayang, dan menciumnya beberapa kali.
Dari ekspresi wajah Suzy, terlihat jelas kekhawatirannya setelah mengetahui keadaan Jisoo. Suzy begitu prihatin dan siap melindungi Jisoo dengan sepenuh hati. Keadaan ini menggambarkan betapa besar cinta dan perhatian Suzy terhadap Jisoo, yang membuatnya begitu khawatir dan ingin melindunginya dengan segala cara.
"Sayang gimana keadaan kamu sekarang, masih sakit?" tanya Suzy, namun Jisoo masih terus terdiam dan melamun.
Seperti pikirannya yang melayang entah ke mana, Jisoo terus meneteskan air mata dari matanya. Apakah sebegitu sakit hatinya Jisoo terhadap tindakan Taehyung sampai tidak mau bicara sedikitpun?
Lalu Suzy yang menyaksikan Jisoo terdiam tanpa mau berbicara, juga ikut terdiam. Dia merasa bingung dengan cara yang tepat untuk menghadapi Jisoo dan membuatnya mau berbicara. Suzy merasa kebingungan, mencari cara untuk menembus dinding keheningan yang mengelilingi Jisoo.
Namun, tiba-tiba ...
"Bun, anak aku mana? Hyun Woo? dia ada di mana Bun, kasih dia ke aku, aku mau peluk dia. Rasanya kangen nggak lihat dia semenit aja. Bawa dia ke aku Bun sekarang." tiba-tiba Jisoo mau berbicara, namun dengan itu ia meminta Suzy untuk membawa Hyun Woo kepadanya.
Lalu tanpa menanggapinya apapun lagi Suzy segera menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia siap memenuhi permintaan Jisoo. Dengan hati yang penuh harap, Suzy meninggalkan kamar Jisoo dan menuju ke kamarnya. Dia ingin membawa Hyun Woo kepada Jisoo yang saat ini sedang dijaga oleh Taehyung.
Hahaha ...
Setelah tiba di depan kamarnya, Suzy tanpa sengaja mendengar suara tawa Taehyung yang riang dan percakapan yang terdengar melalui telepon.
Awalnya dia ingin masuk dan mencari tahu dengan siapa Taehyung bertelepon, kenapa rasanya asik sekali. Namun, setelah dipikir-pikir, Suzy memilih untuk membuka pintu kamarnya perlahan dan menguping pembicaraan Taehyung dari sana.
Di dalam kamarnya, Suzy melihat Taehyung dengan wajah ceria dan bahagia saat berbicara dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya. Suzy merasa penasaran dengan siapa yang telah membuat Taehyung begitu bahagia. Apakah itu teman lama, rekan kerja, atau mungkin seseorang yang baru dikenalnya?
Dari luar pintu, Suzy mendengarkan percakapan mereka dengan hati yang penuh rasa ingin tahu. Dia bisa merasakan kegembiraan dan keceriaan yang terpancar dari suara Taehyung.
"Iya, Jen, besok sehabis dari kantor kita nonton. Kamu sekarang mulai berani ya sama aku, tiba-tiba ngajakin nonton gini. Hahaha, tapi aku senang sih, daripada aku bosen di rumah terus, mending nonton kayak gini kan nge-refresh otak."
"....."
"Nggak, Jen. Istri aku sedang tidur sekarang, jadi aman kita telepon kayak gini. Lagipula ngapain juga kamu merasa takut sama istri aku? dia baik kok, dia nggak pernah ngelarang yang macam-macam. Aku mau telepon sama siapapun itu bebas. Dia nggak pernah ada ngelarang, toh ini privasi aku kan. Ngomong-ngomong kamu ngajakin aku nonton kayak gini emang nggak dimarahin sama pacar kamu?"
"...."
"Loh, kamu jomblo ternyata, kok bisa sih cewek secantik kamu gini jomblo? padahal aku kira kamu udah punya pacar loh, soalnya kamu itu cantik, pintar terus mudah akrab lagi sama orang. Ya, walaupun pada awalnya kamu malu-malu gitu sih sama aku pas pertama ketemu waktu itu. Hahaha ..."
