Episode 112. Perubahan Sikapnya yang Drastis

122 6 0
                                        

Hay guys, maaf ya dua hari kemarin belum bisa upload. Tapi ini aku udah mulai upload lagi. Semoga kalian suka ya dan sangat membaca. Jangan lupa tinggalkan like-nya hehe 🤗🤗

....................................

Beberapa bulan kemudian ...

"Sayang, aku ke kantor dulu ya, kamu hati-hati di apartemen. Jagain Hyun Woo." ucap Taehyung sembari merendahkan tubuhnya dan mencium kening Jisoo yang saat itu Tengah duduk di tepian ranjang sembari menyusui Hyun Woo. Kemudian dia pun juga turut mencium kening Hyun Woo yang saat itu sudah mulai tumbuh besar dan tentunya tampan.


Taehyung dan Jisoo telah kembali tinggal di apartemen Taehyung setelah beberapa bulan sebelumnya mereka sepakat untuk pindah ke sana. Saat itu, usia Hyun Woo sudah memasuki tiga bulan. Jisoo tidak tega melihat Taehyung selalu pergi ke kantor jauh dari rumah, jadi dia memutuskan untuk tinggal di apartemen Taehyung agar suaminya tidak terlalu jauh saat pergi ke kantor.

Beberapa waktu lalu, Jennie menelepon Taehyung dan keesokan harinya mereka pergi bersama untuk menonton bioskop dan makan malam. Taehyung tidak mengatakan apa-apa kepada Jisoo. Meskipun Taehyung mengatakan ingin pergi keluar, dia tidak menjelaskan secara rinci rencananya hingga akhirnya pulang larut malam, hampir jam sepuluh malam.

Taehyung sengaja menutupi hal itu karena takut terjadi kesalahpahaman dengan Jisoo. Selain itu, dia hanya pergi bersama sekretarisnya untuk menenangkan pikirannya. Namun, sejak Taehyung terbiasa dengan kehadiran Jennie dan menghabiskan setiap hari bersamanya di kantor, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Sebuah perasaan nyaman atau mungkin sesuatu yang lain, Taehyung tidak tahu dengan pasti.

Setelah memberikan kecupan hangat kepada istri dan anaknya, Taehyung segera keluar dari kamar untuk pergi ke kantor. Dia mengatakan bahwa ada pertemuan penting dan kemungkinan akan lembur hingga tengah malam. Taehyung meminta Jisoo untuk tidur duluan jika dia belum pulang ke apartemen.

Setelah Taehyung pergi, Jisoo terlihat memeluk Hyun Woo yang mulai membuka matanya dan tersenyum ke arah Jisoo. Dia melepaskan sedotannya dari bukit kembar Jisoo dan seolah mengajak Jisoo berbicara. Suara celotehannya dan tawa lucunya membuat Jisoo tertawa. Dia merasa lucu melihat anaknya yang semakin besar dan wajahnya yang sangat mirip dengan Taehyung. Sangat tampan.

Selama beberapa bulan ini, Jisoo memilih untuk merawat anaknya sendiri sampai akhirnya Taehyung berhasil menemukan ART dan babysitter yang cocok untuk mereka. Jisoo sebenarnya ingin kembali bekerja, tapi karena kondisinya seperti ini, dia harus menunda keinginannya sampai ada seseorang yang bisa menjaga anaknya.

Tiba-tiba saja teleponnya berdering membuatnya terkejut, karena saat itu ponselnya tepat ada berada di sebelahnya dan nada deringnya lumayan keras.

Kringgg ...

"Aduh siapa sih yang nelpon?! ngagetin aja." ucap Jisoo sembari meraih ponselnya dan mengangkat panggilan itu tanpa sebelumnya menatap siapa yang menelponnya.

"Halo,"

"...."

"Loh mama beneran mau jaga Hyun Woo? serius ma?"

"...."

"Ya boleh dong boleh banget. Tapi mama harus tinggal di sini sampai sekiranya Taehyung dapat baby sitter sama ART nggak papa?"

"...."

"Oh ya udah ma nanti Jisoo bilang sama Taehyung ya."

"....."

"Iya ma, makasih banyak ya udah mau jagain Hyun Woo."

"...."

"Iya ma, pagi."

Setelah itu panggilan pun terputus. Dari panggilan itu terlihat Hye Kyo memiliki niat dan keinginan untuk menjaga Hyun Woo di apartemen Jisoo dan Taehyung. Selain merindukan cucu satu-satunya, Hye Kyo juga ingin memenuhi keinginan Jisoo yang sangat ingin kembali bekerja, namun masih memiliki anak bayi dan belum menemukan pengasuh yang cocok. Dengan sukarela, Hye Kyo memilih untuk mengambil posisi Jisoo dalam mengurus Hyun Woo. Bagaimanapun, Hyun Woo adalah cucunya, jadi tidak masalah baginya untuk menjaga sang cucu tercinta.

