Ah, sial! bagaimana mungkin pria bedebah itu bisa dengan begitu mudahnya melarikan diri dari gudang itu? bukankah di sana aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menjaga gudang itu dan juga mengawasi pria itu, lalu mengapa dengan tanpa adanya luka ataupun perkelahian pria itu bisa pergi? Aaakkhh ... Sial! Sepertinya aku harus mencari siasat lain untuk dapat menangkap pria itu dan juga memasukkannya lagi ke penjara selanjutnya ...,"
"Tapi jika aku harus memasukkannya ke penjara selanjutnya aku harus meninggalkan Jisoo karena penjara itu berada di pulau yang jauh dari sini. Ehm, tapi jika dia ku masukkan lagi ke penjara itu bukankah akan sia-sia saja? Ayolah, Tae. Pikirkan, tempat apa yang akan kau gunakan untuk memenjarakan dan mengurung pria sialan itu?!" ucap marah seorang pria, tak lain adalah Taehyung di dalam mobilnya setelah keluar dari suatu tempat yang menjadi pekerjaan keduanya di sebuah jalan yang lumayan jauh dari kantornya maupun dari rumahnya.
Sebenarnya selain menjadi CEO di perusahaan milik papanya, Taehyung juga seorang detektif dan juga ketua Genk pemberantas kriminal paling ganas se-jakarta Raya. Memang pekerjaan Taehyung itu tak ada seorangpun yang tahu selain dirinya sendiri, karena di dalam geng pemberantas kriminalnya itu Taehyung selalu menyamarkan namanya dan juga memakaikan wajahnya dengan penutup topeng agar tak seorangpun dapat mengenalinya. Sementara di pekerjaan detektifnya, Taehyung tidak mengenakan topeng, namun dia menyamarkan namanya lagi dengan nama lain agar tak seorangpun tahu tentang pekerjaan keduanya itu.
Taehyung tidak ada mengatakan tentang pekerjaan keduanya itu kepada siapapun termasuk pada kedua orang tuanya, namun setelah memiliki Jisoo sebagai istrinya, entah kenapa Taehyung teringin mengatakan pekerjaannya itu kepada istrinya. Dia tidak ingin menutupi apapun dari Jisoo.
Sebenarnya, Taehyung enggan datang ke gudang yang menjadi tempat penyekapan buronan atas kasus-kasus kriminal yang sedang dikerjakannya bersama gengnya. Dia tidak ingin mendatangi tempat itu untuk sementara waktu. Namun, setelah mendapatkan pesan desakan dari anggota gengnya yang mengatakan bahwa salah satu buronan paling berbahaya yang berhasil mereka tangkap sudah melarikan diri, membuat Taehyung dengan terpaksa mendatangi lokasi tempat penyekapan itu.
Setelah menyelesaikan urusan dengan kantornya, Taehyung segera bergegas menuju tempat di mana gudang penyekapan tersebut berada. Dia datang dengan penuh amarah dan juga sorot tajam yang menyorot dari matanya.
Taehyung merasa begitu marah karena setelah susah payah menangkap orang itu, dia harus kecolongan saat orang tersebut dengan mudahnya pergi begitu saja.
"Huufftt ... Setelah ini aku harus mencarikan Jisoo bunga lili. Ehm, mencari di mana ya seumur-umur aku tidak pernah datang ke toko bunga. Tapi sepertinya toko bunga langganan Mama aku tahu deh di mana tempatnya. Ya udah deh mending beli di sana saja semoga aja bunganya ada di sana." setelah memikirkan untuk akan pergi membeli bunga lili di mana, Taehyung akhirnya terpikirkan jika mamanya pernah membeli atau bahkan sering membeli sebuah bunga di toko bunga langganannya yakni di Friska flower shop.
Taehyung ada lupa-lupa ingat di mana lokasi toko itu, namun setelah sebelumnya Taehyung meminggirkan kendaraannya dan mencoba menghubungi Hye Kyo untuk menanyakan lokasi toko bunga favoritnya itu di mana akhirnya Taehyung menjadi tahu dan segera bergegas menuju ke toko bunga itu.
"Haduh, besok aku harus pergi ke markas. Males banget tapi untuk menyelesaikan semua masalah hari ini aku harus pergi ke sana. Ya udah deh nanti cari alasan apa gitu untuk bisa pergi besok." ucap Taehyung di tengah-tengah perjalanannya menuju ke Friska flower shop.
...............................
"Yaudah Jis, ini udah lumayan sore, aku pamit dulu ya besok aku ke sini lagi buat kita jalan-jalan." setelah hampir beberapa saat lamanya Jennie dan Jisoo mengobrol akrab di ruang tamu, kini Jennie terlihat bangkit dari duduknya dan bermaksud untuk pamit pulang.
Meskipun tujuan mereka untuk pergi liburan bersama harus gagal, Jennie merasa senang karena hubungan persahabatan dirinya dengan Jisoo bisa kembali seperti sebelumnya. Dia sangat begitu bahagia karena apa yang bertahun-tahun ini dia impikan untuk dapat kembali bersahabat dengan Jisoo hari ini bisa terwujud.
"Iya, Jen. Makasih banyak ya udah datang ke sini. Besok kita berangkatnya jangan terlalu siang ya biar nanti pulangnya nggak terlalu sore. Terus juga nanti kamu kabarin Nayeon untuk langsung pergi ke rumahku. Kita langsung berangkat setelah dia datang. Ehm, kamu mau aku panggilin ayah sama Bunda dulu buat pamitan?" di sini terlihat Jisoo dan Jennie saling memeluk satu sama lain dan mengusap punggung masing-masing dengan begitu lembut.