"...."
"Nggak ada, mbak sekretaris. Aku serius, kamu emang seperti itu. Ya udah besok berarti kita sehabis ngantor langsung nonton aja ya setelah itu makan malam. Kamu serius, ngajakin aku nonton kayak gini aman? nggak bakal ada yang marahin kamu kan?"
"....."
"Kok bapak lagi sih, panggil aku Mas aja. Udah berapa kali sih aku bilang jangan panggil aku bapak. Terlalu tua aku kalau kamu panggil kayak gitu."
"...."
"Nggak marah kok, siapa yang marah? cuma ngomong aja."
"....."
"Nggak papa kok, aman. Istri aku nggak bakal marah-marah atau gimana kalau aku jalan sama temen aku atau sama rekan kerja aku kayak kamu. Dia baik dan pasti akan ngerti. Oh iya ngomong-ngomong kamu udah makan belum? ini udah malam loh jangan telat makan ya."
Suzy merasa terkejut melihat betapa Taehyung begitu asyik dan bersemangat saat berbicara dengan seseorang lewat telepon, terlebih lagi orang itu adalah seorang wanita yang dari suaranya terdengar seperti sekretarisnya di kantor.
Pertanyaan pun muncul dalam benak Suzy. Mengapa Taehyung begitu bersemangat dan akrab dengan sekretarisnya? apakah hubungan mereka hanya sebatas atasan dan bawahan, ataukah ada lebih dari itu?
Namun, jika hanya sebatas atasan dan bawahan, mengapa Taehyung seasik itu dan sebutan akrab "aku" dan "kamu" yang mereka gunakan. Mereka hanya sebatas atasan dan bawahan, bukan?
"Dia tidak mungkin selingkuh kan kenapa pikiranku malah mengarah ke sana ya. Huh, nggak, cuma sekedar nonton mah bukan dibilang selingkuh kali. Dulu aja aku juga nonton dengan banyak cowok padahal udah nikah juga santai aja. Tapi, kenapa Taehyung justru mengatakan seperti itu tentang Jisoo? mengatakan Jisoo sedang tidur, padahal kan sekarang sedang tiduran aja di kamar. Ah, taulah. Mending segera aku bawa Hyun Woo dan kasih dia ke Jisoo, sepertinya dia kangen banget sama anaknya." ucap Suzy setelah mendengar siapa yang menjadi lawan bicara Taehyung.
Segala dugaan mulai menyelinap ke dalam pikiran Suzy setelah mendengar obrolan Taehyung. Pikirannya melayang ke berbagai kemungkinan yang tak terduga sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Ketika Suzy memasuki kamar, dia melihat Taehyung yang sebelumnya begitu asyik dalam percakapan teleponnya, langsung mengakhiri panggilan tersebut. Suzy melihat ekspresi wajah Taehyung yang berubah, dari keceriaan menjadi serius dan fokus.
Suzy merasa penasaran dengan apa yang terjadi dan mengapa Taehyung tiba-tiba mengakhiri teleponnya begitu cepat. Apakah ada sesuatu yang membuatnya khawatir atau mungkin ada masalah yang harus segera diatasi?
"Bun, kondisi Jisoo gimana, dia masih kesakitan?" tanya Taehyung pada Suzy, namun Suzy yang niatnya memang hanya untuk mengambil Hyun Woo tanpa mau mengatakan apapun kepada Taehyung, dia mencuekanya dan langsung keluar begitu saja dari kamarnya.
Huh,
"Sebesar itu ya kesalahanku sampai Bunda nggak mau ngomong sama aku?" batin Taehyung setelah mendapati Suzy mencuekannya tanpa mau membalas pertanyaannya.
Taehyung, dengan rasa bingung dan kekecewaan yang melanda, memandang ke arah Suzy yang pergi begitu saja tanpa memberikan jawaban. Hatinya terasa berat karena Suzy tampaknya tidak mau berbicara dengannya. Dia marah kepada Taehyung atas semua perlakuannya kepada Jisoo.
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