Setelah panggilan berakhir, Jisoo merasa sangat senang. Akhirnya, ada seseorang yang bersedia menjaga anaknya, dan keinginannya untuk kembali bekerja akhirnya terwujud. Dengan penuh kebahagiaan, dia mencium kening anaknya berulang kali dan tersenyum dengan tulus ke arahnya.

"Akhirnya aku bisa mulai bekerja kembali. Jadi aku udah mulai bikin CV ya. Baiklah nanti malam aku akan mulai bikin dan besok sudah mulai bekerja kembali. Aku akan coba minta sama papa Joong Ki siapa tahu di perusahaan papa Joong Ki ada lowongan buat aku. Apalagi kalau lowongannya itu sekretaris. Semoga aja ada deh, kalau nggak aku bisa segera dapat pekerjaan lagi." ucap Jisoo dengan harapan yang membara.

Keinginannya untuk bekerja begitu kuat, terutama jika ada lowongan sebagai sekretaris di perusahaan yang dimiliki ayah mertuanya. Jisoo mulai mengajukan pertanyaan kepada ayah mertuanya, namun belum ada tanggapan darinya. Ayah mertuanya tampaknya sangat sibuk dengan urusannya sendiri.

.........................................

S

ementara itu di kantor Taehyung tampak Taehyung tengah sibuk memeriksa laporan kerjaan yang dibawa oleh Jennie ke ruangannya. Dia sangat serius dalam memeriksa setiap detailnya, hingga ucapan Jennie menarik perhatiannya dan membuatnya menoleh ke arahnya.

"Ehm, mas Tae. Mas Tae malam nanti sibuk nggak?" tanya Jennie tiba-tiba.

Lalu mendengar pertanyaan itu pun Taehyung segera mengalihkan pandangannya ke arah Jennie dan terkejut melihat senyuman manis yang ditunjukkan olehnya. Senyuman itu terasa seperti panggilan sayang yang tak terucapkan, mengisi ruangan dengan kehangatan yang tak terbantahkan.

"Nggak. Aku nggak sibuk, kenapa emangnya?" tanya Taehyung tanpa ragu.

Lalu, Jennie merasa sedikit malu dan menundukkan wajahnya sejenak. Namun, tak lama kemudian, dia kembali mengangkat wajahnya dengan senyuman yang tak terbendung. Matanya kembali menatap ke arah Taehyung dengan penuh kehangatan. "Kita jalan yuk, ke mall atau kemana gitu. Nge-refresh otak Mas biar nggak stress karena kerjaan terus. Ehm, mas mau ya, please. Nggak lama kok." bujuk Jennie.

Dalam beberapa bulan terakhir, Jennie tampak begitu berani terhadap Taehyung. Perubahan dalam dirinya begitu mencolok, dari gadis yang dulu malu-malu menjadi sosok yang penuh keberanian. Jennie bahkan berani menghadapinya dengan sikap yang begitu penuh kelembutan, dan bahkan membujuknya dengan senyuman yang tulus.

Perubahan ini tidak luput dari perhatian Taehyung. Meskipun ia merasa agak terkejut dengan perubahan sikap Jennie yang begitu drastis, ia meresponsnya dengan bijaksana. Ia mencoba memahami dan menerima Jennie yang baru ini, meskipun masih merasa sedikit aneh dengan perubahan tersebut.

"Ya sudah boleh deh, tapi jangan lama-lama ya. Istriku pasti nyariin nanti, dia kan tinggal sendiri di apartemen, kasian." sahut Taehyung setuju dengan ajakan Jennie.

Lalu, Jennie terlihat begitu bahagia ketika Taehyung menerima ajakannya.

Saat Taehyung menyetujui ajakan Jennie, wajah Jennie bersinar dengan kegembiraan yang tak terbendung. Senyumnya merefleksikan kelegaan dan kebahagiaan yang dalam, seolah-olah semua impian dan harapannya telah menjadi kenyataan.

"Siap mas, makasih ya. Ehm, aku izin keluar dulu mau revisi berkas-berkas yang lain." setelahnya tampak Jennie memutar tubuhnya dan melangkah keluar dari ruangan Taehyung.

Dengan langkah mantap, Jennie meninggalkan ruangan Taehyung. Di balik pintu, dia merasakan getaran emosi yang tak terucapkan. Hatinya penuh dengan kebahagiaan yang tak tergambarkan, sekaligus terkejut dan tidak percaya bahwa Taehyung benar-benar menerima ajakannya.

Bersambung ...

Cinta setelah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang