Lalu Jisoo yang mendapati sorot penyesalan dari muka Jennie langsung saja menghela nafas dan tersenyum ke arahnya. Jisoo sempat memikirkan tentang bagaimana ia bersikap selanjutnya terhadap Jennie. Apakah ia akan memaafkannya dan melupakan semua masalahnya di masa lalu ataukah justru ia memilih untuk tidak memaafkannya dan bersikap asing.
Sebenarnya Jisoo tidak begitu marah kepada Jennie maupun Nayeon. Mereka berdua adalah sahabat dekatnya sewaktu SMA dan juga orang yang selalu ada untuknya mau itu di sekolah maupun di luar sekolah. Mereka berdua tidak mencacinya seperti yang lain. Mereka berdua hanya bersikap asing kepadanya dan juga menjauhinya. Sikap keduanya setelah Jisoo mengalami masalah itu tidak sebagaimana orang lain bersikap kepadanya. Mereka tidak menghinanya ataupun merendahkannya, mereka berdua hanya bersikap dingin dan cuek kepadanya serta tidak mau berteman dengannya lagi.
Jadi keputusan yang akan diambilnya kali ini mungkin cukup bisa memperbaiki hubungan dirinya dan kedua temannya itu.
"Iya, Jen. Aku sudah memaafkanmu, bahkan jauh sebelum kamu meminta maaf kepadaku, aku sudah memaafkanmu. Lagi pula dulu kamu tidak salah kok, sikapmu itu memang bisa aku wajarkah, karena sekalipun aku berada di posisimu mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Kamu tidak menghinaku dan merendahkanku seperti yang lain, kamu dan Nayeon hanya bersikap asing kepadaku dan menjauhiku saja, jadi bagiku tidak masalah. Aku tidak marah kepadamu, karena kalian berdua adalah temanku dan sahabatku dari dulu. Sejak aku masuk di SMA itu dan sampai aku hampir lulus kalian selalu ada untukku, jadi aku tak akan bisa marah dengan kalian terlalu lama ataupun menyimpan dendam yang terlalu dalam kepada kalian ...,"
"Jen, mulai dari sekarang kita lupakan masalah itu ya dan kita buka lembaran baru di kehidupan kita. Aku sudah benar-benar memaafkan kalian jadi kalian jangan pernah mengungkit masalah itu lagi terlebih menyebutkan nama pria itu. Sampai sekarang dia tidak pernah datang kepadaku dan meminta maaf, dia seolah hilang ditelan bumi atau pergi ke suatu tempat yang jauh hingga aku maupun keluargaku tak ada yang bisa menemukannya. Sudah ya, kita lupakan semua itu dan kita bangun persahabatan kita yang dulu sempat merenggang. Oh iya, kalau nggak salah papimu sempat ke sini kan kemarin dan mengatakan kalau kamu sedang mencari pekerjaan, itu benar?" hati Jisoo benar-benar mulia.
Ia tak sedikitpun marah pada Jennie maupun Nayeon dan malah memaafkan mereka dengan senang hati. Rasa marahnya pada keduanya tidak terlalu besar dibanding rasa sayangnya pada keduanya. Jadi dengan segala keputusan yang dipikirkannya Jisoo memilih untuk memaafkan mereka dan kembali pada persahabatannya yang dulu sempat merenggang.
Jisoo tak ingin mengingat masalah itu lagi terlebih menyebut nama pria brengsek yang hingga kini tak juga mau menampakkan batang hidungnya dan meminta maaf kepadanya.
"Makasih Ya Jis, kamu sudah dengan senang hati mau memaafkanku, aku benar-benar beruntung bisa kenal dan berteman dengan orang sebaik kamu, makasih banyak ya, rasanya aku sudah mulai tenang sekarang. Aku tenang karena kamu sudah mau memaafkanku dan mau kembali berteman denganku. Aku sangat begitu bahagia karena dengan apa yang sudah aku lakukan kepadamu di masa lalu, kamu masih mau menganggapku teman dan masih mau memaafkanku seperti ini. Sekali lagi terima kasih banyak ya, sejauh aku berteman baru kali inilah aku bisa merasakan suatu persahabatan yang sejati dan juga sahabat sebaik kamu dan Nayeon. Oh iya, tentang lelaki itu aku minta maaf ya karena sudah membuatmu mengingat dia ...,"
"Aku tidak tahu jika sampai detik ini dia tidak juga datang kepadamu dan meminta maaf. Kukira setelah beberapa saat melakukan itu kepadamu dia sudah datang kepadamu dan meminta maaf tapi jika sampai detik ini tidak datang, sungguh, brengsek sekali pria itu. Dia benar-benar pengecut. Jika saja waktu itu aku melarangmu untuk pergi bersamanya mungkin masalah saat itu tidak akan terjadi. Mungkin dia tidak akan menghancurkanmu. Mungkin kamu tidak akan sampai merasakan semua trauma ini dan kehidupanmu bisa sama seperti sebelumnya. Jisoo, aku yakin suatu saat nanti pria itu pasti akan menerima balasannya dan dia akan datang kemari untuk meminta maaf kepadamu. Aku berdoa semoga pria itu menyesal dan menerima balasan atas apa yang dia lakukan kepadamu. Oh iya, tentang aku yang tiba-tiba datang kemari itu karena sebelumnya aku sempat diberitahu Nayeon kalau kamu sedang ada di rumah Tante Suzy. Jadi mumpung kamu sedang berada di sini dan aku yang sedang pulang ke rumah orang tuaku, aku memutuskan untuk menemuimu dan meminta maaf atas semua yang sudah kulakukan di masa lalu." ucap Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
