Hay guys. Maaf ya kalo dalam ketikanku masih ada kesalahan dan kekeliruan. Maaf jika ada yang tidak sesuai sama kalian. So happy reading dan semoga suka ya😘😘
..........................................
"Nak, kamu sekarang sedang hamil, sayang. Bunda nggak nyangka loh kalau nggak lama lagi bunda bakal punya cucu. Apalagi jarak kehamilan kita nggak jauh berbeda. Hmm, rasanya seperti mimpi mengetahui kamu hamil seperti ini. Sayang, selamat ya, nggak lama lagi kamu dan Taehyung akan menjadi orang tua. Kalian akan punya baby. Ih, rasanya gak sabar deh bunda lihat anakmu itu lahir terus main-main sama adikmu ini," ucap Suzy dengan kegembiraan yang memenuhi hatinya saat mengetahui kehamilan Jisoo.
Sejak mendapatkan kabar dari dokter tentang kehamilan Jisoo, Suzy tidak henti-hentinya tersenyum dan merasa sangat bahagia. Setelah dokter meninggalkan ruangan Jisoo, Suzy masih terpesona dengan berita tersebut, dan kebahagiaan yang memenuhi hatinya semakin membuatnya tak sabar untuk menyambut kehadiran sang cucu. Kehadiran sang cucu membawa kebahagiaan yang tak terhingga bagi keluarga mereka, dan Suzy penuh harap akan momen-momen indah yang akan mereka bagi bersama di masa depan.
Suzy membayangkan bagaimana lucunya jika anak-anak mereka tumbuh besar dengan tubuh yang sama, usia yang hampir sama, tetapi dipanggil dengan panggilan yang berbeda. Dia terus membayangkan momen di mana putrinya dan cucunya akan berkumpul di satu meja, saling bermain dan tertawa bersama. Itu pasti akan menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi Suzy.
Suzy tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang terus menerus menghiasi wajahnya sejak dokter memberitahunya tentang kehamilan Jisoo. Dia merasa begitu beruntung dan bersyukur atas berita ini. Suzy tidak sabar untuk melihat keluarga mereka semakin bertambah dan kebahagiaan mereka berlimpah.
"Iya loh, Jisoo. Selamat ya nak. Selamat atas kehamilanmu. Mama senang banget denger kamu hamil. Semoga kandunganmu terus sehat ya sampai kamu lahiran nanti. Mama mulai sekarang akan lebih jagain kamu jika kamu tinggal sama mama. Oh iya, setelah kamu hamil seperti ini, kamu akan tinggal di mana? gak mungkin kan kamu akan tetap tinggal di rumah Mbak Suzy? kan kamu juga sedang hamil. Bagaimana bisa kamu untuk menjaga Mbak Suzy kalau kondisimu saja juga sedang hamil? kamu tinggal di rumah mama aja ya, biar nanti ada yang jagain kamu. Nemenin kamu juga. Mama nggak tega loh kalau lihat kamu harus jagain Mbak Suzy sementara kamu sendiri juga sedang hamil. Please ya, tinggal di rumah mama," bujuk Hye Kyo.
Dengan segala kelembutan dan bujukan yang diucapkan oleh Hye Kyo, kata-katanya meluncur dengan lembut ke dalam benak Jisoo. Niatnya ini sebenarnya hanya untuk sekedar merawat Jisoo, mengingat bahwa Jisoo sedang hamil, begitu juga dengan Suzy. Hye Kyo tidak ingin Jisoo yang tengah mengandung harus mengurus Suzy yang juga sedang mengandung. Dia ingin meringankan beban Jisoo, itulah sebabnya Hye Kyo memiliki ide yang luar biasa ini.
Namun, saat bujukan Hye Kyo terdengar, Jisoo terdiam dan tatapannya terpaku pada ibu mertuanya, mencermati setiap kata yang diucapkan dengan sedikit kecurigaan. Rasa takut muncul, takut bahwa Hye Kyo hanya mengungkapkan itu sebagai dalih untuk mendekatkan diri pada Taehyung. Namun, saat Jisoo menatap mata Hye Kyo lebih lama, dia menemukan kejujuran yang tulus dan ketiadaan kebohongan dalam pandangan itu.
Hye Kyo terlihat begitu tulus, seolah-olah memancarkan keinginan yang mendalam untuk menjaga Jisoo dan kehamilannya. Meskipun perasaan ini masih mengambang di pikiran Jisoo, dia mulai merasakan kehangatan dan kepercayaan tumbuh di dalam dirinya.
Ketika Hye Kyo menyadari keheningan Jisoo dan tatapannya yang penuh curiga, dia menghela napas dan dengan lembut mendekati Jisoo. Tangannya terulur untuk membelai wajah Jisoo, sementara senyumannya menghiasi wajahnya dengan penuh kasih sayang.
"Kenapa sih sayang, kamu masih belum bisa percaya sama mama? mama udah berubah sayang. Semua perasaan salah itu sudah mama buang dan mama kubur jauh-jauh. Sekarang jujur Mama sudah nggak ada perasaan lagi sama Taehyung, karena dibalik itu Mama juga sudah mencoba buat move on dan menyibukkan diri mama dengan berbagai pekerjaan dari butik yang Mama miliki. Sudah ya, kamu jangan curiga seperti itu sama Mama. Mama tidak akan mengulangi kesalahan Mama di masa lalu, Mama akan berubah dan memperbaiki diri. Kamu ..., sudah memaafkan mama kan sekarang? gak marah lagi kan kamu sama mama?" mata Hye Kyo terlihat berubah menjadi sendu, dan air mata mulai memenuhi sudut matanya.