"Nggak usah Jis, aku pamitnya sama kamu aja, nggak enak ganggu tante sama Om yang mungkin lagi sibuk kali di belakang sampai nggak balik-balik ke sini. Yaudah aku pamit ya, takutnya nanti dicariin papi sama mami karena nggak pulang-pulang." ucap Jennie sembari tersenyum.
"Ya udah kamu pulangnya hati-hati ya dan jangan lupa untuk besok." setelahnya terlihat Jisoo mengantar jennie sampai depan rumah sebelum akhirnya Jennie berjalan pergi dari rumah Jisoo dan berjalan pulang menuju ke rumahnya.
Jarak rumah Jennie dan rumah Jisoo tidak terlalu jauh, itu sebabnya mengapa jennie lebih memilih untuk berjalan kaki daripada harus menaiki kendaraan. Baginya terlalu ribet dan memakan waktu jika harus menaiki kendaraan seperti itu. Jadi sebagai ajang olahraga, Jennie memilih untuk berjalan kaki sekalian menikmati udara saat itu yang lumayan segar.
Huufftt ...
"Akhirnya persahabatanku dengan Jennie dan Nayeon bisa kembali dan besok kita sudah akan pergi liburan. Haduh rasanya aku benar-benar enggak sabar buat nunggu besok, akan seperti apa ya kita liburan besok? Apakah kita akan tertawa senang dan menikmati liburan itu atau merasa canggung karena sudah lama tidak bertemu? ehm, entahlah yang terpenting kita bisa pergi liburan bersama. Oh iya, ayah sama Bunda mana ya kok dari tadi nggak kelihatan sih? mereka ada kesibukan apa di dapur kok sampai dari tadi nggak balik-balik, tapi dari sini nggak kedengaran ada suara di dapur. Ehm, mending ku samperin aja lah daripada penasaran," ucap Jisoo sendiri sembari melangkahkan kakinya menuju ke dapur tempat kedua orang tuanya semula berada.
Ia berjalan santai dengan langkah perlahan hingga akhirnya tiba di dapur rumahnya yang saat itu kebetulan kosong. Tidak ada Suzy dan Min Ho di sana, yang ada justru hanya tumpukan piring kotor dan sayuran mentah yang tergeletak di atas meja makan, seakan-akan telah dijamah oleh sesuatu.
Di sana Jisoo sempat mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari di mana kedua orang tuanya berada, namun di titik ini Jisoo tak menemukan mereka sampai akhirnya atensinya mengarah pada kamar kedua orang tuanya yang saat itu cukup terlihat dari ruang makan tempatnya berada.
Dengan langkah perlahan dan tanpa suara sedikitpun Jisoo melangkahkan kakinya ke arah kamar kedua orang tuanya yang saat itu terlihat tengah tertutup.
"Apa mereka di dalam ya? tapi ngapain mereka sore-sore begini di dalam kamar?" tanya Jisoo sendiri di saat langkahnya sudah hampir tiba di depan kamar kedua orang tuanya.
"Mas, udah ya, aku lelah. Aku juga sedang hamil mas, nggak sepatutnya kita ngelakuin ini, takutnya malah kenapa-napa sama kandunganku." di saat Jisoo menempelkan telinganya di pintu kamar kedua orang tuanya dia sangat begitu terkejut di saat mendengar adanya ranjang yang berdecit dan juga suara kedua orang tuanya yang tengah berhubungan badan.
Jisoo ada mendengar suara pergerakan mereka dan juga bundanya yang seperti ingin mengakhiri permainan itu.
"Sebentar Sayang, sebentar lagi. Punyaku belum keluar loh ini. Tunggu bentar lagi ya, nggak kan kenapa-napa kok sama kandunganmu. Selama kandunganmu itu belum besar masih belum terlalu bahaya untuk kita melakukan ini. Ahhh .." desahan itu, Jisoo mendengar desahan itu.
Suara menjijikkan yang dulu sangat Jisoo benci kini terdengar dari mulut ayahnya. Dari Min Ho lah Jisoo mendengar kata-kata desahan itu.
"Bukankah bunda sedang hamil ya kok bisa sih ayah memaksa Bunda buat melakukan ini, apakah tidak berbahaya jika orang sedang hamil tapi masih juga berhubungan badan? kalau sampai nanti bunda dan kandungannya kenapa-napa bagaimana? dasar ayah, awas aja ya. Kalau sampai nanti terjadi sesuatu sama bunda dan kandungannya, aku nggak akan pernah maafin ayah." Jisoo terlihat menatap tajam ke arah pintu di hadapannya, menandakan jika dirinya tengah sangat marah saat itu.
Jisoo marah, karena dikondisi Suzy yang tengah hamil bagaimana bisa Min Ho memaksa Suzy untuk berhubungan badan seperti itu? apakah tidak akan beresiko jika mereka melakukannya?
Bersambung ...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta setelah Cinta
Fiksi Penggemar"Dasar wanita murahan, apa dengan menggoda suamiku seperti ini kau merasa hebat, hah?!" ucap Jisoo dengan suara yang penuh amarah. Jennie menoleh ke arah Jisoo dengan tatapan yang penuh keterkejutan. Ia tahu bahwa cepat atau lambat hal ini pasti ter...