Semua kata maaf yang diucapkan oleh Hye Kyo dan ketulusan yang terpancar dari matanya menghapus keraguan dalam pikiran Jisoo. Jisoo yakin bahwa ibu mertuanya benar-benar telah berubah dan menyesali tindakannya di masa lalu. Sepertinya Hye Kyo sudah tidak lagi mencintai Taehyung dan tidak memiliki perasaan apa pun terhadapnya.
Namun, di saat Jisoo terus meyakinkan pikirannya soal keyakinannya, ada sedikit keraguan yang menghantuinya. Entah mengapa ada sedikit pikiran di kepala Jisoo yang mengatakan jika Hye Kyo tidak sepenuhnya telah melupakan Taehyung, masih ada sedikit perasaan kepada Taehyung yang tersisa di hatinya, namun perasaan itu terus Hye Kyo kubur dan dia buang jauh-jauh. Dari matanya Jisoo bisa melihat jika perasaan itu belum sepenuhnya menghilang apalagi setelah tadi mereka terlibat dalam satu keadaan yang sama.
"Aku udah nggak marah kok sama Mama. Aku mencoba buat memaafkan Mama, tapi tentang tawaran mama untuk agar aku tinggal sama mama, maaf ya aku harus menolaknya kali ini. Karena jujur, di sini aku memang ingin menjaga bunda. Aku ingin lebih dekat dengan bunda. Jadi meskipun aku juga sedang hamil saat ini, itu bukanlah masalah bagiku, justru kita bisa saling menjaga diri dan mengingatkan satu sama lain tentang apa saja yang perlu kita jaga di masa kehamilan kita. Tapi jika mama memang ingin menjagaku, boleh kok Mama datang ke rumah bunda dan tinggal sama kami di sini. Kami akan dengan senang menyambut kedatangan mama. Ehm, mama mau ikut tinggal disini? gpp kok kalau mama emang mau tinggal sama kita." sahut Jisoo sembari tersenyum dan menyambut belaian Hye Kyo pada wajahnya.
Di sini Hye Kyo merasa begitu bahagia mengetahui bahwa Jisoo tidak lagi marah padanya. Jisoo sudah memaafkannya. Meskipun Hye Kyo tidak bisa mempercayainya seratus persen.
...............................................
"Tidak, Tae. Aku nggak tahu apapun soal rencana Tzuyu ini, aku sudah lepas tangan sama dia. Setelah aku tahu dia tidak juga menyerah tentang rencananya ingin kembali merebut kamu dari istrimu itu, aku sudah tidak mau lagi membantunya. Aku sudah cukup bosan menasehatinya jika perasaannya ini tidak akan pernah terbalas. Dia tidak akan bisa menang dengan rencananya. Tapi kamu tahu, dia tidak juga mendengarkan ucapanku. Dia tetap kekeh jika suatu saat dia akan bisa merebutmu dari istrimu itu ...,"
"Tae, aku sungguh tidak tahu soal rencana Tzuyu ini dan tentang istrimu yang ditembak olehnya, tolong maafkan Tzuyu. Dia seperti ini karena terobsesi denganmu. Dulu kalian terlihat bahagia dan cinta kalian terlihat begitu besar, mungkin inilah sebabnya dia tidak bisa melupakanmu sampai saat ini. Tae, maafkan dia ya, maafkan semua kesalahannya. Aku janji kalau setelah ini aku dan Tzuyu akan pergi jauh-jauh dari negara ini. Kita akan menjauh dari kehidupan kalian. Please ya, jangan penjarakan Tzuyu. Maafkan dia, mungkin sekarang dia sedang khilaf." bujuk Yoona.
Dalam keheningan yang terasa begitu dalam, suasana ruangan terisi oleh rasa penyesalan yang membebani hati Kakak Tzuyu. Dengan mata yang penuh air mata, ia memohon maaf dengan kata-kata yang terdengar rapuh, sambil bersimpuh di hadapan Taehyung yang memancarkan aura kekuasaan. Kakak Tzuyu berharap, dengan segala kerendahan hati ini, Taehyung akan tergerak untuk memberikan pengampunan dan tidak menghukum Tzuyu dengan memenjarakannya.
Yoona, dengan hati yang penuh keraguan, sulit mempercayai bahwa Tzuyu akan melakukan segala hal ini hanya demi cinta. Namun, dia memiliki pemahaman yang mendalam tentang kepribadian adiknya. Tzuyu adalah sosok yang penuh dengan keberanian dan ketulusan dalam mencintai. Meskipun tindakan ini mungkin terasa berlebihan bagi kebanyakan orang, Yoona tahu bahwa bagi Tzuyu, cinta adalah segalanya.
Dalam hati Yoona, terbersit keputusan untuk melindungi dan membimbing Tzuyu kembali ke jalan kebenaran. Dia bertekad tak akan pernah membiarkan adiknya berakhir di balik jeruji penjara. Sebagai kakak yang penuh kasih sayang, Yoona siap memberikan nasihat dan dukungan kepada Tzuyu, membantunya menghadapi konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya.
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fanfiction"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
